Beranda Updates Elon Musk: AI Mobil Autonomous Lebih Bahaya daripada Nuklir

Elon Musk: AI Mobil Autonomous Lebih Bahaya daripada Nuklir

PALO ALTO, 28 Maret 2018 – Kecelakaan yang terjadi pada sebuah mobil autonomous dari armada Uber telah menumbuhkan keprihatinan pada diri Elon Musk, sang innovator pendiri Tesla Motor. Menurut Musk, teknologi pada mobil autonomous bisa menjadi lebih berbahaya daripada senjata pemusnah massal.

Pria yang dijuluki sebagai Tony Stark di dunia nyata itu dalam sebuah wawancara menyebut teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin berkembang saat ini, dapat menjadi lebih berbahaya dari nuklir.

AI menjadi salah satu sistem utama dalam operasi teknolgi autonomous, di mana kendaraan dapat melaju ke tujuan tanpa harus ada pengemudi. Padahal, Tesla sendiri termasuk yang menjadi pelopor teknologi semi-autonomous pada sistem Autopilot.

“Masalah terbesar menunrut saya dengan yang disebut ahli AI adalah bahwa mereka berpikir mereka lebih tahu daripada yang mereka tahu, dan mereka pikir mereka lebih cerdas daripada mereka sebenarnya,” kata Musk seperti dilansir CNBC.

“Ini cenderung mengusik orang pintar. Mereka mendefinisikan diri mereka dengan kecerdasan mereka dan mereka tidak suka gagasan bahwa mesin bisa menjadi cara yang lebih pintar dari mereka, jadi mereka mengabaikan ide tersebut – yang pada dasarnya cacat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Musk menekankan bahwa penerapan AI seharusnya diatur oleh regulasi agar bisa menjadi solusi mencegah ‘bencana’ tersebut. Menurutnya, dengan diterapkan regulasi, pengembangan teknologi AI bisa terawasi dan menjamin keamanannya.

“Ini sangat penting. Menurut saya bahayanya AI jauh jauh lebih besar daripada bahaya hulu ledak nuklir dan tidak aka nada yang menyarankan bahwa kita mengizinkan siapa pun untuk membuat hulu ledak nuklir,” tambah Musk.

“Dan catat kata-kata saya, AI lebih berbahaya daripada nuklir. Jauh. Jadi kenapa kita punya regulasi yang mengawasinya? Ini gila.”

WAHYU HARIANTONO