Beranda Updates Dollar Tinggi, DFSK Belum Akan Naikkan Harga Glory 580

Dollar Tinggi, DFSK Belum Akan Naikkan Harga Glory 580

BANDUNG, 5 September 2018 – Kondisi ekonomi saat ini membuat dunia otomotif gonjang-ganjing. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang hampir menembus Rp 15.000 per Dollar membuat pabrikan otomotif harus berpikir keras. Memiliki pabrik dan melakukan proses perakitan mobil (CKD) maupun produksi penuh di Indonesia tetap rentan terhadap menguatnya nilai dollar terhadap rupiah.

Mengapa? Karena masih banyaknya penggunaan material atau suku cadang impor dalam sebuah mobil produksi dalam negeri. Sebut saja PT Sokonindo Automobile, Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia. Mereka memiliki City SUV DFSK Glory 580. Dirakit di Indonesia, SUV ini hanya memiliki kandungan lokal sebanyak 60% saja. Artinya, ada 40% komponen yang masih harus diimpor karena belum diproduksi di dalam negeri.

Pada akhirnya, muncullah polemik tanpa ujung; apakah mereka harus menaikkan harga atau tetap bertahan di tengah badai. Franz Wang, Managing Director of Sales Center, PT Sokonindo Automobile, menyebut hingga saat ini kondisi masih terkendali. “DFSK memiliki sistem finansial berskala internasional dan telah memiliki sistem yang mengendalikan ini semua, sehingga kita akan menjaga harga tetap stabil,” katanya.

“Artinya, tidak akan naik harga,” timpal Permata Islam, General Manager Marketing PT Sokonindo Automobile di Bandung.

Meskipun menjaga optimisme menyala, DFSK tidak mengelak tentang ketidakpastian iklim ekonomi akibat fluktuasi nilai rupiah. “Bagi kami, sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis di Indonesia, kami berharap pemerintah menemukan solusi terhadap masalah ini. Sementara itu kami akan tetap fokus kepada janji kami dan merealisasikannya kepada masyarakat di Indonesia (tidak menaikkan harga),” lanjut Wang.

Ketika dicecar pertanyaan soal sampai kapan DFSK akan bertahan, dan apakah ada angka psikologis yang kemudian menjadi sinyalemen untuk menaikkan harga jual? Franz Wang menyebut saat ini mereka belum menentukan kapan atau memiliki target khusus kapan akan menaikkan harga terkait pengaruh menguatnya nilai dollar AS terhadap rupiah. Namun, mengingat mereka baru menginjakkan kaki dan menjalankan bisnis di Indonesia, fokus mereka adalah membuat banyak kalangan merasakan kualitas produk dan pelayanan.

REZA ERLANGGA

Kolom Komentar



latest updates

GIIAS Medan Auto Show 2018 Jadi Penutup Akhir Tahun

MEDAN, 18 Oktober 2018 – Gaikindo akan menutup roadshow mereka tahun ini dengan penyelenggaraan Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di...

DFSK Modifikasi Pikap Super Cab Jadi Ambulance

JAKARTA, 19 Oktober 2018 – DFSK memperluas pasarnya di Indonesia. Setelah memperkenalkan SUV Glory 580, DFSK juga menawarkan pikap Super...

Yuk, Jajal Nissan Terra di Pakuwon Mall Surabaya Akhir Pekan Ini

SURABAYA, 18 Oktober 2018 – Nissan terus mengenalkan SUV premium terbarunya New Nissan Terra. Kali ini Nissan memperkenalkan Nissan Terra di...

Volkswagen Touareg, Millennial Oriented

PASAR SUV semakin berkembang di dunia, dan VW Touareg merupakan salah satu model populer. Demi mempertahankan eksistensinya, SUV yang kini...

FIRST DRIVE: Menyiksa All-New Honda Brio RS di Trek Slalom

DENPASAR, 18 Oktober 2018 – Akhirnya, setelah resmi diluncurkan ke pasar Indonesia pada bulan September 2018 lalu, All-New Honda Brio...