Beranda Updates Carlos Ghosn, Orang Besar Yang Terancam Runtuh

Carlos Ghosn, Orang Besar Yang Terancam Runtuh

Sumber foto: www.ttnews.com
[pro_ad_display_adzone id="54185"]

TOKYO, 20 November 2018 – Carlos Ghosn, bukan nama baru di dunia otomotif. Dialah orang yang sukses membangun aliansi pabrikan mobil yang terdiri dari Nissan, Renault dan Mitsubishi yang menandingi aliansi yang dibangun oleh Volkswagen dan Toyota.

Aliansi yang dulunya adalah tiga perusahaan terpisah itu memiliki karyawan 470 ribu orang, mempunyai total 122 pabrik dan total penjualan mobilnya pada tahun lalu mencapai 10,61 juta.

Penjualan mobil aliansi yang dipimpin Ghosn ini berada di urutan kedua setelah aliansi bentukan Volkswagen sebanyak 10,74 juta mobil. Di bawah Aliansi Nissan, bercokol aliansi Toyota dengan jumlah 10,39 juta dan di posisi keempat adalah grup General Motors sebanyak 9,60 juta.

Pengalamannya selama 40 tahun di industri mobil membuat Ghosn bukan orang sembarangan di dunia otomotif. Ia adalah salah satu orang yang paling berpengaruh bersanding dengan Enzo Ferrari dan Lee Iacocca.

Ia pernah menjadi CEO Nissan sampai tahun 2017, namun sekarang menjadi Chairma. Ia juga menjabat sebagai Chairman di Mitsubishi Motors dan menjadi CEO dan Chairman di Renault. Sekarang Carlos Ghosn sedang dalam masalah besar, yang mengancam posisinya dirinya di dunia otomotif.

Carlos Ghosn lahir di Brasil dan memulai kariernya di dunia otomotif pada 1978 ketika bergabung dengan pabrikan ban Michelin asal Prancis. Dari situ ia memimpin sejumlah operasional perusahaan di kawasan Amerika Utara.

Pada tahun 1996, Ia pindah ke Renault. Setelah Renault membangun aliansi dengan Nissan tahun 1999, Ia menjadi Chief Operating Officer (COO) Nissan dan berhasil mengeluarkan pabrikan Jepang itu dari krisis financial yang membelitnya. Karena kesuksesannya itu ia mendapat julukan “Le Cost Killer”.

Ghosn selanjutnya dipromosikan sebagai CEO Nissan tahun 2001 dan pernah melakukan tindakan out of the box saat menjabat sebagai CEO Renault tahun 2005. Setelah Nissan mengambil alih 34 persen saham Mitsubishi Motors tahun 2016, Ghosn menyerahkan posisi CEO Nissan kepada Hiroto Saikawa.

EKA ZULKARNAIN

Kolom Komentar



latest updates

Menang Kompetisi, Shell Ajak Mahasiswa ITS Kunjungi Markas Scuderia Ferrari

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Indonesia berhasil menjadi juara pada ajang Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship (DWC) 2018, melalui perwakilan...

Teknisi Nissan Indonesia Raih Medali Perak di World Skill Asia 2018

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Teknisi Nissan Indonesia, Mustaqim, berhasil meraih medali perak di ajang kompetisi World Skill Asia 2018 yang diselenggarakan...

Habiskan Rp 202 Miliar, Auto2000 Resmikan 6 Cabang di Pulau Sumatera

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Auto2000, dealer terbesar penjualan Toyota, terus melebarkan sayap jaringan penjualan dan servisnya. Hari ini, Senin...

Komponen Bermasalah, Suzuki Recall 19.926 Unit Carry

JAKARTA, 17 Desember 2018 – PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) menggelar program perbaikan atau Suzuki Product Quality Update. Program ini...

Ini Pembalap yang Jadi Inspirasi Nama Bugatti Divo

SEPERTI nama Bugatti Veyron dan Chiron, nama Bugatti Divo juga diambil dari nama pembalap. Yaitu pembalap Prancis Albert Divo yang...