Beranda New Cars Wuih, Ford Ranger Raptor Pakai Transmisi Otomatis 10 Kecepatan

Wuih, Ford Ranger Raptor Pakai Transmisi Otomatis 10 Kecepatan

BANGKOK, 10 Februari 2018 – Kabar gembira bagi penggemar pick-up. Ford akhirnya meluncurkan Ranger Ranger Raptor di Thailand. Inilah pertama kalinya dalam sejarah The Blue Oval bahwa moniker Raptor digunakan untuk model selain F-150. Nah, apa kelebihannya?

Ford Ranger Raptor sebenarnya bukan model baru, melainkan versi Ranger T6 yang dimodifikasi. Banyak perubahan yang dilakukan Ford. Tak hanya dari sisi tampilan tapi juga mesin. Model ini menggunakan mesin diesel twin-turbo 2.0 liter baru, yang menghasilkan tenaga 213 PS dan torsi 500 Nm.

Mesin EcoBlue yang memulai debutnya di Asia ini punya settingan yang apik. Sebagai perbandingan, mesin 2.0 liter pada Ranger ini memiliki output lebih tinggi dari Duratorq 3.2 liter (200 PS / 470 Nm), dan redline mesin baru ini berada di angka 4.500 rpm.

Highlight lainnya dari mobil ini adalah penggunaan transmisi otomatis Getrag 10R80 10-kecepatan baru. Fitur ini sebelumnya hanya digunakan pada F-150. Insinyur Ford mengatakan bahwa rasio roda gigi telah disesuaikan secara khusus. Penggunaan 10 roda gigi ini membantu menciptakan rentang rasio (ratio-span) yang lebih lebar, meningkatkan percepatan dan responsif. Gearshifts juga diklaim lebih cepat.

Transmisi ini dibangun dengan kombinasi baja berkekuatan tinggi, aluminium dan komposit untuk pengoptimalan daya tahan dan bobot. Ada juga perangkat lunak (software) penjadwalan shift adaptif untuk membantu memastikan gigi yang tepat dipilih pada waktu yang tepat. Oh ya, paddle shifter menjadi fitur standar.

Nama Raptor juga menyiratkan bahwa Ranger ini memiliki kemampuan off-road jauh lebih banyak daripada saudara-saudara Ranger lainnya. Mobil ini menggunakan frame yang telah dibuat lebih kuat berkat penggunaan baja high-strength low-alloy (HSLA), termasuk side rails.

Satu set peredam Fox Racing Shox 46,6 mm dipasang dengan Position Sensitive Damping (PSD) yang mampu menghadirkan kekuatan redaman tinggi saat off-road. Velg berukuran 17 inic didesain khusus untuk Raptor, dibungkus ban all terrain 285/70 BF Goodrich.

Untuk pengereman ada update, dengan kaliper depan kembar piston berukuran 9,5 mm lebih besar dari Ranger biasa. Mereka menjepit rotor berventilasi 332 mm, sementara kaliper 54 mm 2,5 piston bertugas di bagian belakang.

Untuk tampilan, seperti biasa, ada perbedaan visual berkat paket styling Raptor. Ada grille dengan kisi-kisi horisontal yang unik dan tulisan ‘FORD’ raksasa. Bumper depan dirancang untuk kegiatan ekstrem, lampu kabut LED dan saluran udara fungsional.

Fender dibuat untuk travel suspensi yang lebih panjang dan roda besar. Dibuat dari material komposit untuk menahan kerusakan. Perubahan ini menghasilkan truk dengan tinggi 1.873 mm, lebar 2.180 mm dan panjang 5.398 mm, dengan track depan dan belakang yang lebih lebar pada 1.710 mm (+150 mm). Ground clearance juga sampai 283 mm. Sementara untuk off-road approach angle 32,5 derajat, ramp over angle 24 derajat, dan departure angle 24 derajat.

Step board dirancang khusus untuk mencegah batu pada bagian belakang truk. Ford mengatakan bagian ini dibuat dari aluminium yang bisa menahan beban 100 kg.

Bumper belakang dilengkapi dengan tow bar terintegrasi dan dua kait berkekuatan 3,8 ton. Dek dibuat berukuran 1.560 mm dan panjang 1.743 mm, ditambah ada lubang yang dirancang untuk mengalirkan pasir, lumpur dan salju. Jika Anda perlu menarik barang, pastikan tidak melebihi kapasitas penariknya di angka 2.500 kg.

Di bagian bawah ada bash plate yang terbuat dari baja setebal 2,3 mm. Seiring dengan pelat selip perak dan undefiasi kotak transfer, item berikut dilindungi – radiator, Electric Power Assisted Steering (EPAS), Front End Accessory Drive (FEAD), anggota lintas depan, mesin bah dan diferensial depan.

Di dalam, kabin Ranger Raptor mendapat makeover sesuai dengan label Ford Performance. Kursi yang dirancang khusus untuk off-road. Penggunaan kulit di beberapa lokasi, kemudi sporty dan paddle shifter magnesium untuk.

Terrain Management System ada enam mode pengendaraan. Dua pertama – Normal dan Sport – untuk penggunaan on road. Mode off-road – Grass/Gravel/Snow, Mud/Sand, Rock dan Baja. Tentunya menunjukkan tingkat kesulitan jalan yang dilalui.

Fitur lainnya termasuk layar sentuh delapan inci untuk sistem infotainment SYNC 3, kamera spion dan sistem keselamatan – ESC, Trailer Sway Control, Hill Start Assist, Kontrol Descent Hill dan Load Adaptive Control.

Wuih, lengkap….

RAJU FEBRIAN

Last Update

F1: Hamilton Kembali Rebut Puncak Klasemen di GP Jerman 2018

HOCKENHEIM, 23 Juli 2018 – Hasil dari seri ke-11 balap Formula 1 pada seri Grand Prix Jerman 2018 kembali membuat...

Daihatsu Club Auto Clinic 2018 Edukasikan Pentingnya Kondisi Ban

KARAWANG, 23 Juli 2018 -- Daihatsu kembali menggelar sharing edukasi  kendaraan bagi Sahabat Club Daihatsu melalui program Daihatsu Club Auto...

H. Rahmat Kibarkan Bendera Merah Putih di Kejuaraan Reli Malaysia 2018

JAKARTA, 23 Juli 2018 – Pereli Indonesia, H. Rahmat dengan navigatornya Donny Wardono, berhasil memenangkan Kejuaraan Rally Malaysia bertajuk International Rally of Johor 2018 yang...

Sergio Marchionne Mundur dari CEO dan Chairman Ferrari

TURIN, 23 Juli 2018 – Kabar mengejutkan datang dari raksasa otomotif Italia, Fiat Chrysler Automobiles (FCA), yang mengumumkan pengunduran diri...

F1: Kemenangan Dramatis Hamilton dari P14, Vettel DNF di Kandang

HOCKENHEIM, 23 Juli 2018 – Balap seri Formula 1 Grand Prix Jerman 2018, Minggu (22/7/2018), kembali menyajikan drama dari persaingan...