Beranda New Cars Honda CR-V Hybrid, The Hybrid Sensation

Honda CR-V Hybrid, The Hybrid Sensation

Foto-Foto: Honda

HONDA berencana melepas generasi baru SUV paling laris di dunia akhir tahun ini. Honda CR-V Hybrid anyar tersebut akan memiliki kualitas interior, kehalusan, serta kelegaan yang lebih baik lagi. Oh iya, rencananya sih dia akan punya tujuh tempat duduk… dan tentu saja motor elektrik.

Pada Paris Motor Show 2018 lalu, CR-V Hybrid versi siap produksi ini muncul. Honda juga secara resmi mengumumkan emisi gas buang serta konsumsi bahan bakar SUV hybrid buatannya, yang akan dilepas di pasar Eropa.

Berapa angkanya? Konsumsi bahan bakarnya 18,8 kilometer per liter, sedangkan emisi CO2-nya 120 gram per kilometer jika menggunakan sistem penggerak FWD. Sedangkan jika menggunakan sistem penggerak AWD, maka konsumsi bahan bakar CR-V Hybrid ini menjadi 18,1 kilometer per liter dengan emisi CO2 sebesar 126 gram per kilometer.

Ya, Honda akan menawarkan CR-V dengan dua versi sistem penggerak: front-wheel-drive dan all-wheel-drive. Mesin konvensional Honda yang dimiliki CR-V Hybrid ini adalah mesin berkapasitas 2.0 liter berteknologi i-VTEC. Mesin konvensional ini akan berpasangan dengan motor listrik, dan hasil kombinasi dua sejoli itu adalah tenaga maksimal sebesar 181 bhp serta torsi maksimal 315 Nm jika menggunakan penggerak FWD.

Selain motor listrik, Honda juga memberikan CR-V Hybrid ini teknologi i-MMD (Intelligent Multi-Mode Drive). Fitur tersebut memungkinkan CR-V Hybrid untuk mengubah dan memilih tiga mode pengendaraan secara pintar dan otomatis tentunya. Tujuan hadirnya i-MMD adalah untuk mengoptimalkan performa dan efisiensi bahan bakar.

Mode pengendaraan apa saja yang tersedia? CR-V Hybrid memiliki mode EV Drive, Hybrid Drive, serta Engine Drive. Ketika berkendara di dalam kota, sistem i-MMD akan mengubah mode pengendaraan secara otomatis antara Hybrid Drive dan EV Drive untuk memaksimalkan efisiensi berkendara.

Pada mode pengendaraan Hybrid Drive, mesin bensin konvensional milik CR-V akan menggerakkan motor elektrik untuk memberi tambahan tenaga listrik yang dihasilkan baterai lithium-ion. Sedangkan pada mode pengendaraan EV Drive, baterai lithium-ion akan menyalurkan tenaga bagi motor elektrik yang menggerakkan roda.

Saat i-MMD mengubah mode pengendaraan ke Engine Drive, mesin bensin konvensional yang akan menggerakkan roda. Pihak Honda mengatakan bahwa pada kecepatan sedang, CR-V Hybrid biasanya akan menggunakan mode pengendaraan EV Drive lebih dari 50 persen. Namun ketika Anda memacu CR-V pada kecepatan tinggi, mode pengendaraan EV Drive akan lebih aktif sedikit.

Naiknya harga salah satu jenis bahan bakar di Indonesia bisa mendorong orang-orang seperti saya dan Anda untuk memboyong kendaraan hybrid yang sudah familiar. Seperti Honda CR-V Hybrid ini.

Honda CR-V Hybrid

Layout kendaraan: SUV, 5-pintu, mesin depan, FWD/AWD
Mesin: 2.0-liter empat-silinder i-VTEC & dua motor elektrik/181 bhp/315 Nm
Transmisi: fixed single gear ratio
Dimensi (PxLxT): N/A
Wheelbase: N/A
Bobot kosong: N/A       
Kapasitas tangki BBM: N/A
Rekomendasi BBM: RON 92

YOGI WICAKSONO

Kolom Komentar

Last Updates

Manjakan Pelanggan Suzuki Gelar Suzuki Day di Pondok Indah

JAKARTA, 18 Januari 2019 -- PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bekerja sama dengan PT Indomobil Multi Trada Group memanjakan pelanggan...

KTB Gelar Program Dukung Kemajuan Pendidikan SMK di Indonesia

BANDUNG, 18 Januari 2019 -- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) membuka tahun 2019 dengan melaksanakan program FUSO Belajar...

McLaren 600LT Spider Lengkapi Keluarga Line Up Longtail

WOKING, 18 Januari 2019 – Rangkaian keluarga model Longtail dalam line up McLaren kembali bertambah, dengan diluncurkannya varian baru dari...

KOMPARASI: Apakah Avanza Lebih Unggul dari Xpander dan Ertiga?

JAKARTA, 18 Januari 2019 - Kehadiran Toyota New Avanza dan New Veloz menjadi perbincangan hangat dunia otomotif dalam beberapa pekan...

Toyota New Avanza Hadir, Mitsubishi Gentar Suzuki Lebih Santai

JAKARTA, 18 Januari 2019 - Kehadiran Toyota New Avanza dan Grand New Daihatsu di Indonesia rupanya tidak terlalu menggentarkan pasar...