Mengenal Merek Mobil Sultan Hongqi, Dari Simbol Negara Menuju Pasar Global
Titik penting komersialisasi Hongqi ke pasar global terjadi pada tahun 2018, dengan memperkenalkan strategi dan konsep baru yang membawa merek menuju arah yang lebih modern.
JAKARTA, Carvaganza - Satu lagi brand mobil asal Cina masuk Indonesia, Hongqi. Pabrikan tersebut sudah memiliki diler pertamanya di daerah Mampang, Jakarta Selatan. Berada satu deretan ruas jalan dengan brand premium asal Jepang, Lexus dan brand Mercedes-Benz dari Jerman.
KEY TAKEAWAYS
Apa arti nama Hongqi?
Hongqi berarti “bendera merah” dalam bahasa Mandarin. Nama tersebut menjadi bagian dari identitas historis merek yang sejak awal memiliki kaitan erat dengan perkembangan industri otomotif China.Kapan Hongqi didirikan?
Hongqi didirikan pada 1958 dan menjadi salah satu merek penting dalam sejarah awal industri otomotif China.Kapan Hongqi mulai mengalami transformasi sebagai merek modern?
Salah satu titik penting terjadi pada 2018, ketika Hongqi memperkenalkan konsep “New Hongqi” dan mulai memperkuat arah sebagai merek premium modern dengan fokus pada desain, teknologi, serta pengalaman pelanggan.Merek ini masuk ke Indonesia di bawah payung Indomobil Group, salah satu raksasa otomotif di pasar domestik yang dikenal dengan sejumlah brand ternama. Nah, kehadiran Hongqi sebagai brand mobil premium asal Cina menjadi hal yang sangat menarik bagi kalangan antusias di negeri ini.
Mungkin Hongqi adalah satu-satunya brand asal Cina yang bisa menawarkan history building, bukan sekadar future building seperti yang ditawarkan oleh brand mobil asal Tiongkok pada umumnya. Ia pun merupakan salah satu brand mobil tertua di Negeri Tirai Bambu.
Baca juga: Hongqi E-HS9 Bawa Nilai Historis dengan Estetika Ikonik
Hongqi CA 72 1965 dan CA 770 1974. Foto. supercars.net
Jadi jauh sebelum merek-merek mobil China bermunculan dengan SUV modern, mobil listrik berteknologi tinggi, dan desain futuristis, Hongqi sudah lebih dulu memiliki tempat khusus dalam sejarah otomotif Negeri Tirai Bambu. Ia seperti brand mobil asal Jepang, Korea dan Eropa, yang sudah memiliki perjalanan panjang di industri otomotif.
Merek yang memiliki arti ‘Bendera Merah’ itu lahir pada 1958. Menurut sejarah resmi perusahaan, Hongqi menjadi salah satu tonggak awal produksi mobil secara mandiri di China. Sejak awal kelahirannya, Hongqi tidak diposisikan sebagai merek mobil biasa. Mobil ini hadir sebagai kendaraan kenegaraan dan digunakan dalam berbagai agenda nasional.
Dari sinilah cerita Hongqi menjadi menarik. Perjalanannya bukan sekadar tentang bagaimana sebuah produsen mobil membuat kendaraan, tetapi juga bagaimana sebuah merek yang identik dengan simbol negara mencoba bertransformasi menjadi pemain otomotif premium dengan ambisi global.
Baca juga: Hongqi Resmi Masuk Indonesia, E-HS9 Jadi Model Perdana
Sedan CA72 1958, mobil pertama yang dibuat oleh pabrikan Hongqi. Foto:wikipedia.org
Lahir dari Era Awal Industri Otomotif China
Ketika Hongqi diperkenalkan pada 1958, industri otomotif China masih berada pada fase awal. Hongqi kemudian mengembangkan sejumlah model yang menjadi bagian penting dalam sejarah otomotif China. Salah satunya adalah CA72, yang menjadi produk awal Hongqi setelah melalui serangkaian pengembangan dan uji produksi.
Tidak lama kemudian muncul CA770, sedan tiga baris yang memiliki posisi sangat penting bagi Hongqi. Mobil tersebut dikenal sebagai kendaraan kenegaraan dan digunakan oleh para pemimpin China serta tamu negara.
Karakter itu membuat Hongqi mendapatkan identitas yang berbeda dibandingkan merek otomotif lainnya. Jika banyak produsen otomotif membangun reputasi melalui mobil penumpang untuk masyarakat luas, Hongqi sejak awal justru tumbuh dari kendaraan dengan status khusus.
Pada dekade 1960-an dan 1970-an, Hongqi bahkan disebut sebagai salah satu simbol industri otomotif China.
Baca juga: Hongqi House Mampang, Rumah Pertama Hongqi di Indonesia yang Usung Konsep Hospitality
Presiden Xi Jinping di dalam Mobil LimousineKepresidenan Hongqi L5. Foto: thefederal.com
Dari Mobil Kenegaraan Menuju Merek Komersial
Brand tidak puas hanya menjadi simbol khusus dan status Istimewa. Dunia otomotif terus berubah. Setelah akhir 1970-an, Hongqi mulai bergerak menuju proses marketisasi dan komersialisasi. Artinya, identitas Hongqi perlahan tidak lagi hanya berkaitan dengan kendaraan kenegaraan.
Namun, perjalanan itu tidak berjalan mulus. Cita-cita itu berjalan agak tersendat, tapi brand tetap ingin mewujudkan visi perusahaan untuk masa depan baik secara industri maupun ekonomi.
Momentumnya terjadi pada era 1990-an dan 2000-an melalui berbagai model baru. Hongqi juga pernah mengembangkan produk bersama mitra internasional, termasuk model yang dirancang bersama Ford. Tetapi transformasi terbesar justru datang beberapa dekade kemudian.
Baca juga: Land Cruiser 300 Hybrid EV, Babak Baru Perjalanan SUV Ikonik 75 Tahun
Hongqi N701 ketika dibawa dalam kunjungan Presiden Xi Jinping ke Malaysia.
Lompatan Penting Bagi Hongqi
Pabrikan melakukan lompatan penting bagi komersialisasi pada tahun 2018. Brand memperkenalkan strategi dan konsep desain baru yang kemudian dikenal sebagai “New Hongqi”. Strategi tersebut membawa merek ini menuju arah yang lebih modern, dengan fokus pada teknologi, desain, pengalaman pelanggan, serta ekspansi pasar.
Hongqi tidak lagi hanya ingin dikenal karena sejarahnya. Merek ini mulai membangun identitas baru dengan konsep “new nobility”, “new exquisiteness”, dan “new feelings”. Filosofinya menggabungkan budaya Oriental dengan teknologi serta desain modern.
Perubahan itu kemudian terlihat jelas pada bahasa desain produk-produknya. Grille besar, aksen vertikal yang terinspirasi bentuk bendera, lampu dengan karakter khas, serta proporsi bodi yang elegan menjadi elemen visual yang membedakan Hongqi dari banyak merek China lainnya.
Baca juga: Ferrari Perkenalkan 296 GT Modificata, Bawa DNA 296 GT3 Evo dan Tenaga 720 HP
Hongqi E-HS9.
Dari Sedan Mewah hingga SUV dan Mobil Listrik
Hongqi membagi keluarga produknya ke dalam beberapa seri, yakni L, S, H, dan Q. Seri L ditempatkan sebagai lini kendaraan kelas tertinggi, S untuk coupe, H sebagai lini kendaraan utama, sedangkan Q diarahkan untuk kendaraan komersial atau perjalanan bisnis.
Di sisi lain, kebutuhan pasar global mulai berubah. SUV semakin populer. Elektrifikasi berkembang pesat. Teknologi konektivitas dan fitur bantuan pengemudi menjadi bagian penting dari kendaraan modern.
Hongqi pun ikut masuk ke arena tersebut. Salah satu model yang menjadi representasi transformasi tersebut adalah Hongqi E-HS9, SUV listrik berukuran penuh yang membawa kombinasi antara kemewahan, teknologi elektrifikasi, dan karakter desain khas Hongqi.
Secara global, E-HS9 diposisikan sebagai salah satu model strategis Hongqi dalam pengembangan kendaraan energi baru. Mobil ini pun sudah dipasarkan di Indonesia, tentunya untuk kalangan ‘Sultan’ yang menginginkan kemewahan ala Tiongkok. Dijual dengan harga Rp 1,8 milyar on the road.
SUV listrik ini memiliki dimensi lebih dari lima meter dengan wheelbase 3.110 mm. Versi tertentu menggunakan baterai berkapasitas hingga 120 kWh dan sistem penggerak empat roda elektrik dengan kombinasi motor hingga 160 kW + 245 kW. Hongqi mencantumkan jarak tempuh hingga sekitar 515 km berdasarkan WLTP untuk varian tertentu.
Yang menarik bukan hanya angka spesifikasinya. Hongqi mencoba menerjemahkan karakter mobil mewah ke dalam format kendaraan listrik. Kabinnya menawarkan konfigurasi premium, panoramic sunroof, material interior kelas atas, hingga fitur seperti kursi dengan fungsi pemanas, ventilasi dan pijat pada varian tertentu.
Baca juga: Merasakan Langsung Kemewahan Maybach Brand Center Pertama di Dunia
Fasilitas pabrik pembuatan Hongqi di Changcun, Cina.
Identitas China Tetap Dipertahankan
Salah satu hal yang membuat Hongqi berbeda adalah keberaniannya mempertahankan identitas asal. Di tengah persaingan global, banyak merek China berusaha menggunakan desain yang universal agar mudah diterima berbagai pasar. Hongqi mengambil pendekatan yang sedikit berbeda.
Bahasa desainnya justru banyak mengambil inspirasi dari elemen budaya China. Hongqi menjelaskan grille depan sebagai representasi “mountain waterfall”, sementara elemen garis merah pada bagian depan dan bodi dikaitkan dengan visual bendera yang berkibar. Lampu depan dan sejumlah detail eksterior juga dirancang untuk membawa interpretasi budaya tersebut ke dalam bentuk modern.
Hasilnya adalah kendaraan yang secara visual cukup mudah dikenali. Ada kesan formal, besar, dan elegan yang menjadi benang merah produk-produk Hongqi. (EKA ZULKARNAIN)
Baca juga: Lexus Indonesia Hadirkan All-New ES Juli depan, Ini Perubahannya
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Hongqi Pilihan
- Latest
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza