Generasi Baru Nissan Evalia Lahir Di Cina, Usung Mesin PHEV
Lewat strategi "mild off-road PHEV MPV", pabrikan ingin menyasar pasar "vanlife" yang tengah berkembang pesat di Negeri Tirai Bambu.
JAKARTA, Carvaganza - Nissan NV200, yang juga dikenal dengan nama Evalia, akan kembali hadir dalam generasi keduanya. Setelah sempat menghentikan produksinya di Jepang, Zhengzhou Nissan—perusahaan di bawah Dongfeng Motor Group dan bagian dari kerja sama kendaraan komersial Dongfeng-Nissan—tertangkap memamerkan unit tanpa kamuflase di Tiongkok. MPV berbentuk kotak ini kini mengalami transformasi besar dengan mengadopsi teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
KEY TAKEAWAYS
Apa jantung pacu yang dipakai oleh generasi terbaru Nissan Evalia?
Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang mengambil basis teknologi dari sedan Nissan N6. Memadukan mesin bensin berkapasitas 1.5 liter bersama sebuah motor elektrik yang memiliki daya lebih besar, mencapai 155 kW (setara dengan 208 hp).Berapa jarak yang dapat ditempuh oleh Nissan Evalia PHEV?
Diperkirakan mampu menyediakan jarak tempuh dalam moda listrik murni antara 80 hingga 150 kilometer.Menurut laporan data otomotif global, generasi terbaru NV200 diposisikan sebagai "mild off-road PHEV MPV". Strategi ini sengaja diterapkan oleh pabrikan untuk menyasar pasar "vanlife" yang tengah berkembang pesat, menjangkau konsumen yang gemar aktivitas luar ruang dengan kendaraan ringkas. Peluncuran resminya direncanakan berlangsung pada Oktober atau kuartal keempat tahun 2026.

Eksterior Modern Pertahankan Siluet Boxy
Eksterior mobil ini mengadopsi bahasa desain khas New Energy Vehicle (NEV) dari Nissan modern. Bagian fasad terlihat minimalis dengan grille tertutup yang dihiasi bingkai hitam berkesan futuristik. Pilar A yang ikonik dengan jendela kecil di sudut tetap dipertahankan, mempertahankan siluet khas generasi pendahulunya.
Untuk memudahkan akses ke kabin tengah, kendaraan ini dilengkapi pintu geser di kedua sisi. Pegangan pintu masih menggunakan model konvensional guna memastikan fungsionalitas yang sesuai untuk van kelas menengah. Sementara itu, bagian belakang dirancang tegak lurus dengan tambahan lampu belakang horizontal yang memberikan tampilan kokoh. Pada bagian roda, pelek tri-spoke dengan desain rata digunakan untuk meningkatkan efisiensi aerodinamis.
Penyempurnaan besar di bagian interior
Kabin mengalami transformasi besar mengikuti tren digitalisasi. Desain setir kini selaras dengan model sedan listrik Nissan N6 dan N7. Tuas transmisi dipindahkan ke kolom kemudi, menciptakan ruang lebih luas di area konsol tengah.
Dasbor didesain dengan monitor mengambang yang menjadi pusat perhatian. Namun, kontrol AC fisik tetap ditempatkan di bawah layar untuk memudahkan pengoperasian selama berkendara. Material abu-abu mendominasi kabin, dikombinasikan dengan bahan lembut berwarna cerah pada bagian atas dasbor. Sementara itu, fleksibilitas muatan tetap menjadi salah satu keunggulan utama, melanjutkan ciri khas kabin lapang NV200.

Mesin PHEV yang bertenaga
Dalam hal performa, varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini diyakini mengusung sistem penggerak yang mengambil basis teknologi dari sedan Nissan N6. Kombinasi dapur pacu tersebut memadukan mesin bensin berkapasitas 1.5 liter dengan output tenaga sebesar 75 kW (setara dengan 101 hp) bersama sebuah motor elektrik yang memiliki daya lebih besar, mencapai 155 kW (setara dengan 208 hp).
Sistem penggerak ini dirancang untuk menyalurkan seluruh tenaganya ke roda depan dengan format Front-Wheel Drive (FWD). Sistem suspensi yang menopang kenyamanan berkendara menggunakan konfigurasi MacPherson strut di bagian depan dan torsion bar di bagian belakang, guna memberikan stabilitas serta pengendalian yang optimal.
Sementara itu, sektor penyimpanan energi didukung oleh baterai berteknologi Lithium Iron Phosphate (LFP), yang diperkirakan mampu menyediakan jarak tempuh dalam moda listrik murni antara 80 hingga 150 kilometer, berdasarkan parameter pengujian standar CLTC. Bagi konsumen yang mencari alternatif lain selain PHEV, terdapat rumor bahwa pabrikan juga akan menyediakan beberapa varian mesin tambahan. Salah satu opsinya adalah mesin bensin 2.0 liter naturally aspirated, yang diposisikan untuk memberikan performa konvensional. Tak hanya itu, varian e-Power dengan mesin bensin berkapasitas lebih kecil, yakni 1.2 liter, juga dikabarkan akan hadir sebagai opsi hemat untuk mengisi segmen entry-level.
Dari segi harga, produk ini dikabarkan bakal dipasarkan secara kompetitif dengan banderol yang diproyeksikan berkisar antara 80.000 hingga 180.000 yuan. Jika dikonversikan ke mata uang rupiah, angka ini setara dengan kisaran Rp180 juta hingga Rp400 jutaan, memberikan opsi menarik bagi konsumen di berbagai kalangan pasar. (ANINDIYO/EK)
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Nissan Pilihan
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature