Beranda Features Sergio Marchionne, Big Bos Kharismatik Fiat dan Ferrari

Sergio Marchionne, Big Bos Kharismatik Fiat dan Ferrari

Sumber foto: www.nbcnews.com

TORINO, 29 Juli 2018 – Presiden dan CEO Ferrari Sergio Marchionne telah meninggal dunia hari Rabu kemarin (25/7) dalam usia 66 tahun karena komplikasi yang ia derita setelah menjalani operasi bahu di Zurich, Swiss.

Pria kelahiran Chieti, Italia, tahun 1952 tersebut dikenal sebagai bos kharismatik yang berhasil menggabungkan Fiat dan Chrysler menjadi perusahaan yang sangat menguntungkan setelah sebelumnya mengalami krisis finansial yang lumayan akut.

Ketika memimpin Fiat tahun 2004, Ia bukan berasal dari orang otomotif melainkan dibajak dari SGS S.A, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengawasan kesehatan. Ia memimpin Fiat setelah Umberto Agnelli meninggal dunia karena kanker.

Di tahun-tahun pertama memimpin Fiat, untuk menyehatkan perusahaan tersebut baik dalam hal keuangan dan penjualan, ia mengurangi jumlah karyawan level tengah dan mengurangi gaji karyawan di level tertentu agar perusahaan tidak terus-menerus merugi. Setelah dua tahun memimpin, Fia berubah menjadi perusahaan yang meraup keuntungan pertamanya dalam lima tahun.

Ketika industri otomotif di dunia diguncang oleh krisis financial pada akhir 2000an, banyak pihak yang meragukan bahwa pabrikan mobil ikonik asal Amerika, Chrysler akan bertahan. Chrysler pada saat itu berada di ambang kebangkrutan di masa pemerintahan Barrack Obama. Fiat datang dan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan tersebut, kemudian Marchionne dipasang sebagai CEO.

Di bawah kepemimpinannya, Marchionne sukses mengubah Chrysler dari pabrikan mobil yang sakit-sakitan menjadi pabrikan mobil yang menguntungkan dan bebas hutang. Marchionne bahkan membela kebijakan pemerintah AS untuk mempertahankan Chrysler. Kepada CNN tahun 2011, ia pernah menyatakan bahwa jika ada pihak atau orang yang berpikir bahwa Chrysler akan selamat tanpa bantuan pemerintah, mungkin dia “sedang menghisap barang haram.”

Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang berani membuka borok dan kesalahan perusahaannya sendiri. Karena Dodge Caliber gagal di pasar Amrik, Marchionne pada 2012 lalu pernah menuding kesalahan terbesar mobil itu terletak pada desain dan menyebut mobil tersebut “barang busuk”. Tahun 2014, Ia pernah menghimbau konsumen agar tak membeli mobil listrik Fiat 500e. “Saya minta Anda jangan membeli mobil ini, karena setiap saya jual satu unit mobil ini, saya rugi US$ 14.000,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Washington.

Marchionne adalah orang yang gigih memperjuangkan merger antara Chrysler dan Fiat yang akhirnya menjadi perusahaan sukses. Fiat Chrysler Automobiles terdaftar di Bursa Saham New York tahun 2014 dan pada tahun 2017, perusahaan ini membukukan 2 juta unit penjualan mobil di AS, dua kali lipat dari angka penjualan tahun 2009 yang merupakan masa-masa kelam Chrysler. Penjualan FCA di dunia sendiri pada 2017 sebesar 4,7 juta unit.

EKA ZULKARNAIN

Kolom Komentar



latest updates

Rayakan 20 Tahun, Shop&Drive Beri Promo Menarik

JAKARTA, 15 November 2018 – Dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-20 tahun, Shop&Drive menawarkan berbagai promo menarik yang dapat...

Test Drive Mini Cooper 3-Door: Bikin Syuur

JAKARTA, 15 November 2018 – Kalau bicara soal MINI, kita bicara soal kenikmatan handling. Dan jangan lupa menulis MINI sekarang...

Intersport World Stage 2018, Siap Adu Drifter Nasional dan Internasional

JAKARTA, 15 November 2018 – Para penggemar drift akhir pekan ini akan disajikan satu event menarik yaitu Intersport World Stage...

VIDEO: Test Drive Ferrari Portofino Sama Pembalap Drag

JAKARTA, 15 November 2018 - Ferrari Portofino akhirnya hadir di Indonesia melalui Ferrari Jakarta. Mobil bermesin V8 generasi pengganti California T...

Bodykit Toyota FT 86 Buatan Lokal Bakal Diluncurkan di IMX 2018

JAKARTA, 15 November 2018 - Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 akan dihelat dua hari lagi. Pameran modifikasi bertaraf international ini...