Beranda Features Ini 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak A/C Mobil

Ini 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak A/C Mobil

Foto: www.eveningtelegraph.co.uk

JAKARTA, 27 Agustus 2018 — Penyejuk udara alias air conditioner (A/C) pada mobil merupakan perangkat vital, apalagi untuk negara tropis seperti Indonesia. Perangkat ini menggunakan refrigeran sebagai pendingin udara yang bersikulasi di dalam kabin untuk membuat pengemudi dan penumpang merasa sejuk.

Sayangnya A/C dapat mengalami gangguan seiring berjalannya waktu. Gangguan paling sering terjadi adalah bau tidak sedap. Gejala bau tidak sedap umumnya berasal dari kebiasaan pemakai mobil yang tidak bersih.

Ada 5 kebiasaan yang bisa bikin perangkat A/C mengeluarkan bau tidak sedap seperti dilansir situs Hyundai Mobil Indonesia.

1. Merokok

Kebiasaan tidak sehat ini akan meninggalkan bau tidak sedap pada kabin mobil. Asap dari rokok akan menempel pada interior, dan juga terhirup oleh blower A/C. Selain itu abu rokok yang tidak sengaja terjatuh juga akan terisap oleh blower A/C. Akibatnya akan terjadi tumpukan debu di dalam blower A/C dan mengakibatkan bau yang tidak sedap.

2. Makan Di Dalam Mobil

Makanan akan meninggalkan bau pada kabin mobil, apalagi jika aromanya tajam. Aroma ini akan menempel pada material interior dan terhisap oleh blower A/C, sehingga mengeluarkan bau tidak sedap.

3. Membuka Kaca Jendela Selama Perjalanan

Ketika membuka kaca jendela selama dalam perjalanan, kotoran, dan debu akan terbawa ke kabin ketika pengemudi. Akibatnya debu akan menempel pada karpet dan jok yang berpotensi besar terhisap oleh blower.

4. Pengharum Kabin

Pengharum kabin bisa membuat aroma A/C jadi bau asam terutama dari pengharum kabin dengan zat cair. Penyebabnya ketika suhu kabin panas, parfum kabin ini menguap. Lantas uapnya masuk ke segala penjuru mobil, tidak terkecuali jalur A/C hingga filternya. Karena jalur A/C itu tempat yang lembab, jadi uap ini mengendap dan bereaksi mengeluarkan bau asam.

5. Menyalakan A/C Saat Mobil Melaju Kecepatan Tinggi

Kebiasaan ini bisa menyebabkan kompresor A/C menjadi rusak. Karena ketika A/C dihidupkan saat kecepatan tinggi, kompresor menyala dan akan menerima beban berat akibat putaran mesin yang tinggi. Kompresor akan menerima gesekan yang keras pada bagian dalamnya. Jika kebiasaan ini dibiarkan maka kompresor lama-lama akan lemah kinerjanya.

RAJU FEBRIAN

Kolom Komentar

Last Updates

Head Unit Baru dari Pioneer Istimewakan Pemilik Smartphone Android

JAKARTA, 16 Januari 2019 – Para pemakai gadget dengan sistem operasi Android kini bisa menikmati berbagai fitur dan aplikasinya pada mobil kesayangan, melalui produk...

Umumkan Program Balapnya, Honda Pasok Mesin 2 Tim F1 Musim 2019

TOKYO, 16 Januari 2019 – Honda Motor Co., Ltd. mengumumkan rangkaian aktivitas balap yang akan diikuti di berbagai ajang balap Internasional untuk musim...

Velozity Bantu MTs Nurul Islam Kalianda Lampung yang Terkena Tsunami

JAKARTA, 16 Januari 2019 – Komunitas Velozity yang diwakili oleh Velozity Chapter Lampung (VCL) membuka tahun 2019 dengan melakukan kegiatan...

Singapore Motor Show 2019, Masih Gedean GIIAS

SINGAPURA, 16 Januari 2019 – Singapore Motor Show 2019 sudah selesai hari Minggu kemarin (13/1). Jika dibandingkan dengan pameran mobil...

Lexus RC F Makin Langsing dan Segar

DETROIT, 16 Januari 2019 – Lexus meracik ulang salah satu mobilnya 2020 Lexus RC F. Mobil ini kini memiliki tubuh...