Beranda Features Ferrari Challenge, Balapan Para Penggemar Kuda Jingkrak

Ferrari Challenge, Balapan Para Penggemar Kuda Jingkrak

foto;www. becauseracer.my

JAKARTA, 19 Februari 2018 — Ferrari selalu erat kaitannya dengan kompetisi balap. Apalagi brand berlogo Kuda Jingkrak ini dulunya dibangun oleh Enzo Ferrari dari rahim motorsport terlebih dulu lalu akhirnya menjelma menjadi merek supercar jalan raya yang identik dengan warna merah.

Salah satu kompetisi balap Ferrari yang paling menarik perhatian selain Formula 1 adalah Ferrari Challenge. Balapan ini disebut-sebut sebagai kompetisi one-make race dengan range yang paling lebar dan bergengsi di dunia. Sudah dilakukan sejak tahun 1993 dan merupakan balapan dengan FIA sanctions yang memberlakukan standar keselamatan tertinggi dan terorgansir dengan sangat apik.

Ferrari Challenge terbagi ke dalam tiga zona kompetisi yaitu Eropa (yang merupakan zona kompetisi balap paling tua), Amerika Utara dan Asia Pasifik. Untuk kategori pembalapnya terbagi ke dalam tiga kelas yaitu Trofeo Pirelli, Trofeo Pirelli Am dan Coppa Shell. Di dalam kelas Coppa Shell terbagi lagi ke dalam kelas Gentleman Cup untuk pembalap di atas 55 tahun dan Ladies Cup untuk perempuan.

Baca Juga:  Ratusan Ferrari Dino Cetak Rekor di Perayaan 50 Tahun

Sirkuit yang dijadikan lokasi balapan pun memiliki nilai history sangat tinggi dan kental dengan aura kompetisi seperti Monza, Mugello dan Silverstone di Eropa; Laguna Seca, Montreal dan Austin di Amerika Utara. Di Asia Pasifik terdapat nama Melbourne, Shanghai, Fuji dan Singapore. Trek-trek tersebut sangat identik dengan The Pinnacle of Motorsport, Formula 1.

Indonesia pada musim 2018 ini mengirimkan lima pembalapnya ke ajang Ferrari Challenge Asia Pasifik tiga di antaranya sangat dikenal oleh kalangan motorsport enthusiast nasional yakni Renaldi Hutasoit, Kamaditya dan Rama Danindro. Renaldi atau akrab dipanggil Aldi sendiri sudah pernah mengikuti balapan serupa pada musim 2015 dan 2016, namun pada musim 2017 vakum dan musim sekarang aktif kembali.

Kamadita ( kiri) dan Renaldi Hutasoit (kanan).

Tim Ferrari Challenge Asia Pasifik

Seri di Asia Pasifik baru dibuka pada musim 2011 sehubungan dengan tingginya minat para pembalap Asia untuk mengikuti kejuaraan ini dan juga disebabkan meningkatnya penjualan Ferrari di kawasan tersebut. Tim dari Indonesia sendiri pada musim ini diwakili oleh lima pembalap, dari dua pembalap pada musim 2016 lalu.

Baca Juga:  Ronaldo ke Juventus Ancam Posisi Raikkonen di Ferrari

Selain Indonesia, negara lain yang diperkuat oleh lima pembalap adalah Cina, Jepang dan Hongkong. Lima pembalap Indonesia ini akan memakai tiga mobil, di mana empat pembalap di antaranya berbagi dua mobil berada di kelas Copa Shell, sedangkan Renaldi berada di kelas paling tinggi, Trofeo Pirelli.

Mobil

Mulai musim 2017 kemarin, mobil yang dipakai dalam balapan adalah Ferrari 488 yang merupakan mobil turbo pertama yang diciptakan untuk balapan one-make race dan mobil tersebut juga dipakai untuk musim 2018. Ferrari 488 menggantikan Ferrari 458 yang sudah dipakai sejak musim 2011 dan sejak 2014 dilengkapi dengan kit aerodinamika untuk mempertinggi downforce mobil.

Elemen aerodinamika pada mobil dipengaruhi oleh aerodinamika pada mobil F1. Pada 488, rear wing dibuat lebih besar dibandingkan 458. Splitter bagian depan juga dibuat lebih besar, sedangkan posisi radiator agak dimundurkan untuk mengurangi drag.

Ferrari Challenge sudah dilangsungkan sejak 1993 dengan pembagian Ferrari 348 Challenge (1993 – 1995), Ferrari F355 Challenge (1995 – 2000), Ferrari 360 Challenge (2000 – 2006), Ferrari F430 Challenge (2006 – 2011), Ferrari 458 Challenge (2011 – 2017), dan Ferrari 488 Challenge (2017 – …. )

Baca Juga:  Rezza Kamaditya Nyaris Saja Juara Ferrari Challenge
Ferrari 488 Challenge

Perbedaan Ferrari 488 Challenge dengan Ferrari 458 Challenge

Ferrari 488 Ferrari 458
Mesin V8 turbo 3.9L V8 NA 4.5L
Power maks. 670 hp 570 hp +17%
Torsi maks. 760 Nm 540 Nm +41%
Power/weight ratio 2,00 kg/hp 2,14 kg/hp -7%
Lap di Fiorano 1m 15,5 detik 1m 16,5 detik -1 detik

 

JADWAL BALAPAN

– 22 Maret – 25 Maret 2018: Melbourne, Australia (berbarengan dengan GP F1)
– 12 April – 15 April 2018: Hampton Downs, Selandia Baru.
– 24 Mei – 27 Mei 2018: Shanghai, Cina.
– 28 Juni – 01 Juli 2018: Fuji, Jepang.
– 23 – 25 Agustus 2018: Suzuka, Jepang.
– 14 -16 September 2018: Singapura.
– 1 – 4 November 2018: Monza, Italia – Finali Mondiali

EKA ZULKARNAIN