Beranda EDITOR'S PICKS TWTW: Early electric cars

TWTW: Early electric cars

Belakangan ini tak sedikit pabrikan mobil menawarkan mobil listrik demi zero emission. Tapi keberadaan teknologi ini sudah ada hampir dua abad lalu.

SETELAH tampil di Frankfurt Motor Show 2015 sebagai mobil konsep, Porsche mengembangkan Mission E yang rencananya akan dijual pada akhir 2019. Uniknya, inilah mobil fully electric pertama bagi pabrikan asal Jerman tersebut dan akan dilengkapi baterai yang mampu menempuh jarak 500 km dengan waktu pengisian ulang selama 15 menit.

Mission E memang mobil listrik pertama Porsche, tapi mobil listrik pertama di muka bumi ini sudah ada hampir dua abad lalu. Semua itu berawal dari Ányos Jedlik, seorang penemu asal Hungaria, yang menciptakan mesin listrik pada 1828. Kemudian ia memasang mesin tersebut pada mobil kecil buatannya. Setelah itu beberapa penemu dari berbagai belahan dunia juga menciptakan mobil listrik versi mereka masing-masing. Tapi semua itu  sebatas prototipe. Baru di akhir 1890-an, mobil listrik mulai diproduksi untuk umum.

Baker Motor Vehicle Company (BMV) asal Amerika Serikat merupakan yang pertama dalam memproduksi mobil listrik pada 1899. Produk perusahaan spesialis mobil listrik tersebut merupakan kendaraan dua penumpang seharga US$850. Salah satu unitnya dibeli oleh Thomas Alva Edison – pembisnis handal sekaligus pencipta bohlam lampu tahan lama – dan menjadi mobil pertamanya. Edison bahkan mendesain baterai berbahan nikel dan besi yang lebih tahan lama untuk digunakan dalam mesin Baker Electrics, brand mobil perusahaan tersebut.

Karena tingginya minat, BMV memperbanyak model mobilnya pada 1904 dengan nama Runabout yang bertenaga 0,75 hp saja, serta Stanhope dengan tenaga 1,75 hp. Keduanya berkapasitas dua penumpang dengan bodi yang terbuat dari kayu.

Dua tahun kemudian mereka memproduksi 800 mobil sehingga menjadikannya pabrikan mobil listrik terbesar di dunia saat itu. Pada 1907, BMV sudah memiliki 17 varian mobil. Model terkecilnya adalah Stanhope dan yang terbesar Inside Drive Coupe. Mereka bahkan memproduksi truk dengan kapasitas sampai lima ton.

Berhubung mobil listrik saat itu memiliki keterbatasan jarak tempuh, popularitasnya menurun drastis di era 1920-an sejak infrastruktur jalan membaik. Selain itu, ketersediaan bahan bakar fosil juga meningkat sehingga harga mobil bensin lebih terjangkau ketimbang mobil listrik. Untungnya, dengan semakin tingginya kesadaran akan pelestarian alam, kini popularitas mobil listrik kembali meningkat.

MIRAH PERTIWI

Kolom Komentar



latest updates

Nissan Indonesia Donasi Kendaraan Penjernih Air untuk Sulawesi Tengah

JAKARTA, 14 November 2018 – Nissan Indonesia memberikan donasi untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah dan daerah lain yang terkena dampak....

Balap Jalanan BSD Siap Digelar Akhir Tahun, Lombakan 9 Kelas

JAKARTA, 14 November 2018 - Balap BSD City Grand Prix akan kembali digelar di sirkuit BSD, Tangerang Selatan, untuk menutup...

Komunitas Isuzu Elf Gelar Jamnas dan Munas di Solo

SOLO, 14 November 2018 – Komunitas dan kumpul bareng otomotif tak hanya milik pengguna sedan mewah atau SUV. Pemilik dan...

IMX 2018 Siapkan Puluhan Hadiah Menarik bagi Pengunjung

JAKARTA, 14 November 2018 – Berbagai hadiah menarik disiapkan panitia Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 yang akan diselenggarakan di Balai Kartini,...

Lotus Exige Sport 410, In-Between

Bagi penggemar Formula 1 tentunya sudah tak asing dengan nama Lotus. Brand ini punya sejarah panjang di ajang motorsport bergengsi...