Beranda EDITOR'S PICKS Mazda CX-9, Japanese Beauty

Mazda CX-9, Japanese Beauty

Versi generasi kedua terlihat lebih indah dengan garis-garis yang lebih halus dan fitur yang lebih lengkap.

SUV besar Mazda CX-9 pernah hadir di Indonesia selama tiga tahun dari tahun 2010 sampai 2014, namun penjualannya sempat dihentikan karena pajak barang mewah yang tinggi untuk mobil dengan kapasitas mesin di atas 3000 cc. Nah, mesin yang digunakan oleh Mazda CX-9 waktu itu adalah 3.7 liter.

Memasuki tahun 2018, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), sebagai APM Mazda, merilis Mazda CX-9 terbaru untuk pasar nasional setelah cukup lama penjualannya dihentikan. CX-9 ini adalah generasi kedua yang merupakan generasi paling anyar hasil pengembangan dari generasi pertama yang dikembangkan dari tahun 2006 – 2013. Generasi pertama yang diperkuat oleh mesin 3.5 liter pernah mendapatkan facelift pada tahun 2013 – 2015 dengan transmisi otomatis 6 kecepatan. Kapasitas mesin lantas ditingkatkan menjadi 3.7 liter yang diproduksi dari tahun 2008 – 2015 dengan transmisi sama.

SUV/crossover tiga baris ini pernah menjadi model populer di Indonesia, namun waktu itu belum dilengkapi dengan mesin Skyactiv. Sedangkan yang versi terbaru, selain mengusung bahasa desain KODO –Soul Of Motion, juga mengombinasikannya dengan teknologi Skyactiv terbaru. Mesinnya pun berubah dari naturally aspirated 3.7 liter menjadi 2.5 liter turbo. Secara otomatis dengan mesin yang lebih rendah, pajak terhadap Mazda All New CX-9 tidak tinggi seperti sebelumnya.

Desain KODO – Soul of Motion yang diusung CX-9 adalah yang terbaru dan terbesar karena dalam barisan model Mazda serta CX-9  merupakan model generasi terbaru Mazda yang paling canggih.

Perubahan dapat dilihat dari tampang depan sampai ke belakang. Karakter tampangnya yang sekarang lebih ‘keras’ dan dinamis namun tidak meninggalkan kesan keindahan dan nuansa cantik dengan detail-detail yang lembut.

Garis-garis halus di bagian depan dipadukan dengan grille lima bilah yang memiliki desain berani. Ground clearance memang dibuat lebih pendek dan body bagian atas dibuat lebih ramping sehingga menonjolkan nilai KODO yang paling anyar. Secara keseluruhan Mazda CX-9 memperlihatkan orisinalitas keindahan Jepang.

Kap mesinnya dibuat lebih panjang namun proporsional dengan body mobil, atapnya melandai, velg lebih besar dan overhang pendek sehingga mempertinggi kestabilan mobil. Dengan dimensi panjang 5065 mm, CX-9 lebih pendek 30 mm dibandingkan pendahulunya, namun wheelbasenya melar 55 mm sehingga legroom penumpang menjadi bertambah luas dan akses keluar masuk dari kursi belakang bertambah lebar. Fender dibuat lebih besar untuk mengakomodasi velg 18 dan 20 inci sehingga mobil menjadi lebih besar dan terlihat kekar.

Bagian interior tidak kalah menarik. Untuk memaksimalkan kenyamanan bagi penumpang depan dan penumpang di baris kedua, engineer mendesain ulang kursi depan dengan sandaran kursi yang lebih tipis. Mazda untuk pertama kalinya menggunakan bahan Polyurethane pada sandaran kursi belakang dan juga jok. Pasalnya material ini akan memperkecil getaran dari  permukaan jalan kepada pengemudi maupun penumpang. Material tersebut juga digunakan pada jok di kursi baris kedua.

Untuk mempermudah masuk ke garis ketiga sehingga anak kecil pun gampang masuk ke dalam, pabrikan melengkapinya dengan satu tuas yang mudah. Terdapat dua Latch/ISOFIX di baris kedua, di mana pada jok bagian kanan bisa dilipat 60/40 sehingga tak perlu melepas child seat pada saat penumpang hendak masuk ke baris kedua. Untuk bagian belakang, modul elektronik yang berfungsi menaikkan dan menurunkan  pintu bagasi dibuat lebih ringan 1,1 kg sehingga tidak mengganggu ruang bagasi. Pada bagian bawah bagasi terdapat dua ruang penyimpanan agar daya muat lebih banyak.

Sebagai pabrikan yang concern pada driving experiences untuk semua model yang yang diproduksinya, Mazda juga memperlakukan hal yang sama pada All-New CX-9. Pabrikan menyebut kabin sebagai Head-Up Cockpit untuk menyempurnakan filosofi Jinba Ittai. Artinya, pengemudi bisa betul-betul menikmati atmosfir pengendaraan ketika memacu CX-9 baik dalam hal performa maupun kenyamanan interior.

Sistem infotainment yang terangkum dalam Mazda (MZD) Connect terdiri dari layar sentuh 8 inci yang terletak menonjol di bagian tengah atas dashboard yang dapat dioperasikan melalui tombol commander di konsol tengah. Display tersebut berisikan informasi tentang sistem infotainment, navigasi dan sistem telepon yang bisa terkoneksi dengan Bluetooth dan dua USB port. Pengemudi juga dapat menikmati sajian informasi kecepatan mobil pada head-up display sehingga menghemat kerja mata daripada melihat layar MID di cluster meter. Sistem audio didukung oleh Bose dengan 12 speaker.

Dalam hal bobot, CX-9 teranyar lebih enteng 90 kg dengan konfigurasi penggerak roda depan, sedangkan yang berkonfigurasi AWD berkurang sampai 130 kg dibandingkan versi sebelumnya. Bobot yang lebih enteng itu membuat engineer bisa menambah ketebalan jendela menjadi 4,8mm dan memasang sejumlah sistem peredam suara yang lebih canggih sehingga kabin menjadi lebih senyap. Pada kecepatan 100 km/jam, tingkat kebisingan kabin berkurang 12 persen dibandingkan sebelumnya, dan kebisingan dari jalan raya berkurang 2,0 dB.

Dengan mengadopsi teknologi Skyactiv, mesin juga menjadi lebih ringan. CX-9 teranyar memakai mesin bensin Skyactiv 4 silinder segaris DOHC 16 valve turbo 2.5 liter, menggantikan mesin naturally aspirated 3.7 liter versi sebelumnya yang belum Skyactiv. Mesin terbaru menghasilkan tenaga 228 hp pada 5000 rpm dan torsi maksimal 420 Nm pada 2000 rpm. Pabrikan mengklaim konsumsi bahan bakar lebih efisien menjadi 9,3 liter per 100 km untuk pengendaraan kombinasi (tol dan jalan raya traffic padat).

Dalam hal fitur, Mazda All-New CX-9 dilengkapi fitur-fitur keselamatan berteknologi canggih yang terangkum dalam i-Activsense. Yaitu Adaptive LED Headlights (ALH), Blind Spot Monitoring (BSM), Rear Cross-Traffic Alert (RCTA), Lane-Departure Warning System (LDWS), Lane-keep Assist System (LAS), Smart City Brake Support [Forward/Reverse] (SCBS F/R), Driver Attention Alert (DAA), Dynamic Stability Control & Traction Control System (DSC/TCS), Antilock Brake System (ABS). Artinya, teknologi ini bertindak menyelamatkan dan melindungi penumpang, mobil, pedestarian maupun infrastruktur dari segala hal yang merugikan.

EKA ZULKARNAIN (RAGAM SUMBER)

Kolom Komentar



latest updates

Bimmerfest 2018 di Semarang, Ada Drag War!

SEMARANG, 19 November 2018 - Indonesia Bimmerfest 2018 dilaksanakan di PRPP Tawangsari, Semarang, Jawa Tengah. Kumpul akbar para pecinta BMW...

Eratkan Silaturrahmi, Suzuki ERCI Tangerang Ajak Keluarga Berkemah

BANDUNG, 19 November 2018 -- Komunitas pengguna mobil Suzuki yang tergabung dalam Ertiga Club Indonesia (ERCI) Tangerang, mempunyai cara tersendiri...

Datsun GO-live Dekatkan Diri dengan Anak Muda di Yogyakarta

YOGYAKARTA, 19 November 2018 – Guna lebih mendekatkan diri dengan konsumen anak muda, Datsun mengadakan pameran spesial dan acara test drive dengan nama...

TEST DRIVE: Bentley Continental GT, The Best a GT Can Be

BENTLEY CONTINENTAL GT generasi pertama diluncurkan pada 2003 di bawah naungan VW-Audi, bukan Rolls-Royce. Inilah produk Bentley pertama yang benar-benar...

Debut Indonesia Modification Expo 2018 Diklaim Raih Transaksi Miliaran Rupiah

JAKARTA, 19 November 2018 -- Indonesia Modification Expo (IMX) 2018, pameran modifikasi dan aftermarket pertama dan terbesar di Indonesia sukses...