Beranda EDITOR'S PICKS Finish di GP Cina Menjadi Mileage Baru Bagi Rio Haryanto

Finish di GP Cina Menjadi Mileage Baru Bagi Rio Haryanto

JAKARTA, 18 April 2016 — Rio Haryanto mencatat finis untuk kedua kalinya di Formula 1 setelah menyelesaikan balapan Grand Prix Cina di Sirkuit International Shanghai pada hari Minggu (17/4) kemarin. Dengan berhasilnya Rio menyelesaikan balapan, berarti selama musim berjalan di F1 2016 ini, Ia telah mengumpulkan jarak balapan 719,364 km.

Namun, tentunya jika digabungkan dengan jarak tes pra musim, free practice dan kualifikasi, Rio Haryanto mengantungi sekitar 2000-an km. Semakin tingginya jam terbang Rio, menandakan bahwa pembalap asal Indonesia tersebut menambah pundi-pundi mileage yang ia kumpulkan. Dan mileage sangat penting bagi Rio pada balapan-balapan pertamanya.

Rio Haryanto finis di posisi ke-21 pada balapan di Cina dengan selisih 1 lap dengan sang juara Nico Rosberg dari tim Mercedes. Rio memulai balapan dari posisi start 21, di atas rekan satu timnya Pascal Wehrlein dan Lewis Hamilton. Pascal tidak mencatat waktu di sesi kualifikasi hari Sabtu (16/4) karena mobilnya menghantam tembok setelah kehilangan kendali ketika melewati genangan air di trek sehabis trek lurus di depan pitlane. Sedangkan Lewis gagal mencatat waktu di Q1 karena mengalami kendala pada ERS sehingga harus start dari posisi paling belakang dan ia juga terkenal penalti.

Ketika lima lampu merah padam, Nico Rosberg sebagai pole sitter, disusul Daniel Ricciardo dan Kimi Raikkonen melesat menyambut Tikungan Ke-1 ke kanan lantas kontur menurun kemudian Tikungan ke-2 ke kiri. Duo Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi bertabrakan di Tikungan 1 ketika sedang berduel posisi  dan secara mendadak pembalap Red Bull Daniel Kvyat masuk sehingga ruang menjadi terlalu sempit. Vettel akhirnya menabrak Kimi. Nosenya patah.

Rio di P21 harus berebut posisi dengan Wehrlein dan Lewis Hamilton. Dengan ban soft, Rio masuk Tikungan 1 dengan posisi berdampingan dengan Wehrlein, Lewis merangsek ke depan. Tak lama kemudian, Safety Car diumumkan masuk karena debris tabrakan menganggu jalannya balapan. Delapan pembalap pengguna ban soft masuk pit, tak termasuk Rio dan Pascal.

Rio sempat berada di posisi ke delapan ketika para pembalap di depannya masuk pit. Namun ketika lampu hijau menyala, posisinya melorot. Begitu juga dengan Wehrlein, posisinya terus merosot. Rio masuk pit pertama kali pada lap 18 dengan total waktu 23,183 detik, atau 3 lap setelah Pascal (di lap 15). Dengan ban soft, Rio rejoin kembali di posisi ke-15. Pitstop keduanya di 27 untuk mengganti dengan ban soft dan pitstop ketiga di lap 40 dan mengganti dengan ban medium.

Rio akhirnya finis di P21 dalam balapan penuh drama, sekaligus merupakan finis balapnya yang kedua setelah Bahrain. Namun perlu dicatat Rio mencatat waktu terkencang ke-11 di speed trap dengan kecepatan 342,3 km. Ini menandakan bahwa Rio memiliki pace yang cukup menjanjikan di dalam balapan, namun tentu saja kecepatan di speed trap tidak menjamin akumulasi kecepatan sepanjang balapan akan baik.

EKA ZULKARNAIN

Berikta Terkait:
Rosberg Catat Hattrik, Rio Haryanto Finish ke-21
Rosberg Makin Mantap di Klasemen F1 Usai Menangi GP Cina

Kolom Komentar



latest updates

Mitsubishi Motors Dukung Pengembangan Infrastruktur Mobil Listrik di Indonesia

JAKARTA, 10 Desember 2018 – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mendukung langkah PT Pertamina (Persero) dalam program pilot...

Turnamen Bulu Tangkis Daihatsu Jaring Bibit Baru

JAKARTA, 10 Desember 2018 – Aktivitas brand social responsibility yang dilakukan oleh Daihatsu dengan menggelar turnamen bulutangkis telah sukses menjaring...

Mobil Listrik VW Incar Rekor Lap Tercepat di Nurburgring

WOLFSBURG, 10 Desember 2018 – Sukses menjadi juara di Pikes Peak International Hillclimb tahun ini, Volkswagen (VW) akan kembali mengajak...

Pengajuan Kredit Diperketat, Penjualan Mobil Murah Toyota Turun

JAKARTA, 10 Desember 2018 – Tren penjualan mobil murah di Indonesia mengalami penurunan pada tahun ini, khususnya untuk segmen Low Cost Green Car (LCGC)....

TEST DRIVE: Ferrari GTC4Lusso T 2018, The Tame Yet Fast Chariot

KALAU melihat line-up produk Ferrari saat ini, GTC4Lusso T telah menjadi nama yang paling rumit untuk disebutkan. Bayangkan, untuk mengejanya...