Beranda EDITOR'S PICKS Ferrari Challenge dan Hutan Bunuh Diri Aokigahara

Ferrari Challenge dan Hutan Bunuh Diri Aokigahara

JAKARTA, 20 Agustus 2018 – Balapan Ferrari Challenge Asia Pacific 2018 bakal memasuki putaran kelima pada bulan Agustus ini, tepatnya tanggal 23 – 25 Agustus. Balapan akan diselenggarakan di Sirkuit Suzuka di Suzuka City, Prefektur Mie yang terletak di Pulau Honshu, Jepang.

Balapan ini adalah salah satu balapan bergengsi di kawasan Asia Pasifik dan merupakan salah satu one make race bergengsi di dunia. Ferrari Challenge sendiri diselenggarakan di tiga kawasan, yakni selain Asia Pasifik juga dilangsungkan di Eropa dan Amerika. Memang, balapan ini adalah balapan satu merek dan lebih cenderung pada corse clienti, yakni balapan untuk para konsumen Ferrari, namun nuansanya sangat kompetitif dan soul profesionalnya kental. Selain di kawasan Asia Pasifik, Ferrari Challenge juga diselenggarakan di Eropa dan Amerika.

Sebelum dihelat di Suzuka, sirkuit milik pabrikan mobil Honda, balapan putaran keempat dilangsungkan di Sirkuit Fuji International Speedway di Prefektur Yamanashi di sebelah barat Tokyo.  Pada balapan ini, Carvaganza diundang oleh Ferrari Jakarta untuk melihat secara langsung keseruan balapan tersebut selama tiga hari berturut-turut dari hari Jumat sampai dengan Minggu (race weekend).

Nah di Fuji, Carvaganza melihat segala hal yang berkaitan dengan balapan, termasuk gimmick balap itu sendiri. Yang sangat menarik juga adalah kesempatan ini digunakan oleh Ferrari enthusiast untuk berkumpul di sirkuit untuk sekadar kongkow atau kegiatan lainnya. Ratusan mobil Ferrari dari beragam model dan tahun terparkir di halaman parkir Fuji yang maha luas dan mereka pun melakukan parade di trek.

“Kenapa kami mengajak media ke Fuji, karena hanya di sinilah kita bisa melihat mobil Ferrari dari ragam generasi dan tahun berkumpul. Di sirkuit lain tidak seperti ini. Hanya di Fuji saja,” ujar Innez Lawry, Marketing & PR Manager Ferrari Jakarta. Ya, lautan Ferrari memenuhi halaman parkir dan parkiran Fuji selama dua hari, Sabtu dan Minggu, menjadi lahan parkir bernilai jutaan dollar AS.

Saya dari Carvaganza dengan Zulfi dari detik.com dan Innez Lawry, Marketing & PR Manager Ferrari Jakarta, terbang ke Jepang, untuk melihat dari dekat balapan ini. Setelah terbang dari Jakarta selama hampir 7 jam, kami tiba di Bandara Narita, Tokyo,  pada hari Kamis (28/7) dan langsung berkendara selama 2,5 jam menuju Distrik Minamitsuru, Prefektur Yamanashi, tempat hotel kami berada. Prefektur Yamanashi terletak di kawasan Chubu di Pulau Honshu yang merupakan wilayah yang diapit oleh daerah pegunungan tertinggi di Jepang, termasuk di antaranya Gunung Fuji.

Hotel Fuji Premium Resort yang kami tinggali dikelilingi hutan pinus

Kami menginap di Fuji Premium Resort yang letaknya sekitar 45 menit berkendara. Kalau Anda ngefans dengan film horor, mungkin ingat The Forest yang terinspirasi dari hutan Aokigahara yang suka dipakai bunuh diri di Jepang. Nah, lokasi hutan itu hanya 30 menit berkendara dari hotel. “Biasanya, kalau hotel penuh di Fuji, kita suka menginap di hotel yang bagian belakangnya adalah hutan Aokigahara,” ujar Innez. Walah, bisa-bisa horor kita kalau disitu.

Ya, Aokigahara selalu menjadi pembicaraan kami dengan supir taksi setiap pergi maupun pulang dari trek ke hotel. Kalau saja tidak ada keterbatasan bahasa di antara kami, kayaknya pembicaraan akan semakin seru. Apalagi kalau mengingat biaya taksi yang lumayan dari hotel menuju Sirkuit Fuji sekitar Rp 13.000 yen (sekitar Rp 1,3 juta), dan kalikan lebih dari enam kali kami PP dari sana dengan waktu tempuh sekali jalan sekitar 50 menit. Kan lumayan ngobrol-ngobrol sambil mengorek-ngorek sedikit tentang Aokigahara atau pun Fuji secara khusus.

Aokigahara adalah hutan yang sangat angker di Jepang karena dikenal sebagai tempat bunuh diri. Orang-orang Jepang yang masuk ke dalam hutan itu biasanya adalah untuk bunuh diri, apalagi kalau pergi sendirian dan jika masuk mereka tak pernah keluar lagi. Untuk mencegah aksi tersebut, pemerintah Jepang sampai memasang papan pengumuman yang meminta penduduknya agar tidak bunuh diri di situ.

EKA ZULKARNAIN

Kolom Komentar



latest updates

Debut Indonesia Modification Expo 2018 Diklaim Raih Transaksi Miliaran Rupiah

JAKARTA, 19 November 2018 -- Indonesia Modification Expo (IMX) 2018, pameran modifikasi dan aftermarket pertama dan terbesar di Indonesia sukses...

FEATURE: Mazda Skyactiv-X, The Last Sanctuary

INTERNAL combustion engine atau mesin pembakaran internal telah dituding menjadi biang kerok sejumlah permasalahan lingkungan, mulai dari pencemaran udara hingga...

Peugeot 508, Transformed

YUP, ini memang Peugeot 508 terbaru. Sedan flagship dari pabrikan asal Prancis tersebut akan menggantikan model sebelumnya yang sudah terlihat...

Nikmati Free Trade Zone, Dealer Mazda Batam Jual Mobil Lebih Murah

BATAM, 19 November 2018 -- PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) meresmikan dealer terbaru Mazda, PT Majesty Auto Dinamika di Pulau...

Hujan Deras Bikin Kejurnas Reli Medan Berlangsung Menegangkan

MEDAN, 18 November 2018 – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Reli 2018 putaran kedua yang digelar di kawasan perkebunan Rambong Sialang, Sumatera Utara, pada Sabtu (17/11)...