Beranda EDITOR'S PICKS FEATURE: Hyundai Santa Fe, The Freezing Journey

FEATURE: Hyundai Santa Fe, The Freezing Journey

JIKA MENDAPAT kesempatan untuk melintasi Antartika (wilayah yang mengelilingi Kutub Selatan) dengan membawa mobil penumpang biasa, apa yang Anda pilih? Perlu diingat, cuaca di sana begitu keras sehingga tak berpenghuni. Sekitar 1.000 manusia berada di sana untuk melakukan penelitian, bukan penduduk tetap. Temperatur rata-rata -63 derajat Celcius saat musim dingin dan pernah mencapai -89 derajat Celcius! Mengingat medannya yang berat dengan suhu ekstrem, saya tak heran jika Anda memilih Land Rover Discovery 5, Mercedes-Benz G550, Jeep Wrangler atau Toyota Land Cruiser. Jika dilakukan survey, nama Hyundai Santa Fe sepertinya berada di bagian bawah daftar. Itu jika ada yang memilih.

Meski Hyundai Santa Fe diambil dari nama ibu kota New Mexico yang hangat, faktanya mobil ini berhasil menorehkan rekor sebagai passenger vehicle pertama yang berhasil menyeberangi Antartika dari ujung ke ujung – dari Union Camp ke McMurdo – sejauh 5.800 km, bukan hanya di satu bagian saja. Hal ini terjadi pada akhir Desember 2016. Perjalanan gila ini dilaksanakan bukan sekadar uji nyali atau mencari pengakuan. Patrick Bergel yang merupakan keturunan Sir Ernest Shackleton melakukannya untuk memperingati 100 tahun usaha sang buyut dalam menyeberangi Antartika yang kemudian dinamakan Imperial Trans-Antarctic Expedition pada 1914-1917.

Kisah petualangan Shackleton terlalu seru untuk dilewatkan. Jadi ijinkan saya menceritakan sedikit Imperial Trans-Antarctic Expedition yang legendaris itu. Sir Ernest Shackleton menggunakan kapal bernama Endurance. Sayangnya, kapal itu patah saat terjebak di es di lautan Antartika. Shackleton dan ke-28 krunya mendarat di Elephant Island yang ganas dengan menggunakan sekoci.

Mereka berkemah pulau itu selama hampir dua bulan. Berhubung kemungkinan mendapat bantuan sangat kecil di sana, ia dan kelima krunya berlayar menuju tempat perburuan ikan paus di South Georgia sejauh 1.350 km dengan sekoci! Setelah mendapat bantuan, ia dan tim penyelamat kembali ke Elephant Island untuk menjemput kru lain. Meski terus-menerus mendapat terpaan kondisi alam yang berat, hampir semua kru selamat kecuali tiga orang.

Cerita epik ini rupanya membuat salah satu petinggi Hyundai sangat terkesan. Maka produsen mobil asal Korea tersebut menghubungi keturunan Shackleton dan bertanya apakah ada anggota keluarganya yang tertarik mengulang ekspedisi itu dengan Santa Fe Sport. Patrick Bergel bukanlah jenis orang yang sering melakukan kegiatan outdoor. Pekerjaan sehari-harinya adalah membangun perusahaan digital. Tapi sepertinya darah petualangan Shackleton mengalir dalam nadinya. Jadi ia langsung bersemangat untuk terlibat dalam proyek ini.

“Hyundai Santa Fe berhasil menorehkan rekor sebagai passenger vehicle pertama yang berhasil menyeberangi Antartika.”

“Saya tumbuh dengan buku harian Shackleton. Foto asli ekspedisinya tergantung di dinding rumah saya,” kata Bergel. “Tapi Antartika merupakan tempat mematikan. Apa pun bisa terjadi di sana. So I definitely was nervous. It would be silly not to. Tapi antusiasme saya lebih dominan, mengalahkan kegentaran saya.”

Bergel baru benar-benar mencoba Hyundai Santa Fe saat sudah di Antartika. Pada dasarnya SUV ini didesain untuk penggunaan di dalam kota atau medan off-road ringan. Tentunya butuh penyesuaian agar Santa Fe sanggup melibas dataran es selama 30 hari dengan suhu ekstrem (saat Bergel di sana, rata-rata sekitar -28 derajat Celcius jika tidak sedang badai salju). Hyundai mempercayakan hal ini pada Arctic Trucks yang pernah memodifikasi Toyota Hilux untuk Jeremy Clarkson pada episode “Polar Special” Top Gear di Kutub Utara pada 2007.

Gísli Jónsson, Chief Developer Arctic Trucks, mengatakan bahwa Santa Fe yang digunakan Bergel cukup standar. Ia tak mengubah mesin diesel 2.2 liternya, management system, transmisi, front differential, dan driveshaft. Tapi ia membuat agar mobil ini dapat menggunakan bahan bakar jet A-1 karena hanya itu yang tersedia di Antartika. Selain itu, ia juga memodifikasi suspension arm dengan shock breaker Fox super besar. Tangki bahan bakar juga disesuaikan demi menambah ruang untuk pemanas.

Ubahan lainnya dilakukan pada fender mobil agar dapat memuat ban raksasa dengan tekanan udara sepersepuluh dari setingan normal. Tujuannya adalah agar tak menggerus permukaan salju sehingga menghindari kemungkinan roda tersangkut. Jónsson mengklaim ban tersebut sangat empuk sehingga “Anda bisa melibas tangan seseorang dan ia tak akan merasakannya.” Saya tak berminat untuk membuktikannya.

Pada bodi Santa Fe ditorehkan tanda-tangan dan pesan-pesan dari para keturunan kru Endurance. Jika Shackleton tak berhasil kembali untuk menjemput mereka di Elephant Island, para keturunan tersebut tak akan pernah terlahir.

“Hyundai Santa Fe yang saya kendarai dilengkapi transmisi otomatis. Saya bisa saja menggunakan gigi tinggi, tapi tak ada gunanya. Rata-rata kecepatannya hanya 27 km/jam sepanjang 30 hari perjalanan. Saya melewati berbagai permukaan jalan: es, salju yang dalam, dan salju yang sudah mengeras,” jelas Bergel.

Tentunya Bergel tak sendirian. Ia diiringi tiga mobil support dari Hyundai dan beberapa truk Arctic Trucks. But at the end of the day, he didn’t really need those. Santa Fe yang dikendarainya tak mengalami masalah. Mobil itu tak pernah diderek dan hanya terhenti sekali untuk mengencangkan satu baut yang kendur.

“Rasanya memang istimewa bisa menjadi yang pertama melintasi Antartika dengan passenger vehicle. Tapi perjalanan saya tak ada apa-apanya dibandingkan ekspedisi kakek buyut saya. Secara fisik, mereka [Shackleton dan kru] sangat bugar karena sanggup melewatinya. Dan saya rasa mereka memiliki semangat nasionalisme besar untuk menjadi orang-orang pertama yang menancapkan bendera di Antartika,” ujar Bergel.

MIRAH PERTIWI (BERBAGAI SUMBER)

Kolom Komentar



latest updates

Beginilah Wujud MINI Cabriolet 1993 Full Original

TANGERANG, 16 Desember 2018 -- Gaya hidup dan otomotif kerap kali berdampingan untuk menunjang penampilan pemiliknya. Seperti MINI yang selalu...

MINI Cooper Banjiri BSD City di MINI Day 2018

TANGERANG, 16 Desember 2018 -- Para pecinta MINI Cooper Indonesia akhirnya memiliki wadah untuk berkumpul dan memamerkan mobil-mobil MINI miliknya....

Ini Dia Desainer Mobil-Mobil Hotwheels

JAKARTA, 16 Desember 2018 – Bos desainer mobil-mobil Hotwheels yang kita kerap beli dan buru datang ke Indonesia hari ini Sabtu (15/12). Namanya Philip...

5 Produk Timberland yang Cocok untuk Hadiah Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, 16 Desember 2018 – Bulan Desember kita akan merayakan Natal dan Tahun Baru. Dua hari ini kita mendapat kesempatan...

Kopdar Wrap Up 2018 Jakarta Velozity Chapter, Meriah Diselingi CSR

BSD, 16 Desember 2018 -- Jakarta Velozity Chapter (JVC) mengadakan kegiatan spesial akhir tahun bertajuk kopdar “Wrap Up” sekaligus kopdar...