Home Drives Wuling Cortez Punya Fitur dan Kenyamanan Kabin Mengejutkan

Wuling Cortez Punya Fitur dan Kenyamanan Kabin Mengejutkan

SHARE

SURABAYA, 9 Maret 2018 – Wuling Motors mengajak media merasakan langsung multi purpose vehicle (MPV) terbarunya Wuling Cortez di Jawa Timur. Dalam test drive bertajuk ‘Discover the New Choice Sensation Cortez’ selama tiga hari pada 7-9 Maret 2018 kami diajak menyusuri tiga kota. Setelah hari pertama mendatangi Gunung Bromo dan melewati Pasir Berbisik, hari kedua kami menuju ke Surabaya.

Hari ini saya masih menggunakan mobil yang sama yaitu tipe tertinggi Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT. Selesai sarapan saya kembali mendapat giliran menyetir. Tujuan pertama kali adalah Kaliandra Jatiarjo. Jalur menuju lokasi ini lumayan asik buat saya karena menurungi pinggang Gunung Bromo. Jalanan yang cukup sempit dengan belokan-belokan tajam membuat saya bisa mengeksplor kemampuan transmisi i-AMT (intelligent Automated Mechanical Transimission) 5-kecepatan yang digunakan tipe ini.

Seperti yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya, paling asik memang menggunakan transmisi model manual. Saya benar-benar bisa mengendalikan tenaga dari mesin berkapasitas 1.8 liter yang dihasilkan Wuling Cortez.

Sempat beristirahat sebentar di SPBU, Rudi Kurniadi, bos mobilmotor mengatakan ingin menyetir. “Ju, gua mau nyobain juga ah,” kata dia. “Oke, kang.”

Nah, ini kesempatan buat saya menikmati kabin yang dimiliki Wuling Cortez. Saya memilih duduk di bangku penumpang depan. Secara umum desain Wuling Cortez cukup menjanjikan. Tampilannya menunjukkan desain yang tak kalah dengan mobil-mobil keluaran Jepang atau Eropa. Jok empuk dengan pengaturan posisi kursi yang sudah elektrik.

Saya sempat mencoba duduk di kursi di baris kedua menggunakan model captain seat. Nyaman. Selain empuk, ada juga arm rest yang membuat posisi Anda sangat santai ketika melakukan perjalanan jauh. Di tengahnya ada ruang yang cukup lebar untuk masuk ke baris ketiga.

Jika boleh saya mengatakan, kabin Wuling Cortez mengejutkan. Fitur-fiturnya terbilang lengkap untuk mobil dengan harga Rp 200-an juta. Di tengah dashboard terdapat layar berukuran 8 inci yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti navigasi, musik, rear parking camera, dan mirrorlink. Khusus untuk navigasi, datanya cukup lengkap, bahkan bisa disamakan dengan Google Maps.

Untuk urusan menyimpanan tak kalah banyak. Jika Anda bersama keluarga, banyak lokasi penyimpanan yang bisa digunakan. Penumpang depan bisa menggunakan cup drink holder, arm rest box, glove box compartement, dan front door pocket di pintu. Sedangkan penumpang belakang bisa mengunakan rear door pocket dan seat pocket. Oh ya, penumpang baris kedua juga bisa mengatur sendiri suhu udara dnegan refined rear AC button.

Soal kenyamanan sangat baik. Meski harus melewati banyak jalanan rusak dan berlobang, perpaduan suspensi independent di depan dan belakang, serta Electronic Stability Control, berhasil menjaga laju mobil. Selama menjadi penumpang saya juga merasakan kabin Wuling Cortez cukup hening berkat peredaman pun relatif bagus. Selain mampu mereduksi suara kendaraan lain, kemampuan meredam raungan mesin pun cukup baik sehingga tidak mengganggu telinga penghuni kabin. Hal itu akan membuat nyaman saat berkendara jarak jauh. Oh ya ada juga sunroof yang membuat makin keren.

Setelah makan siang di Kaliandra, saya lagi-lagi menyetir. Kami menuju Taman Dayu Golf Resort untuk menikmati afternoon tea. Ketika menyetir lagi saya mencoba memberikan perhatian lebih banyak pada bagian layar MID (Multi Information Display) dengan Thin-film Transistor (TFT) di belakang kemudi.

Layar berukuran 7 inci itu menyajikan berbagai informasi kendaraan. Ada display, driving information, multimedia display, bluetooth phone, navigation display, dan yang menarik ada tire pressure monitoring system. Yang terakhir ini menunjukkan tekanan angin pada empat ban. Biasanya fitur ini dimiliki sedan mewah. Oke deh.

Selanjutnya kami menuju Surabaya melewati jalan tol. Nah di sini saya memiliki kesempatan untuk ngebut. Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT ini memproduksi tenaga 129 hp pada putaran 5.600 rpm dan melontarkan torsi 174 Nm di rentang 3.600 rpm hingga 4.600 rpm.

Meski tidak boleh melewati Road Captain yang memimpin rombongan saya sempat mencoba mobil ini di kecepatan tinggi. Speedometer sempat menunjukkan angka 140 km/jam. Tenaga ada, meski harus sabar untuk mendapatkan tenaga maksimal. “Boleh juga. Kalau diurut dari bawah, angka 160 km/jam bisa saja didapatkan,” kata saya.

Untuk mendampingi kemampuannya, Wuling Motors menanamkan banyak fitur keamanan di Wuling Cortez. MPV ini memiliki berbagai fitur, seperti Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Automatic Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB), dan Electronic Stability Control (ESC).

Memasuki Surabaya kami menuju Fairfield Hotel. Jalanan cukup macet bisa dilalui dengan aman. Meski harus menghadapi sutuasi stop and go, mobil cukup baik. Cakram ABS, EBD, dan BA pada keempat roda, serta Electric Parking Brake (EPB) sangat membantu. Ketika harus mengerem mendadak kemampuan Wuling Cortez layak mendapat apresiasi.

Setelah dua hari saya boleh menyimpulkan jika mobil ini cukup mengejutkan. Selain tampilannya tidak kalah dengan MPV lainnya, fitur-fitur yang dimiliki di luar perkiraan saya. Sedangkan soal perfoma mesin, cukup pas. Nah, yang tinggal bagaimana Anda menyesuaikan diri dengan transmisi apakah mau santai dengan Drive Eco (E), sedikit agresif dengan Drive Sport (S), atau mengeksplore secara maksimal dengan mode manual.

Sekarang pilihan ada di tangan Anda.

RAJU FEBRIAN

SHARE

Last Update

Bahaya! Tolong Tutup Lubang-Lubang di Jalan Gatsu dengan Benar

JAKARTA, 18 Juni 2018 – Bagi para pengguna jalan yang melintasi Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, tepatnya di jalanan sebelah...

Menikmati Jalanan Jakarta yang Kosong Ditinggal Mudik

JAKARTA, 18 Juni 2018 -- Kota Jakarta sedang ditinggalkan banyak penghuninya karena liburan panjang Idul Fitri 1439 H. Libur panjang...

Mazda6 Estate, Back To 90’s

INGATKAH Anda dengan Mazda Vantrend yang terlihat memenuhi jalanan berbagai kota di Indonesia era 1990-an? Mobil tersebut sempat populer di...

BMW 8-Series Hidup Kembali

PARIS, 18 Juni 2018 – Setelah berhenti produksi selama hampir 20 tahun, BMW kembali menghidupkan 8-Series. Mobil ini nantinya akan...

Ferrari 488 Pista Edisi Khusus Rayakan Kesuksesan Juarai Le Mans

LE MANS, 17 Juni 2018 – Akhir pekan balap ketahanan Le Mans 24 Hour menjadi momen spesial bagi Ferrari kali...