Beranda Drives TEST DRIVE: Porsche Macan GTS, Fierce Tiger

TEST DRIVE: Porsche Macan GTS, Fierce Tiger

Compact SUV dengan sensasi berkendara setara sportcar.

Foto-foto: Porsche AG

Awalnya, saya merasa Porsche Macan GTS yang disodorkan pagi itu cuma sebagai “camilan” belaka. Bukan apa-apa, tujuan utama saya dan beberapa wartawan internasional lainnya ke Tenerife, Canary Islands, medio November 2015 silam adalah untuk mencoba new Porsche 911 Carrera. Maka, begitu kru Porsche menyerahkan kunci Macan GTS berkelir merah itu, saya menerimanya dengan setengah hati. Dalam hati, saya bergumam, buat apa buang-buang tenaga untuk sebuah compact crossover?

Ternyata saya salah besar. Dari luar, Macan GTS memang hampir tak terlihat berbeda dari varian Macan lainnya. Tapi coba amati lebih lama, maka kita tahu jika GTS memang didesain sedikit berbeda. Grille berkelir hitam dengan bumper depan yang lebih tajam menghadirkan kesan lebih sporty. Juga velg hitam berukuran 20 inci yang membuat sosoknya terlihat lebih ceper layaknya sedan. Sementara di bagian belakang, sepasang knalpot yang mengapit diffuser berwarna gelap membuat macan GTS makin sangar.

GTS sengaja dibuat untuk mengisi celah di antara varian Macan S dan Macan Turbo. Karena itu, tenaganya tak sebesar milik Macan Turbo. Meski demikian, Porsche memastikan jika versi ini memiliki chassis yang lebih baik, berikut suspensi yang lebih stiff dan lebih rendah 15 mm. Belum lagi kelengkapan penggerak all-wheel drive dan PASM (Porsche Active Suspension Management) yang disematkan sebagai peranti standar, dapat diseting sesuai medan pengendaraan mulai dari sport, sport plus hingga off-road.

Mesin V6 twin turbo berkapasitas 3.0 liter yang tersembunyi di balik bonnet menghasilkan tenaga sebesar 355 hp dan torsi maksimal 550 Nm. Dipadu transmisi otomatis dual-clutch 7-kecepatan, luxury crossover ini bisa melesat dari titik nol hingga 100 km/jam dalam waktu 5 detik saja!

29102016-car-porsche-macan-gts_02

Masuk ke kabin, nuansa sporty dan mewah lembut menyapa, dengan dominasi bahan Alcantara yang cukup kuat. Peranti pengaturan tergolong ergonomis dan mudah untuk dioperasikan. Misalnya layar 7 inci yang dapat merespon komunikasi dengan smartphone. Layanan online seperti Google Street View juga Porsche Mobil Connect dapat dijadikan navigator bagi pengendara ke tempat tujuan plus memainkan musik kesayangan mereka.

Pendek cerita, setelah mendapatkan posisi duduk terbaik dari kursi sporty dengan alur jahitan kontras, saya menekan tombol start/stop untuk menyalakan mesin. Sayup-sayup, suara dengkuran mesin terdengar seolah merayu untuk diajak bersenang-senang di pagi yang cerah itu.

29102016-car-porsche-macan-gts_03

Saya beranjak perlahan meninggalkan halaman Hotel Ritz Carlton Abama tempat kami menginap. Pagi itu, saya akan mencoba melahap trek jalanan pegunungan sejauh 50 km menuju ke arah Gunung Teide. Tak butuh waktu lama bagi saya untuk beradaptasi dengan mobil bersetir kiri, serta jalanan sempit berliku di pulau yang hanya dihuni oleh 500 ribu jiwa itu.

Beruntung, pagi itu lalu-lintas tergolong sepi. Hanya beberapa mobil yang saya ingat sempat berpapasan selama perjalanan. Boleh jadi, saat itu masih terlalu pagi bagi para turis asal Eropa, yang mulai meramaikan pulau sub-tropis itu di awal musim dingin. Atau, memang sudah menjadi tradisi masyarakat Spanyol yang mendiami pulau itu, yang selalu “telat mengawali hari”.

29102016-car-porsche-macan-gts_04

Alhasil, saya bisa benar-benar puas mengeksplorasi segenap kemampuan Macan GTS. Desis turbo terdengar sangat halus, tertutup oleh raungan knalpot yang seolah berteriak “lagi… lagi.. lagi!”. Pergantian gigi melalui paddle shift yang tersemat di balik setir berlangsung amat cepat, tanpa menyisakan jeda yang signifikan. Sistem dual-clutch Porsche memang bukan omong kosong. Dalam hal sensasi, mereka bisa membuat transmisi otomatis di mobil ini terasa seperti perseneling manual.

Saya bahkan sempat tidak menyadari sedang mengemudikan sebuah SUV, atau crossover jika Anda lebih suka dengan istilah itu, saat berada di balik kemudinya. Seating position yang rendah a la sedan, ditambah suspensi yang rigid, membuat ingatan saya melayang ke sensasi saat mengendarai kakak sepupunya: Porsche Boxster. Dengan dimensi yang amat kompak, mobil itu benar-benar menjadi makhluk yang sangat penurut di tangan saya.

29102016-car-porsche-macan-gts_05

Macan GTS bisa diajak berakselerasi secara mendadak, menikung tajam, dan bahkan mengerem dengan keras, tanpa membuat perut Anda mual dan melemparkan semua sarapan tadi pagi. Di atas aspal, tentu dengan kendali dari tangan dan kaki pecinta mobil sejati, Macan GTS akan mengalir dalam ritme yang dinamis seperti denting piano Thelonious Monk saat memainkan nomor jazz klasik “Body and Soul”.

Bagaimana dengan jok penumpang? Who cares! Macan memang dirancang untuk dapat mengangkut 5 orang dewasa. Tapi, saya tak akan ragu meninju hidung Anda jika Anda memaksa saya duduk di jok penumpang belakang.

29102016-car-porsche-macan-gts_06

Porsche Macan GTS 2016

Layout Kendaraan: Crossover, 5 pintu, 5 penumpang AWD twinturbocharge
Mesin: Bensin V63.0L 360hp/500NM
Transmisi: 7-kecepatan A/T PDK
P x L x T: 4692 x 2098 x 1616 mm
Wheelbase: 2807 mm
Bobot Kosong: 1895 kg
Kapasitas Tangki BBM: 75 liter
0-100 km/jam: 5 detik

MUNAWAR CHALIL

Kolom Komentar



latest updates

TEST DRIVE: Ferrari GTC4Lusso T 2018, The Tame Yet Fast Chariot

KALAU melihat line-up produk Ferrari saat ini, GTC4Lusso T telah menjadi nama yang paling rumit untuk disebutkan. Bayangkan, untuk mengejanya...

Audi RS 5 Coupe, The Renn Sport

TAK SULIT untuk mencari model Audi yang sesuai kebutuhan Anda hanya dari namanya. Jika ingin mobil dengan ground clearance tinggi,...

TETS DRIVE: Bentley Bentayga V8 2018, Prince In The Street

BENTLEY memang mobil mahal dan hanya dibeli oleh orang-orang super kaya. Sejak dilahirkan tahun 1919, memang mengkhususkan diri sebagai mobil...

FEATURE: Car Subscription, Drive It Like You Own It

SAAT INI kita hidup di era millennial. Merekalah yang membentuk dunia yang kita tinggali ini. Karakter mereka yang ingin segalanya...

Suzuki Vitara 2019, The New Way of Life

JIKA Anda mendapati mesin waktu dan lompat ke pertengahan era 90-an, maka akan terlihat banyaknya populasi City-SUV kembar tiga produksi...