Beranda Drives TEST DRIVE: Mencicipi Sensasi Mazda MX-5 Soft Top 2017

TEST DRIVE: Mencicipi Sensasi Mazda MX-5 Soft Top 2017

(Foto-foto: Denny Mochtar)

JAKARTA, 29 Desember 2017 – Saya kembali mendapat kesempatan untuk mengemudikan Mazda MX-5. Kesempatan sekarang ini adalah yang keempat kalinya. Yang pertama kali model tahun 2012 masih versi generasi ketiga yang merupakan facelift tahun 2008, setelah itu saya pernah mengemudikannya di Jepang di area tertutup, yang ketiga kali di Jakarta dan yang keempat kali adalah yang sekarang ini versi terbaru, Mazda MX-5 2017, yang sudah mengalami banyak sekali perubahan.

Sportscar kecil ini pernah menggemparkan Amerika Serikat akhir ’80-an karena pada waktu itu tidak ada mobil seperti itu di jalan raya. Mazda MX-5 atau di negeri Yankee dikenal dengan nama Miata merupakan roadster yang berbeda dengan yang lain. Sejak kemunculannya, popularitas Miata melejit bak meteor bahkan bisa dibilang memicu kembali kebangkitan roadster.

Kesuksesan Miata diikuti oleh kehadiran BMW Z3, Mercedes-Benz SLK dan Porsche Boxster yang juga ingin menawarkan sensasi mengemudikan mobil atap terbuka. Kehadiran Miata mendorong hadirnya kembali demam convertible dan fenomena itu diciptakan oleh Mazda lebih dari 26 tahun lalu.

Pada awalnya, sportscar kecil dengan bobot ringan, mesin depan, dua penumpang dan penggerak roda belakang ini dipandang sebelah mata oleh orang Amerika karena Jepang dianggap belum mampu menciptakan sportscar fun-to-drive. Namun setelah tiga tahun kehadirannya di Uncle Sam, Mazda MX-5 langsung meledak. Sportscar ini disukai kaum purist, car enthusiast karena memberikan sensasi mengemudi sportscar yang betul-betul genuine.

Pabrikan sendiri menganggap Mazda MX-5 adalah simbol dari filosofi Mazda, Jinba Ittai. Sebuah filosopi orang berkuda di mana antara penunggang kuda dengan kudanya menjadi satu kesatuan sehingga menciptakan sebuah harmonisasi dan keselarasan serta mengekspresikan tipe kendaraan fun-to-drive.

EKSTERIOR

Mazda MX-5 yang saya kemudikan saat ini adalah generasi keempat yang telah mengalami perubahan besar. Penyempurnaan dilakukan di semua sektor dari eksterior, interior, mesin sampai kaki-kaki. Namun, formatnya tetap tak berubah, roadster, coupe, dua penumpang dan penggerak roda belakang. Sportscar kecil yang saya kemudikan ini adalah satu-satunya Mazda MX-5 soft top yang dijual di Indonesia yang dijual oleh PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai APM Mazda di sini. Versi yang dijual di Indonesia seluruhnya adalah RF (Retractable Fastback), versi atap terbuka namun dapat dibuka secara otomatis dan rangkanya keras. Jika konsumen meminta versi soft top, PT EMI akan tetap melayani, namun tidak di-stock.

Bodyworknya dari depan, samping dan belakang lebih stylish, tajam dan modern dibandingkan versi sebelumnya. Model generasi keempat tahun 2017 jika dilihat dari samping memiliki body lebih tebal dibandingkan generasi ketiga, dengan hood memiliki garis tajam meninggi di tengah maupun di samping sehingga memberi kesan sporty dan gagah. Desain grille, lampu utama yang sudah LED dan lampu kabut pun berubah. Bagian belakang juga lebih tebal. Secara bobot generasi keempat tahun 2017 memang lebih enteng dibandingkan sebelumnya.

INTERIOR

Layout interior versi 2017 mendapat penyempurnaan yang serius. Lebih elegan dibanding sebelumnya, namun tetap simpel seperti pada generasi ketiga. Desain dashboard dan center stack lebih stylish dengan lubang AC dibuat lebih sporty. Instrument meter juga mendapat penataan ulang menjadi lebih eye-catchy dan lingkar kemudi mendapat aksen krom. Di tengah dashboard terdapat layar sentuh 7 inci yang sudah lengkap dengan MZD Connect, yang sebelumnya tidak ada. Bagian kokpit ini memang dibagi dua zona, yakni zona fokus untuk mengemudi di bagian pengemudi dan zona yang fokus pada infotainment. Pengaturan yang terdapat di layar sentuh dapat dioperasikan dari tombol putar yang terdapat di konsol tengah.

Semua tombol pengaturan diatur user-friendly dan kokpit betul-betul simpel. Anda memang hanya diajak untuk menikmati pengendaraan mobil, bukan yang lain. Untuk membuka atap kanvasnya hanya bisa dilakukan secara manual dengan membuka tuas di bagian tengah kokpit dan dapat dibuka pada kecepatan berapapun karena manual. Menutupnya pun dilakukan secara manual, tinggal ditarik ke atas dan dikunci oleh tuasnya. Namun, saya menyarankan agar dibuka tutup pada saat berhenti jika Anda mengemudi sendirian, dan jika dibantu oleh penumpang sebaiknya dibuka dan ditutup pada kecepatan rendah karena dapat membahayakan.

Untuk bagasinya, cukup untuk mengakomodasi dua koper medium untuk perjalanan jauh yang tidak membutuhkan hari yang lama. Kalau kurang cukup, ya beli saja pakaian tambahan di kota yang dituju.

PERFORMA

Mazda MX-5 generasi ketiga dan generasi keempat masih tetap menggunakan transmisi otomatis 6-kecepatan untuk mendukung mesin injeksi Skyactiv 4 silinder segaris DOHC 16 valve 2000 cc. Versi manual pun menggunakan 6-kecepatan, tapi generasi keempat sudah memakai teknologi Skyactiv. Tenaga mesin versi generasi keempat lebih rendah hanya 160 hp, sedangkan yang lama 167 hp,  namun torsinya lebih besar. Yang lama 190 Nm, sedangkan yang baru 200 Nm.

Begitu duduk di jok pengemudi semi bucket, sensasi sportscar yang saya pernah rasakan di generasi ketiga langsung menjalar. Posisi mengemudi “low slung” alias duduk setengah tidur dengan posisi kaki yang nyaris horizontal membuat sata seperti di dalam kokpit mobil balap. Jok pengemudi bisa digeser ke belakang kira-kira satu inci, sama dengan generasi sebelumnya sehingga pengemudi bisa mengadaptasi panjang kaki dengan ruang pedal.

Tapi posisi duduk tidak sepenuhnya low slung. Bokong Anda memang terasa sangat dekat dengan permukaan jalan sehingga menambah kesan sportscar, tapi jok pengemudi yang dapat diatur ketinggiannya memudahkan pengemudi memantau situasi jalan meski tubuh seperti terbenam di dalamnya. Posisi setir yang bisa diatur juga mempermudah pengemudi untuk mendapatkan visibilitas yang luas ke depan, samping dan belakang. Tak perlu cemas jika ingin bermanuver di tengah keramaian lalu-lintas, bahkan ketika harus parkir paralel sekalipun.

Ketika mesin dinyalakan dengan hanya menekan tombol di bagian kiri kemudi, mobil langsung bergetar. Memunculkan sensasi sporty meskipun suara yang keluar dari knalpot tidak segahar sportscar dengan kapasitas mesin yang lebih besar. Hey, c’mon  ini roadster kecil kelas menengah yang tidak bisa kita samakan dengan roadster Mercedes-Benz, BMW, Ferrari, Porsche atau Lamborghini. Dengan tenaga 160 hp (sama dengan versi 2012), jangan harap Ia seperti monster yang meraung membelah Sirkuit Sepang. Dengan bobot kotor hanya 1.138 kg (versi lama 1.181 kg), MX-5 2017 seperti Antelope yang berlari di savana Afrika.

Godaan terbesar dari mobil ini menurut saya justru di convertible-nya. Masa bodo dengan terik matahari di kota BSD, yang penting saya bisa menikmati sensasi utamanya. Atap terbuka. Tadinya saya mau bawa pemotretan ke Pantai Anyer, Banten, cuma karena hujan terus kami membatalkannya. Saya tadinya sudah membayangkan bakal syuur kalau menggeber MX-5 di pinggir pantai dengan atap dibuka.

Tempat ideal untuk memahami performa MX-5 adalah jalan bebas hambatan. Tol JORR pada siang hari dan malam hari memberikan sensasi luar biasa. Respon throttle MX-5 meladeni setiap injakan kaki di pedal gas pada speed berapapun. Saya suka pada perilaku mobilnya yang tangkas dengan keseimbangan yang mengagumkan. Ketika pedal gas diinjak lebih dalam baik pada mode Normal atau pun Sport, suara letupan exhaust-nya seperti menghadirkan hentakan Gold In The Ceiling-nya Black Keys. Namun, tentu saja letupan akan lebih keras pada mode Sport, pengendaraan juga menjadi lebih stiff (kaku) dan setir menjadi lebih berat.

Setir electric power steering terasa enteng, berisi di setiap putaran dan sangat komunikatif. Kerja transmisi otomatis 6-kecepatan yang pendek-pendek dan cepat menjadi padanan ideal buat mesin 2.0 liter naturally aspirated dengan menorehkan sprint 0 – 100 km/jam dalam waktu 7,0 detik. Akselerasinya mungkin biasa saja, tapi tak ada tenaga lowong di setiap putaran mesin hingga ke redline. Seperti batu yang dilontarkan dari ketapel, melesat dan terukur sesuai input kaki kanan. Tak terasa berat dan kasar, injakan pedal gas pada kecepatan tinggi juga enteng.

Pengendaraan MX-5 menurut saya liar, meskipun tidak seagresif Mini Cooper namun paddle-shifter bisa menambah dorongan adrenalin sampai ke ulu hati. Suspensi yang keras membuat badan terbanting-banting kecil meskipun tidak sampai mengganggu kenyamanan penumpang. Tapi jangan Anda mengharapkan mobil ini senyaman sedan mewah. Buang jauh-jauh pikiran itu. Ini sportscar menengah. Mobil ini pun stabil seperti mencengkeram aspal ketika melesat di trek lurus, dan berkat dibantu oleh fitur Dynamic Stability Control (DSC) terasa lebih mantap ketika menikung sehingga pengemudi menjadi lebih percaya diri.

Kabinnya memang agak berisik, Anda bisa mendengar suara letupan knalpot, gesekan ban dan pentalan batu. Namun siapa yang perduli dengan kesenyapan kabin pada sportscar soft top, bahkan saya juga tidak perduli jika sound systemnya menggunakan Bose dengan 9 speaker dan MZD Connect dengan Bluetooth. Yang kita butuhkan dari mobil seperti ini adalah setir yang berat pada mode Sport, chassis yang stiff, bobot yang enteng, lesakan tenaga yang padat di setiap rpm dan bokong seperti terkesan disayat oleh lapisan aspal. Padukan dengan beat dari lagu hip hop, blues rock, rock or whatever selama Anda menikmatinya. Jangan lupa volumenya jangan keras-keras, setengah aja hanya sebagai backsound.

Mobil ini dilengkapi dengan teknologi canggih milik Mazda yakni i-Stop dan i-Eloop regenerative braking system, namun ketika melaju Anda tidak akan terlalu memperhatikan kehadiran fitur-fitur ini. It’s fun-to-drive.

SPESIFIKASI MAZDA MX-5 2017

Layout kendaraan: Sportscar, mesin depan, 2 pintu, 2 penumpang, RWD
Mesin: Skyactiv I-4 DOHC 16 valve 2.0L/ 160 hp @6000 rpm/200 Nm @4600 rpm
Transmisi: A/T 6-kecepatan
0 – 100 km/jam: 7,0 detik
PxLxT: 3915 x 1735 x 1230 mm
Wheelbase: 2310 mm
Ground clearance: 135 mm
Bobot kotor: 1.138 kg
Kapasitas tangki BBM: 45 liter

EKA ZULKARNAIN

Kolom Komentar



latest updates

50 Mobil Modifikasi Ramaikan Indonesia Modification Expo 2018

JAKARTA, 17 November 2018 – Gelaran expo khusus modifikasi pertama di Indonesia, yaitu Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 resmi dibuka...

TAC Chapter Jakarta dan Tangray Punya Ketua Baru

JAKARTA, 17 November 2017 – Adjie terpilih sebagai Ketua Toyota Agya Club (TAC) Chapter Jakarta dalam sebuah pemilihan yang demokratis...

Mau Coba MINI Baru? Yuk Datang ke MINI Fest 2018 di Senayan City

JAKARTA, 17 November 2018 – Kesenangan ala MINI akan bisa dijumpai oleh masyarakat kota Jakarta dan sekitarnya pada akhir pekan...

Akhir Tahun, Auto2000 Tawarkan Pilih-Pilih Program Pembiayaan Beli Toyota

JAKARTA, 16 November 2018 – Menjelang akhir tahun, Auto2000 sebagai dealer terbesar Toyota di Indonesia menawarkan program promo “Berani Ambil...

Bridgestone Indonesia Dukung Distributor yang Terkena Dampak Gempa Bumi

JAKARTA, 16 November 2018 – Selain memberikan sumbangan kepada masyarakat, PT. Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) juga langsung memberikan dukungan...