Beranda Drives TEST DRIVE: Lamborghini Urus, Historical Callings

TEST DRIVE: Lamborghini Urus, Historical Callings

Foto-Foto: Tom Salt, Wolfango Spaccarelli, Ingo Barenschee, Charlee Magee
[pro_ad_display_adzone id="54185"]

LAMBORGHINI URUS sudah merencanakan model line ketiga sejak lama. Pada tahun 1970-an, Lamborghini pernah memperkenalkan kendaraan SUV yang disebut Cheetah dan berevolusi menjadi LM001 selanjutnya menjadi LM002. LM memiliki arti Lamborghini Militaria karena kendaraan ini memang dikembangkan untuk militer Amerika Serikat. Namun ternyata pesanan dari militer AS tidak pernah ada, tapi Lamborghini tetap mengevolusikan LM001 menjadi LM002 untuk kepentingan sipil dan berhasil menjual total 300 unit kendaraan.

Lambo sempat kehilangan daya tarik untuk melanjutkan produksi SUV 4 pintu LM002, namun VW-Audi menghidupkan lagi karena tertarik menggali pasar SUV premium di dunia yang terus berkembang pesat. Meskipun proyek Urus sempat tertunda karena tidak terhadap pasar, pabrikan tetap melanjutkan proyek ini karena menilai pasar memberikan masa depan.

Kalau saja tidak ada campur tangan dari VW-Audi grup, proyek Urus tak akan bisa melebihi tahap konsep. Platform Urus berasal dari Cayenne dan Bentayga, tetapi ruhnya tetap menggunakan DNA dan style Lambo.

Jujur, Urus sedikit sekali dipengaruhi oleh LM002, melainkan kebanyakan dipengaruhi oleh model Lamborghini yang lebih modern seperti Countach atau bahkan Aventador. Desainer Lamborghini Mitja Borkret akhirnya ditugaskan untuk menyelesaikan proyek ini. Fokus utamanya dalam mengembangkan SUV tersebut adalah bagaimana mengeksplor esensi style DNA Lambo dan memindahkannya ke Urus.

Urus merupakan salah satu SUV bongsor di dunia dengan wheelbase 3003 mm, tapi terlihat kompak seolah-olah menjadi model yang sangat berbeda dengan Bentayga. Desainnya lebih tajam, sporty dan lebih menarik. Penampilannya membuatnya lebih berotot dan proporsional.

Kalau tidak ada campur tangan dari VW-Audi Group, Proyek Urus tak akan melebihi tahap konsep.

Dalam hal interior, Urus sama sekali berbeda dengan LM002 dan sudah berevolusi jauh. Dulu, model interior mobil militer bisa diterima oleh konsumen namun publik sekarang lebih menginginkan desain yang lebih mewah, bukan seperti interior mobil militer yang kaku. Pabrikan berlambang banteng ini memang tak punya pengalaman dengan SUV, namun cepat beradaptasi.  Tema kokpit yang dipilihkan seperti kokpit pesawat namun soulnya dengan Lambo. Tampilan kabin mobil berkecepatan maksimal 305 km/jam ini sangat berkelas.  Sant’Agata Bolognese telah sukses mengombinasikan kemewahan dan karakter sporty.

Agar mobil berbobot 2268 kg ini bisa berperilaku seperti supercar berbobot 1500 kg, maka tenaga yang dimiliki harus besar. Mesinnya mengadopsi V8 versi terbaru dikombinasikan dengan turbocharge, sekaligus menjadikan Urus sebagai mobil Lambo pertama yang mengadopsi turbo dan engineer sukses memeras mesin 4.0 liter agar menghasilkan tenaga maksimal 650 hp dan torsi maksimal 850 Nm yang disalurkan oleh transmisi otomatis 8-kecepatan ke seluruh roda.

Urus mampu melesat dari 0 – 100 km/jam dalam waktu 3,6 detik dan memiliki top speed 305 km/jam. Sekaligus menjadikan Urus sebagai SUV terkencang di dunia. Kendaraan ini menggunakan transmisi otomatis ZF dan mengadopsi mode  pengendaraan  Strada (normal), Sport, Corsa dengan penambahan Neve (salju), Terra (off-road) dan Sabbia (pasir).

Ketika saya mencobanya di Sirkuit Vallelunga, Roma, saya cukup terkesima dengan performanya. Pabrikan tampaknya sengaja menyelenggarakan test drive di sirkuit seperti mereka melakukan media test drive untuk Performante dan Aventador S. Saya pribadi ragu para pemilik Urus mau melakukan ini di trek, tapi pabrikan ingin memberikan bukti kepada media bahwa Urus dapat dipacu sampai batas semaksimal mungkin dan trek merupakan area yang aman untuk pengetesan.

Kami dapat mencoba tiga mode pengendaraan yakni Strada, Sport dan Corsa sehingga bisa merasakan secara maksimal performa kendaraan. Strada adalah mode yang paling nyaman, namun kami juga tak bisa terlalu menggali terlalu dalam performa kendaraan di trek karena terlalu banyak pembatasan secara elektronik. Yang lebih menarik adalah mode Sport karena suspensi menjadi lebih rendah dan akan sangat terasa sensasinya ketika mobil mengerem di tikungan. Setingan stabilitasnya bisa dibuat lebih longgar sehingga pengemudi bisa bermain-main dengan handling Urus dengan cara yang relative aman.

Namun yang menjadi favorit saya adalah Corsa. Ketika dipindahkan ke mode ini, mesin menjadi lebih agresif dibandingkan Sport dan respon mobil menjadi lebih positif dan perilakunya menjadi serius. Suspensinya menjadi lebih stiff, begitu juga setir. Namun

Karena alat bantu elektronik, mobil menjadi lebih dekat ke netral dan tidak memberikan deviasi dari handling yang ideal. Menurut saya, setingan ini menjadi lebih menyenangkan ketika mobil dipacu di atas sirkuit dan ruh tradisional Lambo tidak hilang.

Spesifikasi Lamborghini Urus

Layout kendaraan: SUV, mesin depan, 4 pintu, 4 penumpang, AWD
Mesin: V8 twin-turbo 4.0 L/ 650 hp @ 6000 rpm/850 Nm pada 2250 – 4500 rpm.
Transmisi: A/T 8-kecepatan
0 – 100 km/jam: 3,6 detik
Top speed: 305 km/jam
Dimensi PxLxT: 5113 x 2017 x 1638 mm
Wheelbase: 3002 mm
Curb weight: 2268kg

ANDRE LAM

Kolom Komentar



latest updates

Menang Kompetisi, Shell Ajak Mahasiswa ITS Kunjungi Markas Scuderia Ferrari

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Indonesia berhasil menjadi juara pada ajang Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship (DWC) 2018, melalui perwakilan...

Teknisi Nissan Indonesia Raih Medali Perak di World Skill Asia 2018

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Teknisi Nissan Indonesia, Mustaqim, berhasil meraih medali perak di ajang kompetisi World Skill Asia 2018 yang diselenggarakan...

Habiskan Rp 202 Miliar, Auto2000 Resmikan 6 Cabang di Pulau Sumatera

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Auto2000, dealer terbesar penjualan Toyota, terus melebarkan sayap jaringan penjualan dan servisnya. Hari ini, Senin...

Komponen Bermasalah, Suzuki Recall 19.926 Unit Carry

JAKARTA, 17 Desember 2018 – PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) menggelar program perbaikan atau Suzuki Product Quality Update. Program ini...

Ini Pembalap yang Jadi Inspirasi Nama Bugatti Divo

SEPERTI nama Bugatti Veyron dan Chiron, nama Bugatti Divo juga diambil dari nama pembalap. Yaitu pembalap Prancis Albert Divo yang...