Beranda Drives TEST DRIVE: Jajal DFSK Glory 580 Bermesin Turbo, Berapa Nilainya?

TEST DRIVE: Jajal DFSK Glory 580 Bermesin Turbo, Berapa Nilainya?

JAKARTA, 7 Juni 2018 — DFSK Indonesia dari brand mobil Cina memperkenalkan mainan baru di kelas SUV yang mampu bersaing dengan para rivalnya. Sosok tersebut adalah Glory 580, mobil yang sudah melantai di Indonesia pada ajang GIIAS 2017 dan IIMS 2018. Kali ini Carvaganza dan para awak media diajak untuk mencicipinya di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Kami mengawali perjalanan dengan menggunakan kereta dari Jakarta hingga Purwakarta. Pengetesan dimulai dari stasiun Purwakarta menuju NuArt Culture Park, Bandung.

Mobil yang Carvaganza tes adalah DFSK Glory 1.5 turbocharged tipe Luxury. Desainnya yang modern cukup menggoda mata saya, terlintas mobil ini layaknya mobil-mobil asal pabrikan Eropa padahal ini adalah buatan Cina.

Tanpa ada waktu bebas, kami pun langsung mengetes mobil ini. Tombol start/stop engine saya tekan untuk menghidupkan mesin bensin miliknya. Ketika mesin menyala dan kabin dalam keadaan tertutup mobil terasa kedap dan juga nyaman. Hal ini sebenarnya juga karena DFSK memberikan 200 titik NVH yang dapat mereduksi suara dari luar dengan kekedapan hingga 38dB.

Jalur tol Purbalenyi yang bergelombang menjadi area tes bagi para awak media untuk mesin turbo dan transmisi CVT dari Glory 580. Saya mencoba dengan posisi transmisi ‘D’, mobil terasa lamban sekali ketika kaki saya sudah mulai menginjak gas cukup dalam. Karena ketidak puasan saya mencoba dengan transmisi ini saya mengganti ke transmisi “S”. puli-puli pada gear terasa langsung begitu rapat dan RPM menaik 1000rpm lebih tinggi yang membuatnya ia sedikit lebih agresif.

Ketika saya kick down pedal gas, ia tidak memberikan reaksi secara langsung layaknya mobil-mobil bertransmisi CVT dan Turbo lainnya. Tapi cukup lama ia memberikan reaksinya sehingga saya kurang begitu percaya diri untuk mengajaknya berjalan liar di jalur tol. Sedikit tertolong karena ia shifttronic, saya  bisa memindahkan tuas transmisi dengan gear secara manual. Sehingga pada saat menanjak di tol padalarang tidak terlalu sulit.

Tak hanya itu, saya juga mencoba dengan menginjak gas secara linear atau dengan kata lain diurut secara perlahan. Mobil terasa lebih cepat untuk melaju dan menjadikan saya sedikit lebih pede untuk mengajaknya liar. Tapi, tetap ketika dalam keadaan mendadak untuk menyalip tidak bisa dilakukan secara langsung seperti membawa Honda CRV, saya harus mengambil dan memperhitungkan jarak dari jauh untuk mendapatkan kesempatan menyalip mobil di depannya secara maksimal tanpa mengurangi tenaga mobil.

Setelah pedal gas saya injak secara mengurut, saya bisa mendapatkan kecepatan penuh hingga 180 km/jam dan itu pun masih bisa saya tembus hingga 200 km/jam. Hal ini bisa saya simpulkan bahwa final ratio gearnya cukup kecil. Karena ketika diatas 5000 rpm, mobil baru terasa memiliki tenaga penuh.

Tak lama kami akhirnya keluar dari tol Pasteur, Bandung. Kemacetan sudah ada didepan kami dan akhirnya saya pun harus kembali menggunakan transmisi ‘D’. saat macet seperti ini mobil terpaksa harus stop and go. Karakter CVT mobil Glory 580 terasa cukup lamban. Bahkan dengan adanya lag turbo membuat mobil seperti menyundul ketika rpm turun.

Jalur Maranatha yang menanjak juga kami lalui. Menyenangkan untuk mobil ini memiliki fitur HAS (Hill Start Assist) sehingga ketika berhenti saat di jalur menanjak dan ingin berjalan mobil akan tertahan sejenak sekitar 2 detik agar tidak mundur.

Sayangnya, karena ia memiliki final ratio gear yang kecil membuatnya harus lebih berupaya untuk menginjak gas lebih dalam saat mulai menanjak kembali. Namun ia tetap mengasyikkan.

Sedangkan untuk sektor suspensi, saya merasakan sebagai mobil medium SUV ia cukup rigid dan empuk. Hal ini pun saya rasakan ketika saya duduk di jok baris kedua saat menuju Intercontinental hotel, Bandung.

Saat duduk di baris kedua, bantingannya terasa sangat empuk dan nyaman. Saya artikan bahwa ini sangat nyaman untuk keluar kota apalagi terdapat arm rest pada baris kedua dengan kombinasi 2 buah cup holder.

Kesimpulannya, medium SUV ini dihadirkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari para penggunanya. Makanya jika bicara performance, ia terbilang biasa saja untuk mesin turbo. Karena dengan final ratio gear yang kecil mobil diklaim akan lebih irit bahan bakar.

VALDO PRAHARA

Kolom Komentar



latest updates

Volkswagen Indonesia Perkenalkan Layanan Booking Service Online

JAKARTA, 14 Desember 2018 – PT Garuda Mataram Motor (GMM), agen pemegang merek Volkswagen di Indonesia, melakukan terobosan untuk semakin...

TEST DRIVE: Peugeot 3008 2018, Young Blood

JUJUR, saya lebih menyukai Peugeot 3008 yang terbaru. Saya pernah mengemudikan Peugeot 3008 generasi pertama dan versi faceliftnya. Kesan saya...

Bocor! Ini Penampakan Toyota Supra Versi Produksi

TOKYO, 14 Desember 2018 – Toyota Supra terbaru sudah pasti akan meluncur versi produksinya pada awal tahun depan, mengakhiri penantian...

Nissan Genjot Terra Saingi Fortuner dan Pajero Sport

JAKARTA, 14 Desember 2018 – Nissan terus menggenjot kehadiran andalannya, Nissan Terra, untuk bertarung di pasar SUV Indonesia. SUV premium...

Daimler Serahkan 200 Unit Truk Mercedes-Benz Axor 4928 T

SEMARANG, 14 Desember 2018 -- PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), agen tunggal penjualan resmi kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia,...