Beranda Drives TEST DRIVE: Datsun Cross Jelajah Pantai Selatan Yogyakarta

TEST DRIVE: Datsun Cross Jelajah Pantai Selatan Yogyakarta

YOGYAKARTA, 7 Mei 2018 – Datsun Cross sebagai sebuah mini crossover dihadirkan oleh Datsun Indonesia sebagai kendaraan bagi keluarga muda Indonesia, yang mampu diajak menjelajah medan lebih beragam. PT Nissan Motor Indonesia (NMI), induk perusahaan Datsun Indonesia, mengajak awak media untuk membuktikan ketangguhan dan performa Datsun Cross ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Carvaganza menjadi salah satu yang diundang oleh Datsun untuk menguji performa dari produk terbarunya tersebut, dengan kegiatan bertema “Be A Life Challenger”. Kegiatan selama dua hari tersebut (4-5/5/2018), mengajak kami selain menjajal kebolehan Cross, juga megeksplorasi keragaman wisata alam dan budaya di wilayah Yogyakarta.

Seluruh peserta mendapat unit Cross dengan drivetrain CVT atau Continous Variable Transmission yang menjadi andalan baru dari line up Datsun tahun ini. Perjalanan diawali dari kota Yogyakarta menuju Pantai Ngandong, pantai selatan di Kabupaten Gunung Kidul.

Memacu model ketiga Datsun yang dipasarkan di Indonesia tersebut dalam cruising speed dalam kota, kehalusan karakter CVT langsung terasa, membuat mobil yang berbasis sama dengan Datsun GO+ Panca ini menjadi lebih nyaman. Dengan harga lebih tinggi yakni Rp 173,9 juta (OTR Jakarta) untuk varian CVT ini, tentu nilai jual dan rasa mewah dari Cross muncul.

Agak asing saat duduk di kursi pengemudi, karena dibandingkan dengan GO Panca, posisi duduk pengemudi di Cross terasa lebih rendah. Ini berkat desain baru dashboard yang lebih tinggi, membuat serta posisi setir ikut naik sudutnya. Kurang cocok rasanya posisi ini untuk mobil dengan karakter crossover yang tinggi, karena lebih pas untuk hatchback yang menekankan sensasi sporty.

Untungnya, Datsun tetap menawarkan kepraktisan kemudi lewat setir yang ringan, membuat menjelajah dan meliuk di lalu lintas perkotaan tetap mudah.

Meninggalkan kota Kesultanan tersebut, perjalanan pun semakin menantang dengan mulai banyaknya tanjakan dan tikungan yang harus dilalui saat memasuki wilayah pegunungan. Di sini, performa mesin HR12DE tiga silinder 1.200cc dan CVT mulai benar-benar diuji.

Konvoi rombongan yang terdiri dari 7 unit Cross CVT dapat dengan mudah melahap tanjakan dan tikungan yang beruntun, terlebih dengan lancarnya lalu lintas. Memanfaatkan momentum yang ada, menanjak dengan Cross cukup dengan memainkan tekanan pedal gas, untuk memaksimalkan torsi 104 Nm dari mesin.

Kombinasi mesin dan transmisi pada Cross semakin tertantang saat jalanan berubah menjadi macet, akibat adanya skema buka-tutup karena perbaikan jalan di tengah jalur pegunungan. Cross harus diajak bekerja keras saat ingin kembali melaju setelah terhetni di tengah tanjakan, dan tidak jarang kami harus memindahkan transmisi ke posisi L demi torsi maksimal.

Aplikasi CVT membuat penyampaian daya dari mesin ke roda cukup berjeda, memaksa kami menginjak gas lebih dalam dari biasanya. Harus bersabar kami menunggu mesin sampai melebihi 4.000 rpm untuk mendapatkan torsi terbaik dari Cross demi berakselerasi di tanjakan.

Selain menggunakan mode L di transmisi, untuk mengajak Cross menanjak cepat juga bisa dengan menekan tombol Sport mode yang posisinya seperti umumnya Overdrive di transmisi otomatis konvensional. Mode Sport membuat mesin lebih responsive, meski tidak begitu signifikan.

Daripada untuk menanjak, mode Sport lebih terasa efeknya saat digunakan untuk menyalip. Tapi tetap, Cross harus sedikit dipaksa untuk bisa memberi akselerasi instan, karena karakter dari CVT tadi.

Peningkatan positif pada Cross adalah bahwa untuk melalui kelokan demi kelokan, justru lebih stabil dan mantap. Kemudi dengan sistem power steering elektronik ringan, tapi tidak sepenuhnya terasa ‘kosong’ feedback.

Peredaman suspensi pun memang lebih keras dibandingkan GO Panca, tapi dalam kondisi ini lebih baik dalam meminimalisir gejala body roll saat menikung. Bahkan ground clearance setinggi 200mm membuat melibas jalan yang rusak lebih meyakinkan.

Kembali lagi ke posisi duduk, rendahnya kokpit pengemudi di sisi lain lebih mendukung untuk bermanuver di saat harus melalui rangkaian tikungan sepanjang perjalanan. Tapi minusnya adalah visibilitas ke arah depan sedikit terhalang dengan tingginya setir dan dashboard berdesain baru.

Datsun sudah cukup berhasil mengubah platform LCGC dari GO/GO+ Panca untuk menjadi sebuah crossover yang cukup mumpuni dalam melahap beragam medan jalan. Tapi dengan beberapa pembenahan khususnya di sisi performa untuk lebih menekankan kualitas Cross sebagai sebuah crossover.

WAHYU HARIANTONO

Kolom Komentar

Last Update

Meriahkan Asian Games 2018, Astra Hias Bus Transjakarta

JAKARTA, 17 Agustus 2018 – Pesta olahraga negara-negara Asia, Asian Games 2018, akan resmi dibuka besok. Untuk memeriahkan perhelatan olahraga...

Hyundai Rilis Sketsa City Car Calon Pengganti i10

NEW DELHI, 17 Agustus 2018 – Sebuah sketsa desain telah dirilis oleh Hyundai, yang menandakan akan hadirnya model city car terbaru. Mobil tersebut akan...

Prestige Bawa Aston Martin Vanquish, Hanya Satu Unit di Indonesia

JAKARTA, 17 Agustus 2018 -- Prestige Image Motorcars kembali menghadirkan supercar terbaru di Indonesia. Mobil tersebut adalah Aston Martin Vanquish...

Rolls-Royce Silver Ghost Collection, Cuma 35 Unit di Dunia

GOODWOOD, 17 Agustus 2018 -- Rolls-Royce Silver Ghost menjadi mobil yang membentuk reputasi Rolls-Royce sebagai 'Mobil Terbaik di Dunia'. Memperingati salah...

MMKSI Perkenalkan Identitas Visual Baru Diler Kendaraan Penumpang di Tuban

TUBAN, 17 Agustus 2018 -- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) meresmikan diler kendaraan penumpang Mitsubishi ke –...