Beranda Drives TEST DRIVE: BMW 6 Series Gran Turismo, Paling Asik Duduk di Belakang

TEST DRIVE: BMW 6 Series Gran Turismo, Paling Asik Duduk di Belakang

JAKARTA, 17 September 2018 – Pada dua artikel sebelumnya Carvaganza membahas mengenai tampilan cantik dan kenyamanan BMW 630i Gran Turismo. Kali ini, saya akan bercerita tentang pengalaman dan impresi berkendara dari SAV mewah buatan Jerman tersebut.

BMW Seri 6 GT ini memiliki 5 pilihan mode berkendara seperti Eco Pro, Comfort, Adaptive, Sport dan Sport+. Sebelumnya, perlu diketahui mesin BMW 630i Gran Turismo adalah BMW Twin Turbo dengan teknologi twin scroll turbo yang berkapasitas 2.0 liter dengan tenaga sebesar 258 Hp dan torsi 400 Nm.

Pertama kali yang saya coba adalah mode Eco Pro, dimana klaim BMW bahwa computer dari mobil akan membaca mobil agar lebih irit bahan bakar meskipun pengendara tidak punya teknik untuk berkendara secara efisiensi. Selain itu, pada headunit dan cluster meter ditampilkan panduan yang berwarna biru. Sehingga membuat saya berkendara lebih rilex dan efisiensi.

Klaim BMW, saat mengajaknya berjalan mengelilingi kota adalah 8,2 l/100 km. Saya pun berhasil mendapatkan angka 12 km/l ketika membawanya untuk mengitari kota Jakarta yang padat dan macet. Selain itu, ketika berada di jalur tol saya dapat angka 17,8 km/l dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam.

Pedal gas memang terasa sedikit lebih dalam ketika diinjak, bahkan jika baru mengendarai BMW akan terasa mobil jauh dari tenaga yang diharapkan. Namun Anda tidak perlu khawatir karena ECU memberikan reaksi yang cepat untuk disampaikan ke computer sebelum diolah oleh mesin. Setiap perpindahan transmisinya begitu halus dengan jarak perpindahan yang tidak terlalu jauh.

Sedangkan untuk pengendalian setir, ia cukup ringan dan mudah ketika diajak bermanuver dan untuk bantingannya karena seperti saya bilang mobil ini cukup enak saat diajak jalan jauh, ia sangat nyaman untuk di belakang. Sayangnya sebagai pengendara saya sedikit khawatir karena buritannya yang tinggi membuat mobil terasa sedikit limbung ketika bermanuver.

Mencoba untuk berpindah ke Comfort, ia tidak memberikan reaksi yang jauh dari Eco Pro. Hanya memberikan rasa sedikit lebih percaya diri ketika pedal diinjak tidak terlalu dalam dan tenaga langsung terasa.

Kemudian saya mencoba menggunakan mode Sport. Pada mode ini, mobil langsung menjadi terasa galak seperti akan diajak mengebut di sirkuit sentul. Udara pada suspensi terasa lebih padat dan bantingan sedikit lebih keras untuk sisi depan.  Mobil ini meski memiliki bodi yang panjang dan gambot, ia masih sangat stabil saat bermanuver tajam.

Klaim BMW mobil ini dapat melesat dari 0-100 km/jam dalam waktu 6,3 detik. Sayangnya, saya tidak mengetes mobil ini dengan racelogic. Tapi saya merasakan mobil ini sangat cepat ketika berakselerasi dari diam ia sangat menarik badan saya terpental kebelakang meskipun hanya seperti saat mengendarai BMW M2.

Saat diajak maneuver di tol, mobil memang terasa mengasyikkan. Tapi ada yang kurang, tidak adanya tuas paddle shift pada setir membuat keasyikkan berkendaranya terasa kurang dan harus lebih waspada ketika berpindah transmisi dan menginjak gas secara dalam.

Uniknya, pada saat saya mencoba mode Adaptive. Pada mode ini, memang rasa nyaman masih ada dan bantingan terasa empuk. Hanya saja saat pedal gas diinjak secara kaget dan mendalam (kick down), seketika mesin menjadi galak seperti membawa mobil ini dengan mode sport. Tenaganya pun terasa langsung berlimpah. Tapi sekali lagi karena mobil ini sangat nyaman di baris kedua, saya rasa mobil ini diperuntukkan bagi kaum pebisnis muda atau kaum milenial yang menggunakan jasa pengemudi.

BMW 630i Gran Turismo Luxury Line dijual seharga Rp 1,569 miliar (off the road). Dengan harga segini bagi saya ini cukup memberikan kemewahan ketika Anda memilikinya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari dan berpindah-pindah tempat untuk meeting atau shopping.

Spesifikasi BMW 630i Luxury Gran Turismo

Layout kendaraan: SAV, mesin depan, 5 pintu,5 penumpang, RWD
Mesin: 2.0L BMW TwinPower Turbo Twin Scroll 4-cylinder / 258hp @5000-6500rpm / 400Nm @1550-4400rpm
Transmisi: Streptonic 8-Kecepatan
Top Speed: 250 km/jam
0-100 km/jam: 6,3 detik
P x L x T: 5091 x 1902 x 1538 mm
Wheelbase: 3070 mm
Bobot kosong: 1720 Kg
Kapasitas Tangki: 68 liter
Rekomendasi BBM: Ron 95

VALDO PRAHARA

Kolom Komentar



latest updates

BMW X5 xDrive45e iPerformance, When Efficiency Meets Supremacy

STRATEGI mobil listrik milik BMW memang istimewa.  Saat Anda menginginkan sebuah mobil listrik perkotaan yang canggih, Anda dapat memilih BMW...

Bulan Depan, Generasi Terbaru Mercedes-Benz CLA Lahir

STUTTGART, 19 Desember 2018 – Satu model baru Mercedes-Benz dipastikan akan meluncur pada awal tahun depan, saat berlangsungnya Consumer Electronic...

Transmisi Berpotensi Macet, Mitsubishi Recall Colt T120SS

JAKARTA, 18 Desember 2018 – Pada Mitsubishi Colt T120SS teridentifikasi sebuah masalah teknis yang terjadi pada komponen transmisinya. Demi memastikan...

Serius! Mustang Ini Sebenarnya Sebuah Lamborghini

EASTLAKE, 18 Desember 2018 – Kalau dilihat sepintas, mobil satu ini terlihat seperti sebuah Ford Mustang umumnya dengan modifikasi tampilan....

Calon Mobil LIstrik Pertama Infiniti akan Hadir di Detroit

WAN CHAI, 18 Desember 2018 – Saat berlangsungnya Detroit Motor Show 2019 nanti, Infiniti akan hadir dengan memperkenalkan calon mobil...