Beranda Drives TEST DRIVE: Bentley Continental GT, The Best a GT Can Be

TEST DRIVE: Bentley Continental GT, The Best a GT Can Be

Foto-Foto: Mark Fagelson, Rich pardon
[pro_ad_display_adzone id="54185"]

BENTLEY CONTINENTAL GT generasi pertama diluncurkan pada 2003 di bawah naungan VW-Audi, bukan Rolls-Royce. Inilah produk Bentley pertama yang benar-benar lepas dari kerjasama mereka sebelumnya dengan Rolls-Royce. Platformnya menggunakan VW Phateon. Generasi kedua diperkenalkan pada 2011 dan merupakan hasil revisi besar dari generasi pertama. Namun perubahan eksteriornya begitu halus sehingga tak mudah dibedakan jika dilihat sekilas. Tapi setelah 14 tahun berselang, Bentley meninggalkan platform lama pada 2018 dan menggunakan platform Porsche Panamera dengan nama kode internal MSB.

Continental GT merupakan sedikit dari coupe mewah berkapasitas empat penumpang dewasa yang bisa duduk dengan nyaman dan dilengkapi mesin 12-silinder dengan performa kompetitif. Formula tersebut dipertahankan pada Continental GT 2018. Meski menggunakan platform Porsche, tapi model ini sama sekali berbeda dari basisnya.

Perbedaan pada eksterior langsung terlihat tapi Anda bisa mengenali :benang merah” dengan model sebelumnya. Continental GT kini memiliki grille besar yang mendominasi “wajahnya”. Headlamp LED serupa dengan generasi sebelumnya, tapi kini rumah lampunya bertekstur seperti kristal yang memantulkan cahaya di bagian dalam.

Di belakang, bentuk lampunya berubah menjadi oval sehingga mengurangi kesan “berat”. Secara keseluruhan, bodi Continental GT terlihat lebih mengalir dan ramping. Hal ini karena dimensinya lebih panjang 44mm dan lebih lebar 10mm. Berhubung axle depan dimajukan 135 mm, overhang depan berkurang banyak sehingga nose mobil ini terlihat lebih panjang. Perubahan posisi axle membuat wheelbase lebih panjang 105 mm.

Bentley Continental GT mencetak standar baru sebagai GT yang menggabungkan style, kenyamanan, handling tajam dan performa mengagumkan.

Interior juga mengalami pembaruan. Bentley masih menggunakan material tradisional kecuali panel aluminium yang melapisi konsol tengah di sekitar tuas perseneling. Sisanya, kabin didominasi dengan lapisan kayu dan kulit. Modern vs tradisional juga ditampilkan pada LCD touchscreen 12,3 inci dan cluster meter analog yang menunjukkan temperatur, kompas dan stopwatch. Jika Anda tak puas dengan sistem audio standar 10 speaker, Bentley menawarkan opsi Bang & Olufsen 14 speaker atau Naim 18 speaker.

Continental GT menggunakan generasi terbaru mesin W12 yang pertama kali digunakan di Bentayga. Uniknya, Bentley mengabaikan tren industri otomotif yang menurunkan kapasitas mesin dan mempertahankan mesin 6.0 liter. Tenaganya bertambah menjadi 635 hp dari 575 hp pada model sebelumnya. Tapi yang paling mengesankan adalah torsi yang mencapai 900 Nm, melebihi W12 lainnya kecuali GT Supersport (715 hp dan 1015 Nm).

Dengan Dual Clutch Transmission (DCT) 8-kecepatan – pertama bagi Bentley – Continental GT dapat melesat 0-100 km/jam hanya dalam 3,7 detik, hampir sedetik lebih kencang dari W12 lama. Kecepatan maksimalnya kini mencapai 333 km/jam, lebih kencang 14 km/jam dari sebelumnya. Kemampuannya berakselerasi membuat ketagihan sehingga kami terus menyalip mobil lain.

 

Bentley telah menyiapkan rute di Pegunungan Tyrol yang membentang dari Austria ke Italia sepanjang 450 km, melintasi trek Grossglockner yang terkenal. Setelah mencoba semua mode pengendaraan, saya merasa mode Bentley atau “B” yang terbaik. Tentu saja Anda bisa memilih Comfort tapi handling kurang tajam. Sedangkan Sport memang lebih tajam tapi suspensi sedikit terlalu keras dan transmisi terus tertahan di gigi rendah. Mode Bentley merupakan kompromi dari keduanya dan menawarkan pengalaman mengemudi GT yang menyenangkan.

Sistem penggerak AWD lebih sering dalam mode RWD kecuali saat kondisi limit atau tergelincir. Pada mode Bentley, 38% torsi disalurkan ke roda depan untuk mencegah oversteer. Pada mode Sport, hanya 17% torsi dan sisanya ke roda belakang agar bisa oversteer. Tapi kebanyakan pengemudi hanya dapat merasakan torsi akibat roda bagian dalam tikungan yang sedikit terkunci saat menikung dan berakselerasi secara bersamaan.

Sebuah Grand Tourer pada dasarnya tak hanya untuk meluncur dengan nyaman but also with speed and style. Continental GT memenuhi semua itu. Mesin W12 memang membantu mewujudkan itu, namun chassis yang mengagumkanlah yang memungkinkan itu semua terjadi. Pada mode Bentley, semua komponen bekerja dengan sempurna dan menjadikannya GT terbaik yang pernah ada.

Saya tak lagi merasa seperti pelengkap di belakang setir, tapi terlibat sepenuhnya dalam proses pengemudian. Bentley Continental GT mungkin saja tidak memberikan dobrakan untuk mobil genre ini, namun ia mencetak standar baru sebagai GT yang menggabungkan style, kenyamanan, handling tajam dan performa menakjubkan.

Spesifikasi Bentley Continental GT

Layout Kendaraan: Sedan GT, Mesin Depan, 2-pintu, 4-penumpang, AWD
Mesin: W12 6.0-liter Twin Turbo/ 635 hp @6000rpm/900 Nm @1350-4500 rpm
Transmisi: A/T 8-kecepatan DCT
Bobot Kosong: 2244 kg
Wheelbase: 2851 mm
P x L x T: 4850 x 2187 x 1405 mm
0-100 km/jam: 3,7 detik
Top Speed: 333 km/jam
Kapasitas Tangki: 90 liter
Rekomendasi BBM: RON 100

ANDRE LAM

Kolom Komentar



latest updates

Menang Kompetisi, Shell Ajak Mahasiswa ITS Kunjungi Markas Scuderia Ferrari

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Indonesia berhasil menjadi juara pada ajang Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship (DWC) 2018, melalui perwakilan...

Teknisi Nissan Indonesia Raih Medali Perak di World Skill Asia 2018

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Teknisi Nissan Indonesia, Mustaqim, berhasil meraih medali perak di ajang kompetisi World Skill Asia 2018 yang diselenggarakan...

Habiskan Rp 202 Miliar, Auto2000 Resmikan 6 Cabang di Pulau Sumatera

JAKARTA, 17 Desember 2018 – Auto2000, dealer terbesar penjualan Toyota, terus melebarkan sayap jaringan penjualan dan servisnya. Hari ini, Senin...

Komponen Bermasalah, Suzuki Recall 19.926 Unit Carry

JAKARTA, 17 Desember 2018 – PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) menggelar program perbaikan atau Suzuki Product Quality Update. Program ini...

Ini Pembalap yang Jadi Inspirasi Nama Bugatti Divo

SEPERTI nama Bugatti Veyron dan Chiron, nama Bugatti Divo juga diambil dari nama pembalap. Yaitu pembalap Prancis Albert Divo yang...