Beranda Drives Porsche Cayenne 2018 Drive in Oman (Bagian 2)

Porsche Cayenne 2018 Drive in Oman (Bagian 2)

Mobil ini memiliki kemampuan ‘plus-plus’ yang membuat saya sangat terkesan.

Foto-foto: Porsche Press & Eka Zulkarnain

Pada pagi Kamis pagi (25/1) jam 8.00 waktu Fujairah, Uni Emirates Arab (UEA), sebanyak 20 jurnalis dari Asia Pasifik mendapatkan briefing sebelum mencoba 10 unit Porsche Cayenne dan Cayenne S 2018. Salah satunya dikemudikan oleh dua jurnalis dari Indonesia, termasuk saya dari Carvaganza. Kami menjajal Porsche Cayenne 2018 yang dirilis Porsche AG akhir 2017 lalu.

Mesin V6 twin-turbo, 440 hp Cayenne S berpulas hitam terasa begitu renyah di putaran rendah dan ketika dibejek langsung melesat ke 6.600 rpm. Geraman mesinnya terdengar lebih keras dibandingkan dengan V6 versi standar dengan sesekali terdengar letupan-letupan kecil saat mode pengendaraan dipindahkan ke Sport Plus. Pabrikan mengklaim bahwa kemampuan akselerasi Cayenne S sedetik lebih kencang dibandingkan tipe paling bawah (4,9 detik vs 5,9 detik). Mesinnya halus dan cukup impresif.

Jok yang terbuat dari kulit yang nyaman dan posisi duduk yang dapat diatur secara elektrik memudahkan saya dengan postur tubuh 167 cm untuk mengeksplor dengan jelas pandangan ke depan. Pengendaraannya stabil sehingga mobil mudah ditekuk tajam di tikungan-tikungan medium pada kecepatan tinggi.

Mode pengendaraannya dapat diatur lewat display yang ada di dashboard sesuai dengan medan yang dilewati. Ketika di Onroad, Anda bisa memilih Normal, Sport, Sport Plus dan Individual di mana keempat mode memberikan rasa pengendaraan dan pengemudian yang berbeda-beda. Ketika berpindah pada mode yang lebih tinggi, setir menjadi lebih berat dan chassis menjadi lebih stiff.

Tergantung pada mode yang pilih, komputer akan mengatur setingan mesin, sistem chassis termasuk sistem transmisi teranyar begitu juga dengan sistem AWD Porsche Traction Management (PTM) dan Porsche Stability Management (PSM). Komputer juga mengatur air suspension, sistem damper PASM, Porsche Dynamic Chassis Control (PDCC) dan steering as roda belakang.

Perpindahan transmisi otomatis 8 kecepatan PDK terasa pendek-pendek, cepat serta halus sehingga membantu meningkatkan sensasi berkendara ditambah dengan kemudi electric power steering yang terasa ringan dan langsung. Respon kemudinya cepat dan positif sehingga Anda tidak akan merasa seperti membawa mobil dengan bobot dua ton dan panjang hampir 5 meter. Suara mesinnya pun terasa lebih halus dan kalem, ditambah kabin yang juga kedap.

Harus diakui Cayenne terasa sangat nyaman, mirip mengemudikan mobil sedan namun dengan posisi duduk commanding dan ground clearance tinggi. Sepertinya pabrikan telah sukses mengawinkan kenyamanan Panamera dengan ketangguhan SUV Cayenne. Tak heran pula jika pabrikan mengklaim bahwa Cayenne yang terbaru akan terasa lebih seperti sportscar dibandingkan Cayenne-Cayenne sebelumnya.

Pada Cayenne generasi ketiga ini, Porsche memperkenalkan tungsten-coated iron brake rotor alias rotor pengereman dari baja yang di-coating oleh tungsten. Porsche memberi nama dengan Porsche Surface Coated Brake (PSCB) di mana pengereman menjadi lebih kuat, 30 persen lebih tahan lama daripada rem konvensional dan lebih meminimalisir debu rem.

Dalam hal interior, fitur dan layout dashboard Cayenne banyak mengadopsi dari Panamera seperti layar sentuh infotainment HD 12,3 inci, haptic switch di konsol tengah dan panel instrument dengan analog pada display HD 7,0 inci. Kabinnya terasa lapang baik di barisan pengemudi maupun belakang dengan hiasan panoramic roof yang begitu lebar. Ragam material interior terasa sangat berkualitas dan layout-nya membuat hati lebih adem ketika kami melewati medan yang gersang.

Pada saat memasuki medan off-road di Wadibih, Oman dan Wadi Wurayah, Fujairah di Uni Emirate Arab (UEA) kami memakai mode pengendaraan off-road gravel dengan setingan chassis Terrain. Medan yang kami lewati adalah jalanan tanah berbatu dengan permukaan jalan tinggi. Suspensi Cayenne S maupun Cayenne standar menjadi lebih tinggi sehingga lebih leluasa mengarungi medan. SUV dengan santai melewati medan tersebut tanpa usaha yang terlalu keras, bahkan saya sebagai pengemudi tak perlu terlalu banyak effort. Bahkan ketika melewati jalanan gravel, guncangan sangat minim bahkan saya merasa seperti SUV melaju di jalan aspal saja.

Ketika melewati jalur menurun yang sangat sempit di mana di bagian kiri adalah jurang yang cukup dalam dan bagian kanan bongkahan batu besar atau pun gunung batu, saya tinggal mengaktifkan kamera 360 derajat (eye bird) yang memperlihatkan kondisi di sekeliling mobil, ditambah kondisi jalur gravel depan yang bakal dilewati. Pengemudi tak perlu banyak menengok ke kiri bawah atau meminta bantuan penumpang samping untuk melihat kondisi di depan kanan. Kecepatan pada saat itu kisaran 25 – 35 km/jam.

Pada saat menaiki jalan tanjakan curam, mode pengendaraan tetap di Gravel dengan chassis Terrain. Torsi padat di putaran mesin mendorong mobil dengan santai menaiki tanjakan yang keterjalannya sekitar 30 – 36 derajat. Saya cukup duduk manis di kursi pengemudi dengan rileks, kaki kanan menginjak throttle dengan kecepatan konsisten mengikuti mobil di depan. Pada saat turun, saya coba dengan Hill Descent Control. Semua fitur-fitur tersebut membuat saya merasa expert dalam pengendaraan di off-road. Teknologi telah mempermudah segalanya.

PORSCHE CAYENNE 2018

Layout kendaraan: SUV, mesin depan, 5 pintu, 5 penumpang, AWD
Mesin: V6 single turbo 3.0L, 340 hp @1340 – 5300rpm, 450 Nm @5300 – 6400 rpm | V6 twin-turbo 2.9L, 440 hp @1800 – 5500 rpm, 550 Nm@5700 – 6600 rpm | V8 twin-turbo 4.0L, 550 hp @1960 – 4500 rpm, 770 Nm @5,750 – 6,000 rpm.
Transmisi: A/T 8-kecepatan Tiptronic S
0 – 100 km/jam: 6,2 detik (Cayenne); 5,2 detik (Cayenne S); 4,1 detik (Cayenne Turbo S).
Top speed: 245 km/jam (Cayenne); 265 km/jam (Cayenne S); 286 km/jam (Cayenne Turbo S).
PxLxT: 4918 x 1983 x 1696 mm
Wheelbase: 2895 mm
Ground clearance  –
Bobot kosong                  –
Kapasitas tangki: BBM 100 liter

EKA ZULKARNAIN

Kolom Komentar

Last Update

Colt Diesel Masih Rajai Penjualan KTB di GIIAS 2018

JAKARTA, 14 Agustus 2018 – Segmen kendaraan komersial tak kalah bergairah di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018....

Toyota Agya Club Ikut Ramaikan Gelaran GIIAS 2018

JAKARTA, 14 Agustus 2018 – Komunitas Toyota Agya Club (TAC) meramaikan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE,...

BMW E36 Indonesia Rayakan Ulang Tahun Dengan Camping Bersama

TANGERANG, 14 Agustus 2018 - Memperingati hari ulang tahun komunitas BMW E36 Indonesia, berbagai upaya dilakukan oleh para member yang...

Tak Banyak Gembar-Gembor, Mazda Bisa Jual 1.070 Unit di GIIAS 2018

JAKARTA, 14 Agustus 2018 -- PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku distributor resmi Mazda di Indonesia tersenyum lebar mengakhiri Gaikindo...

Lexus Tutup GIIAS 2018 dengan 2 Gelar

JAKARTA, 14 Agustus 2018 – Lexus Indonesia mengakhiri keikutsertaannya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD,...