Home Drives Menjajal Performa Ferrari GTC4Lusso T di Pegunungan Tuscany
VIALAPORAN EKSKLUSIF DARI ITALIA

Menjajal Performa Ferrari GTC4Lusso T di Pegunungan Tuscany

SHARE

MONTERIGGIONI, 31 Maret 2017 — Kesempatan merasakan performa Ferrari GTC4Lusso T akhirnya Carvaganza dapatkan awal pekan ini. Undangan mengikuti GTC4Lusso T International Media Test Drive jelas sayang ditampik. Apalagi rute yang ditawarkan adalah pedesaan khas Italia di kawasan Tuscany.

Pada tulisan sebelumnya saya menceritakan jika berpasangan dengan Rizal Johan, jurnalis otomotif dari The Star Malaysia. Rute pertama dari benteng Monteriggioni kami menuju Punta Ala, kota pelabuhan untuk makan siang. Etape pertama ini menempuh jarak sekitar 160-an km. Setengah jalan, saat berhenti di kawasan pegunungan Volterra, Rizal menawarkan saya untuk bergantian menyetir.

Duduk di jok pengemudi, saya merasa seperti pembalap. Tampilan maupun kemudi benar-benar membuat saya seperti tengah menghadapi mobil yang siap melaju di lintasan. Kemudi menjadi pusat semua pengendalian mobil ini.

Tombol engine start stop, pengaturan suspensi, pengaturan lampu utama, turn signal alias lampu sein, driving mode, penerima panggilan telepon, bahkan washer untuk wiper semuanya ada di lingkar kemudi. Kalau boleh dibandingkan mobil biasa, kemudi ini menggantikan fungsi semua tuas yang biasanya ada di belakang kemudi. Sementara paddle shifter untuk menaikkan dan menurunkan gigi ada di bagian belakang kemudi.

Baca Juga:  F1: Menang di Kanada, Vettel Depak Hamilton dari Puncak Klasemen

Tepat di depannya ada information cluster yang menyajikan semua informasi terkait mobil. Informasi bahan bakar, kecepatan, posisi transmisi, dan semuanya. Tapi ada satu yang agak-agak bikin saya kagok. Pasalnya untuk Reserve alias gigi mundur ditempatkan dalam bentuk tombol di konsol tengah antara pengemudi dan penumpang depan. Di konsol ini juga ada tombol pilihan transmisi automatic dan lampu hazard.

Baca juga: Menikmati Kemewahan Kabin Ferrari GTC4Lusso T
Baca juga: Menikmati Ferrari GTC4Lusso T di Monteriggioni

Ah, daripada pusing-pusing saya langsung menekan tombol engine start stop. Suara raungan mesin V8 berkapasitas 3.855cc langsung menggelegar dari empat pipa knalpot di bagian belakang. Suara yang merangsang keinginan untuk menginjak pedal gas dalam-dalam.

Saya langsung menekan tombol transmisi automatic, pedal gas diinjak, dan mobil mulai bergerak. Tenaga yang dihasilkan mobil rear-wheel-drive ini memang luar biasa. Meski mesin menggunakan V8, tidak seperti saudaranya GTC4Lusso — tanpa T — yang menggunakan mesin V12, mobil ini tak kalah galak.

Mesin V8 yang terpasang di GTC4Lusso T ini memang salah satu kebanggaan Ferrari. Mesin ini merupakan hasil evolusi terakhir dari mesin pemenang 2016 International Engine of the Year. Berkapasitas 3,855 cc mesin ini sangat kompak dan efisien. Tenaga yang dihasilkan 610 cv pada 7,500 rpm atau specific power output 158 cv/l yang menjadi tertingi di kategorinya.

Baca Juga:  10 Ferrari Termahal Sepanjang Sejarah

Sedikit pedal gas ditekan, tenaga tersalur dengan apik. Perpindahan transmisi 7 kecepatan berlangsung dengan mulus. Sensasi torsi yang mencapai 760 Nm saya rasakan ketika kami memasuki jalan tol SS1 antara Cecina menuju Scarlino Scalo. Saya sesekali mendapat kesempatan menekan gas dalam-dalam, speedometer digital dengan cepat bergerak ke angka 80, 100, 140, dan 200 km/jam. Meski saya harus berhati-hati dengan kondisi jalanan yang tidak mulus dan truk-truk besar.

Seperti semua mesin keluaran pabrikan Maranello ini, GTC4Lusso T V8 turbo memiliki semua kualitas klasik milik Ferrari; tajam dalam respon, kinerja luar biasa, dan tanaga yang selalu tersedia di setiap akselerasi.

Nah, satu yang membuat saya terkesan adalah pengendaliannya. Benar-benar numero uno, sangat asik. Tak ada celah sedikitpun di putaran kemudi. Saat melaju di jalanan lurus, menyalip mobil lain, atau saat menghadapi tikungan putaran benar-benas pas. Saya tak membutuhkan banyak effort karena teknologi four-wheel steering yang dipasang Ferrari menambah agility dan respon kemudi. Sistem rear-wheel-steering terintegrasi dengan electronic controls suspension SCM-E ESP 9.0 dan generasi ketiga Side Slip Control (SSC3).

Baca Juga:  F1: Vettel Dominan di Kanada Raih Kemenangan ke-50

Tak terasa kami sampai di Yatch Club Punta Ala untuk makan siang. Menu pasta, ikan, daging asap, dan salad khas Italia menyambut kami. Setelah menguras emosi mengeber Ferrari GTC4Lusso T, menyantap makanan a la Italia sembari memandang laut terasa nikmat. Selesai makan siang, kami kembali ke hotel di Borgo San Luigi. Kali ini rute yang ditempuh lebih dekat sekitar 106 km. Saya dan Rizal kembali bergantian menyetir.

“Kerete ni seronok betul,” kata Rizal menyimpulkan. Yup, saya setuju, GTC4Lusso T pantas diacungi jempol. Meski sempat jadi tanda tanya karena 4 seater dan mesin V8, namun GTC4Lusso T tak menghilangkan DNA Ferrari sebagai “Prancing Horse” yang galak namun asik dikemudikan.

RAJU FEBRIAN (MOTERIGGIONI, SIENA, ITALIA)

SHARE

Last Update

video

VIDEO: Mazda Rayakan 40 Tahun RX-7

TOKYO, 23 Juni 2018 -- Mesin rotari adalah konfigurasi mesin paling menarik di dunia otomotif. Tahun lalu, Mazda menandai 50...

FEATURE: Legacies of the Legend Ayrton Senna

LEO TOLSTOY Tolstoy pernah berkata, “Happiness is an allegory, unhappiness a story.” Ucapan penulis asal Rusia tersebut ada benarnya jika...

Sinergi Renault-Nissan-Mitsubishi Hasilkan Profit Rp 93,3 Triliun

TOKYO, 23 Juni 2018 – Pada tahun 2016 lalu, Aliansi Renault-Nissan menambah anggota keluarga baru dengan membeli saham mayoritas Mitubishi....
video

Land Rover Catat Rekor Dunia Rayakan Ulang Tahun ke-70

BAD KISSINGEN, 23 Juni 2018 – Land Rover kembali mencatatkan namanya di Rekor Dunia Guinness pada perayaan usianya yang ke-70...

Mitsubishi Fuso Manjakan Konsumen di Lebaran Service Campaign 2018

JAKARTA, 22 Juni 2018 -- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan Mitsubishi Fuso di Indonesia, memanjakan...