Beranda Drives Menjajal Mazda CX-9 yang Bongsor Tapi Lincah

Menjajal Mazda CX-9 yang Bongsor Tapi Lincah

JAKARTA, 14 Maret 2018 – Mobil sport utility vehicle (SUV) tiga baris sangat bagus untuk membawa anak-anak dan kargo berjumlah banyak, tapi tidak selalu menyenangkan untuk dikendarai. Ciri bodi berukuran besar juga membuat banyak orang berpikir sulit untuk mengendarainya. Namun All-new Mazda CX-9 adalah contoh langka dari sebuah SUV yang menyatukan kesenangan berkendara, kemudi yang komunikatif, dan semua utilitas yang dibutuhkan.

Carvaganza mencoba kemampuan mobil ini dalam test drive All-new Mazda CX-9 yang diselenggarakan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) pada Rabu (14/3/2018). Sebanyak 12 media diajak berkeliling Jakarta sambil merasakan kenyamanan SUV premium dan paling mewah yang dimiiki Mazda.

Di awal, sebenarnya saya sedikit bingung dengan rute yang dipilih Mazda. Kami menempuh rute Senayan, dealer Mazda di Puri, Gunawarman, kemudian lanjut ke The Breze BSD, sebelum balik ke Senayan. Lho, kok bolak balik?

“Kami ingin media merasakan gaya hidup eksekutif Jakarta terutama gaya hidup pengguna The All-New Mazda CX-9, dalam media drive yang kami rancang dengan tema City Cruizing with the most premium SUV from Mazda,” kata Ricky Thio, Sales, Marketing and PR Director PT Eurokars Motor Indonesia sebelum test drive dimulai.

Oh begitu? Okelah.

Setelah sarapan di Senayan saya didaulat menyetir pertama. “Lho, kok?” tanya saja. Rekan-rekan yang lain cuma tertawa dan meminta saya menyetir mobil berkelir Soul Red Crystal Metallic. Menyusuri Jakarta saat weekdays jelas Anda harus menghadapai jalanan macet. Itu baru kondisi jalan sementara badan Mazda CX-9 juga bongsor yang tentunya membuat saya membutuhkan konsentrasi ekstra.

Keluar dari parkiran, kami langsung dihadapkan pada jalanan macet dengan kondisi stop and go. Awalnya saya sedikit kagok karena belum beradaptasi dengan tubuh besar Mazda CX-9. SUV ini memiliki tubuh bongsor, panjang lebih dari 5 meter, atau tepatnya 5,075 mm. Panjang Mazda CX-9 ini baru ini lebih pendek dari model sebelumnya sekitar 22mm.

Tubuhnya makin lebar 1,969 mm, bertambah 33 mm dari sebelumnya. Sedangkan tinggi 1,747 mm bertambah 12 mm dari generasi sebelumnya. Mazda melakukan perbaikan di wheelbase 2,930 mm yang bertambah hingga 55 mm.

Nah, Mazda mengakali bodi besar ini dengan memangkas panjang ruang mesin atau front overhang 59 mm menjadi 1.029 mm. Hal ini cukup membantu untuk memantau bagian depan, meski saya tetap saja harus berhati-hati karena ujung engine hood atau kap mesin yang cukup panjang.

Ternyata tak menyulitkan mengendalikan Mazda CX-9. Meski tubuhnya besar, saya tak kesulitan. “ Tujuan pertama kali adalah dealer Mazda di Pluit. Melewati Jalan Asia Afrika, Slipi, masuk tol, mengarah ke Kebon Jeruk, tol lingkar luar, sebelum tiba di Puri. Ternyata saya beruntung mendapat giliran menyetir duluan. Lantaran melawan arus pekerja yang mengarah ke Jakarta, rute menuju Puri justru lebih lengang.

Begitu masuk tol, saya langsung menggeber mesin baru Mazda CX-9. Mobil ini dilengkapi mesin baru SkyActiv-G 2.500 cc Turbo. Tenaga yang disebut 170 ps cukup besar untuk melesatkan mobil ini. Yang menarik adalah torsi yang mencapai 420 Nm dan turbo yang bisa dirasakan sejak putaran mesin bawah.

Katsuaki Sasaki, Project Manager, Product Division Mazda Motor Corporation yang ikut di test drive ini mengatakan Mazda memang merancang mesin baru untuk Mazda CX-9. “Inilah model pertama mazda yang menggunakan SkyActiv-G turbo,” kata dia.

Saya sempat mencoba akslerasi mobil ini. Meski jalanan cukup ramai saya bisa mencapai kecepatan 140-an km/jam. Saya juga dengan pede meliuk-liukkan Mazda CX-9 di antara mobil-mobil lain. Dengan bobot lebih dari 2.5 ton, Mazda CX-9 cukup “nurut” diajak bermanuver.

Di luar kemampuan mesinnya, ada dua bagian yang bagi saya menarik. Pertama kemudi. Meski terasa agak berat, tapi cocok bagi saya karena pegangan lebih mantap. Lalu lingkar kemudi yang kecil juga memudahkan mengendalikan mobil.

Lalu kedua transmisi. Mazda menggunakan transmisi otomatis 6-kecepatan. Ada 3 pilihan pengendaraan yaitu Drive, kemudian Sport, dan juga bisa dimainkan secara manual. Tingkatannya beragam. Sport tenaga mesin lebih responsif sementara di mode manual Anda bisa bermain-main dan memaksa mesin sesuai selera.

Dari Mazda Puri tujuan kami adalah restoran mewah Sofia at The Gunawarman untuk makan siang. Nah, sekarang giliran saya duduk di belakang di baris kedua. Kesempatan ini saya gunakan untuk menikmati fitur-fitur di dalam kabin.

Secara umum, desain Mazda CX-9 memiliki ‘bahasa’ yang sama dengan model-model Mazda lainnya. Ada kemiripan namun dengan penempatan item-item yang berbeda. Khusus untuk Mazda CX-9, aura mewah terasa cukup kental. Jok empuk dan baris kedua cukup lebar ke depan. Leg room lega, kaki saya bisa selonjoran. Namun di baris ketiga tidak terlalu leluasa, saya yang kakinya panjang, sedikit menekuk.

Yang paling menarik dari bagian kabin Mazda CX-9 adalah sistem hiburannya. Layar Human-Machine Infercare (HMI) menggunakan layar sentuh dengan berbagai informasi dan hiburan. HMI ini bisa diatur menggunakan pengatur di kemudi atau di konsol depan. Oh ya, sistem hiburan ditunjan speaker mewah dari BOSE sebanyak 12 titik. Jadi ketika Anda menyetel musik, suara yang Anda dengar seperti Anda tengah menyaksikan konser.

Urusan keamanan pantas mendapat acungan jempol. Mazda memasang serangkaian fitur keselamatan aktif seperti Adaptive LED Headlamp (ALH), Lane-keep Assist System (LAS), Lane Departure Warning System (LDWS), Smart City Brake Support (SCBS), Blind Spot Monitoring (BSM), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), dan Driver Attention Alert (DAA).

Rute kami berlanjut ke kawasan BSD untuk bermain bowling. Malamnya, kembali ke arah Senayan dan makan malam di sebuah restoran ternama di pusat perbelanjaan besar di Jakarta Selatan. Seharian berkeliling dengan Mazda CX-9 saya menyimpulkan mobil ini punya paket lengkap. Mesin mumpuni dengan tenaga besar, pengendalian lincah meski memiliki tubuh besar, kenyamanan penumpang sangat diperhatikan. Dan satu lagi, semua itu mazda CX-9 bisa didapatkan dengan harga Rp 798,9 juta (OTR Jakarta).

RAJU FEBRIAN

Last Update

Pereli Indonesia Mendominasi Hari Pertama Kejuaraan Reli Malaysia 2018

JAKARTA, 21 Juli 2018 – Pereli Indonesia tampil mendominasi di hari pertama Kejuaraan Reli Malaysia bertajuk International Rally of Johor 2018 yang digelar di kawasan...

Inilah Raja Drift di Kejurnas Putaran Kedua

JAKARTA, 22 Juli 2018 - Kejuaraan Nasional Drift putaran kedua telah usai digelar. Puluhan drifter berjuang keras dalam menyelesaikan soal...

DFSK Glory 580 Dapat Garansi 7 Tahun, Apa Saja yang Dijamin?

JAKARTA, 22 Juli 2018 – Ada satu hal menarik, dan juga berani, yang ditawarkan DFSK Motors Indonesia saat meluncurkan SUV...

Setelah Hamilton, Mercedes Juga Perpanjang Kontrak Valtteri Bottas

BRACKLEY, 22 Juli 2018 – Menyusul Lewis Hamilton yang mendapat perpanjangan kontrak selama dua tahun, Mercedes kemudian juga memberikan kontrak...

DFSK Klaim Siapkan 50 Dealer untuk Layani Glory 580

JAKARTA, 21 Juli 2018 – Setelah memastikan peluncuran SUV 7-seater Glory 580, DFSK Motors Indonesia juga menyatakan kesiapannya terkait layanan....