Beranda Drives McLaren 570 S Coupe, Driving Thrills

McLaren 570 S Coupe, Driving Thrills

Sensasi mengemudikan McLaren 570S Coupe di trek Proving Ground Bridgestone membuat kecanduan.

(Foto-foto: Sigit Sugianto)

MCLAREN telah menghadirkan 570s Coupe di Indonesia pada 2016 silam. Mobil ini termasuk dalam keluarga 540, 570, maupun 570s Spider. Pasalnya McLaren 570S digadang sebagai paket “lebih terjangkau” bagi mereka yang mendambakan sensasi mobil sekelas McLaren 650S. Tidak heran kalau beberapa DNA pada 650S sudah melekat di 570S. McLaren 570S mengkom­binasi mesin dahsyat tersebut dengan konstruksi  bodi ringan menggunakan chassis serat karbon MonoCell II.

Harus diakui perawakan 570S mirip dengan sang kakak P1 yang berstatus hypercar. Lihat saja garis bodi dan bentuk lampu depan dan belakangnya. Ada liukan yang dinamis sekaligus modern. Muncul kesan bahwa lekuk itu tak hanya untuk keindahan semata, melainkan memang dirancang dengan serius untuk meningkatkan aerodinamika.

Aura sport tercium kuat ketika memasuki kabin, material suede melapisi dashboard dan seluruh kabin berwarna hitam. Sedangkan  doortrim dan jok bucket dilapisi dengan Alcantara sehingga membuat mobil semakin mewah.

Raungan suaranya menggelegar seperti suara mobil F1 di sirkuit. Meski saya mengujinya di area tertutup, saya tetap mengawali dengan mode Normal dan pengaturan tenaga di mode Normal. Agresifitas dari McLaren 570s ini sudah terasa sejak mode ini. Bahkan saat pedal gas di sentuh ia sudah membuat badan saya terhempas ke belakang.

Klaim McLaren bahwa 570s masih tetap enak dikendarai di area perkotaan memang terbukti. Ia masih tetap santun saat diajak berjalan pada RPM rendah atau di bawah 40 km/jam. Hanya saja, panas mesin twin-turbonya sepertinya tidak akan terlalu kuat menahan panas jika harus diajak tertahan di tengah kemacetan.

Setelah menikmati Mode Normal, saya pindahkan ke Sport. Raungan suara semakin membesar dan meningkatkan adrenalin saya untuk menginjak gas lebih dalam. Tangan  semakin erat menggenggam setir yang dibalut dengan suede. Tenaga 562 Hp miliknya memang belum terasa sepenuhnya, namun hentakannya sudah dapat menghempaskan badan saya sangat kencang. Konsentrasi pun semakin tertuju pada lajur sirkuit, pada saat menikung pun dengan kecepatan tinggi saya masih merasa ingin membejek pedal gas tanpa mengurangi kecepatan.

Handlingnya sangat mantap, terasa stabil meski saya melibas tikungan dengan kecepatan tinggi. Setir pun terasa enteng dan mudah dikomunikasikan, sehingga saya dapat mengkontrol putarannya. Semangat saya pun semakin meningkat untuk merasakan tenaga 562 Hp dan torsi 600 Nm secara penuh.

Salah satu faktor yang membuatnya stabil adalah cangkang monokoknya mengadopsi  konstruksi serat karbon seperti yang dipakai di mobil F1. Pabrikan menamainya MonoCell II yang bobotnya hanya 75 kg dan tingkat rigiditas serta stiff yang tinggi sehingga memberikan dinamika berkendara yang baik. Konstruksinya yang ringan ditambah dengan mesin V8 membuat mobil ini memiliki rasio bobot berbanding tenaga terbaik di kelasnya.

Saya langsung mengganti mode berkendara dan mode tenaga ke pengaturan track. selain itu, saya juga mematikan tombol ESC (Electronic Stability Control). Tapi sebelum saya merasakan sensasi tarikan RWD miliknya di tikungan, saya mencoba untuk melakukan akselerasi dengan menekan tombol ‘launch control’. Badan saya terasa terlempar seperti menyetir di mobil F1 dan membuktikan bahwa mobil ini dapat melaju dari diam hingga 100 km/ jam dalam waktu 3,1 detik.

Selanjutnya, saya mencoba kickdown di tikungan. Mobil tetap stabil ketika masuk tikungan untuk menjemput apex sehingga pengemudi merasa percaya diri memacu 570S hingga titik limit.

Suspensi juga mampu menjaga kestabilan mobil pada saat melakukan hard braking. Moncong mobil tidak menukik terlalu tajam sehingga arah mobil bisa lebih terkendali. Tak kalah hebat adalah kenyamanannya. Memang benar ini adalah sebuah mobil high-speed oriented, tapi untuk ukuran mobil sekencang ini, suspensi 570S masih terhitung lembut. Terasa saat saya sengaja melindas kerb untuk merasakan pantulan suspensi.

Kerja transmisi otomatis 7-kecepatan dengan paddle-shift cepat dan pendek-pendek sebagaimana ciri khas mobil sport. Pada saat berpindah ke gigi atas maupun bawah, pengemudi masih merasakan sentakan-sentakan kecil untuk memberikan sensasi mengemudi. Pada kecepatan rendah dan sedang, transmisi tidak terasa kikuk dan berpindah secara halus. Tak berlebihan jika mobil ini dicanangkan sebagai game changer. Kencang, cantik dan kapabel, namun masih beradab jika sang pemilik bersedia untuk mengemudikannya sehari-hari.

Spesifikasi McLaren 570s Coupe

Layout kendaraan: Sedan Coupe, mesin belakang, 2 pintu,2 penumpang, RWD
Mesin: V8 3.8-liter Twin-Turbocharged / 562hp @7500 rpm / 600 Nm @4.500-5000 rpm
Transmisi: A/T 7-kecepatan SSG
Top Speed: 330 km/jam
0-100 km/jam: 3,1 detik
P x L x T: 4530 x 2095 x 1202 mm
Wheelbase: N/A
Bobot kosong: 1313 kg
Kapasitas Tangki: N/A
Rekomendasi BBM: Ron 98

VALDO PRAHARA

Last Update

BMW i8 Ultraviolet Ikut Meriahkan We The Fest 2018

JAKARTA, 23 Juli 2018 – Ajang festival musik urban menjadi tempat bagi BMW di Indonesia untuk bisa lebih mendekatkan diri...

3 Hal yang Perlu Diperhatikan pada Kondisi Ban Mobil Anda

JAKARTA, 23 Juli 2018 – Pentingnya memperhatikan kondisi ban kendaraan menjadi perhatian Daihatsu. Hal ini dikomunikasikan Daihatsu kepada Sahabat Club...
video

VIDEO: Mobil Klasik Ken Block Terbalik dan Kebakaran

MAINE, 23 Juli 2018 – Ken Block baru saja mengalami kecelakaan nahas saat mengikuti sebuah ajang reli, yang sampai membuat...

F1: Hamilton Kembali Rebut Puncak Klasemen di GP Jerman 2018

HOCKENHEIM, 23 Juli 2018 – Hasil dari seri ke-11 balap Formula 1 pada seri Grand Prix Jerman 2018 kembali membuat...

Daihatsu Club Auto Clinic 2018 Edukasikan Pentingnya Kondisi Ban

KARAWANG, 23 Juli 2018 -- Daihatsu kembali menggelar sharing edukasi  kendaraan bagi Sahabat Club Daihatsu melalui program Daihatsu Club Auto...