Beranda Drives Mazda6 Estate, Back To 90’s

Mazda6 Estate, Back To 90’s

Mazda mengingatkan kembali eksistensi station wagon dengan menghadirkan Mazda6 Estate.

Foro-foto: Sigit Sugianto/Carvaganza

INGATKAH Anda dengan Mazda Vantrend yang terlihat memenuhi jalanan berbagai kota di Indonesia era 1990-an? Mobil tersebut sempat populer di tanah air dan merupakan station wagon terakhir dari Mazda sampai pertengahan 2017 lalu. Pabrikan asal Hiroshima, Jepang tersebut kembali meluncurkan kendaraan berbentuk station wagon, Mazda6 Estate. Alhasil kendaraan ini cocok sebagai mobil keluarga.

Mobil ini punya basis yang sama seperti versi sedan. Desainnya pun mengusung bahasa KODO khas Mazda sehingga mobil tampak sama menariknya. Elegan dan mewah menjadi tolak ukur bagi Mazda. Bedanya, jika pada sedan hanya ada tiga pilar, tipe Estate memiliki tambahan pada pilar D yang dibuat lebih tinggi seperti model hatchback. Dari sisi dimensi, station wagon ini lebih pendek 65 mm dari versi sedannya sehingga tampilannya lebih kompak. Sebagai mobil keluarga, Estate dibekali dengan roof rail agar pemilik Mazda6 Estate dapat membawa barang di atas atap mobil.

Dari tampilannya yang terlihat lebih kompak, saya mendapat kesan mobil ini akan menawarkan kesenangan berkendara yang lebih maksimal jika dibandingkan dengan versi sedan. But looks could be deceiving. Maka tanpa membuang waktu, saya langsung menekan tombol start/stop untuk menghidupkannya.

Raungan terdengar saat mesin dinyalakan. Tak ada yang istimewa, suaranya seperti layaknya sebuah mobil sedan mewah harian. Begitu saya menekan pedal gas, mobil melaju secara linear. Tapi saat saya menginjak gas secara penuh, Mazda6 Estate memberikan dorongan yang sangat agresif berkat torsinya yang mencapai 256 Nm, lebih besar 6 Nm dari versi sedan.

Menjajal mobil rasanya tak lengkap jika Anda tak mencoba pilihan driving mode yang agresif. Maka saya mengganti mode pengemudian ke Sport. Raungannya menjadi lebih berat sehingga cukup memanjakan indra pendengaran. Ketika saya menekan pedal gas, ia sudah terasa agresif. Saya terdorong untuk membawa mobil ini lebih kencang. Pedal gas langsung saya injak penuh saat melibas jalur Tol Lingkar Luar ibukota sampai Tol Soekarno-Hatta. Tenaganya terasa selalu mengisi di setiap perpindahan transmisi. Bahkan ketika harus sejenak menurunkan transmisi dan membawanya melesat kembali, ia masih terasa menyenangkan.

Lingkar kemudinya begitu ringan tapi komunikatif. Ia mampu menerjemahkan input setir secara real ke pergerakan rodanya. Kombinasi antara setir komunikatif dengan tenaga mesin yang mencapai 192 hp membuat mobil ini tak hanya nikmat diajak berlari kencang, tapi juga menyenangkan saat bermanuver di kemacetan ibukota.

Sayangnya, kesenangan itu tak didukung dengan sektor kaki-kaki. Meski memiliki bodi yang kompak, suspensinya terasa terlalu empuk. Meski mobil ini dilengkapi teknologi G-Vectoring Control (GVC), saya masih merasakan body-roll di bagian buritan saat bermanuver pada kecepatan tinggi. Tapi di lain sisi, suspensi yang empuk itu menawarkan kenyamanan bagi penumpang. Saat melewati speed bump, saya tetap merasa tak ada guncangan berarti baik saat berada di posisi pengemudi maupun ketika duduk di belakang. Bahkan menurut saya, Mazda6 Estate lebih nyaman dari versi sedannya.

Kenyamanan itu juga didukung dengan interior yang dibalut kulit hitam sehingga memperlihatkan aura sporty. Selain itu, ruang kabin baris kedua – baik itu legroom maupun headroom – lebih luas, begitu pula dengan bagasi yang dapat menampung barang lebih besar dari versi sedan. Mazda 6 Estate sudah dilengkapi layar sentuh yang dibekali teknologi MZD Connect. Sistem audionya menggunakan speaker BOSE yang memiliki kualitas suara tinggi sehingga memanjakan penumpangnya.

Menariknya, versi Estate dijual hanya Rp 538,8 juta di Indonesia, Rp 95,4 juta lebih murah dari versi sedannya. Hal ini dikarenakan Estate masuk kategori minibus seperti mobil hatchback lainnya sehingga pajaknya tak sebesar sedan.

Spesifikasi Mazda6 Estate

Layout kendaraan: Station Wagon, mesin depan, 5 pintu,5 penumpang, FWD
Mesin: 2.5L SKYACTIV-G, DOHC / 192hp @5700rpm / 256Nm @3250rpm
Transmisi: Otomatis 6-kecepatan
Top Speed: 250 km/jam
0-100 km/jam: 6,2 detik
P x L x T: 4800 x 1840 x 1480 mm
Wheelbase: 2750 mm
Bobot kosong: 2000 Kg
Kapasitas Tangki: 62 liter
Rekomendasi BBM: Ron 95

VALDO PRAHARA

Last Update

BMW i8 Ultraviolet Ikut Meriahkan We The Fest 2018

JAKARTA, 23 Juli 2018 – Ajang festival musik urban menjadi tempat bagi BMW di Indonesia untuk bisa lebih mendekatkan diri...

3 Hal yang Perlu Diperhatikan pada Kondisi Ban Mobil Anda

JAKARTA, 23 Juli 2018 – Pentingnya memperhatikan kondisi ban kendaraan menjadi perhatian Daihatsu. Hal ini dikomunikasikan Daihatsu kepada Sahabat Club...
video

VIDEO: Mobil Klasik Ken Block Terbalik dan Kebakaran

MAINE, 23 Juli 2018 – Ken Block baru saja mengalami kecelakaan nahas saat mengikuti sebuah ajang reli, yang sampai membuat...

F1: Hamilton Kembali Rebut Puncak Klasemen di GP Jerman 2018

HOCKENHEIM, 23 Juli 2018 – Hasil dari seri ke-11 balap Formula 1 pada seri Grand Prix Jerman 2018 kembali membuat...

Daihatsu Club Auto Clinic 2018 Edukasikan Pentingnya Kondisi Ban

KARAWANG, 23 Juli 2018 -- Daihatsu kembali menggelar sharing edukasi  kendaraan bagi Sahabat Club Daihatsu melalui program Daihatsu Club Auto...