Beranda Drives Konsumsi BBM New Datsun GO Capai 19 Km/L Berkat Transmisi CVT

Konsumsi BBM New Datsun GO Capai 19 Km/L Berkat Transmisi CVT

JAKARTA, 22 Juni 2018 — Pada musim mudik Lebaran 2018 ini saya memang tidak berencana untuk mudik ke kampung halaman orang tua saya di Yogyakarta, namun saya hanya menyambangi sanak saudara di Jakarta. Selama musim libur ini saya menggunakan New Datsun GO bertransmisi CVT. Lantas bagaimana impresi berkendaranya?

Lengangnya setiap sudut jalan ibu kota Jakarta cukup menyenangkan saya ketika berkeliling ke rumah para saudara. New Datsun GO masih menggunakan mesin yang sama yakni HR12DE dengan kapasitas 1.200 cc. Hanya saja unit yang saya gunakan bertansmisi CVT. Sehingga setiap perpindahan transmisi saya tidak perlu lagi menginjak pedal kopling.

Perlu diketahui juga bahwa mobil ini saya katakan cukup nikmat dan tidak lagi seperti mobil murah yang diperkenalkan pada generasi sebelumnya. Meski saat awal berjalan ia sedikit berat, namun terbilang cukup agresif ketika sudah tengah berjalan. Perpindahan setiap puli transmisinya sangatlah halus dan tidak ada sentakan seperti pada Toyota Agya ataupun Daihatsu Ayla.

Oh ya, karena ia menggunakan final ratio gear yang besar membuat saya tidak terlalu banyak menginjak pedal gas. Mobil dapat coasting dengan mudah di tengah jalan ibu kota yang sepi. Saya hanya butuh sedikit injakan dan momentum yang pas ketika menemukan jalur menanjak.

Perpindahan transmisi yang halus, final gear ratio yang besar dan gerak meluncur mobil di jalur ibu kota membuat saya dapat berjalan dengan rata-rata 25 km/jam dengan konsumsi bahan bakar 19 km/l selama libur lebaran.

Saya juga mencoba menekan tombol ‘sport’ pada tuas transmisinya. Biasa dikenal pada mobil lain adalah ‘O/D (Over Drive)’. Hal ini membuat jarak setiap puli transmisi lebih rapat dan menjadikan angka rpm naik 1000rpm. Kesenangan berkendara menjadi lebih liar karena tertera pada layar instrument cluster tulisan ‘sport’. Mobil sangat nikmat diajak mengebut di jalur tol. Bahkan untuk bermanuver juga lebih mudah.

Setir dengan power steering kini menjadikannya lebih enteng untuk diputar, begitu pun saat ingin bermanuver tajam. Tak hanya itu. Kenikmatannya juga terasa pada sektor suspensi. Setting suspesinya kini terasa lebih rigid bukan keras seperti generasi sebelumnya. Namun untuk bantingan ia lebih lembut dan empuk. Kaki-kaki yang maksimal ini cukup membuat saya pede ketika menikung tajam dengan kecepatan tinggi. Sayangnya lebar velg hanya 5 inci membuat saya sedikit khawatir mobil akan terlempar.

VALDO PRAHARA

Last Update

BMW i8 Ultraviolet Ikut Meriahkan We The Fest 2018

JAKARTA, 23 Juli 2018 – Ajang festival musik urban menjadi tempat bagi BMW di Indonesia untuk bisa lebih mendekatkan diri...

3 Hal yang Perlu Diperhatikan pada Kondisi Ban Mobil Anda

JAKARTA, 23 Juli 2018 – Pentingnya memperhatikan kondisi ban kendaraan menjadi perhatian Daihatsu. Hal ini dikomunikasikan Daihatsu kepada Sahabat Club...
video

VIDEO: Mobil Klasik Ken Block Terbalik dan Kebakaran

MAINE, 23 Juli 2018 – Ken Block baru saja mengalami kecelakaan nahas saat mengikuti sebuah ajang reli, yang sampai membuat...

F1: Hamilton Kembali Rebut Puncak Klasemen di GP Jerman 2018

HOCKENHEIM, 23 Juli 2018 – Hasil dari seri ke-11 balap Formula 1 pada seri Grand Prix Jerman 2018 kembali membuat...

Daihatsu Club Auto Clinic 2018 Edukasikan Pentingnya Kondisi Ban

KARAWANG, 23 Juli 2018 -- Daihatsu kembali menggelar sharing edukasi  kendaraan bagi Sahabat Club Daihatsu melalui program Daihatsu Club Auto...