Beranda Drives Audi Q7, Si Bongsor yang Bertenaga

Audi Q7, Si Bongsor yang Bertenaga

JAKARTA, 25 Februari 2018 — PT Garuda Mataram Motor (GMM) selaku distributor Volkswagen dan Audi mengadakan media drive di kawasan BSD, Tangerang. Mobil yang disediakan berupa Audi A3, A4, Q3, Q5 dan Q7. Sedangkan untuk VW hanya menyediakan Tiguan dan Polo. Gelaran media drive ini bersamaan dengan program test drive untuk konsumen selama 3 hari mulai dari 23 – 25 Februari.

“Acara ini kami gelar untuk memperkuat merk Audi dan VW di Indonesia. Selain itu juga bertujuan untuk membuktikan kepada konsumen bahwa kami selalu menjaga komitmen dengan memberikan model dan teknologi baru dari kedua mobil yang disertai layanan purna jual terlengkap,” ujar Jonas Chendana, Chief Operation Officer PT Garuda Mataram Motor, Sabtu (24/2/2018).

Carvaganza mendapat kesempatan untuk mencoba Audi Q7. Big SUV buatan Jerman yang dilengkapi berbagai teknologi mutakhir.

Saat memasuki kabin, ia terasa begitu lapang meskipun secara layout daskbor mirip seperti Q5. Area tes terbatas seputaran mall AEON saya gunakan untuk mendapatkan impresi berkendara. Mode berkendara yang ditawarkan Audi Q7 mulai dari All road, Offroad, Efficiency, Comfort, Auto, Dynamic dan Individual.

Oh ya sebelum lebih lanjut, Audi Q7 ini dibekali dengan suspensi udara yang dapat diatur ketinggiannya menyesuaikan mode berkendara yang dipilihnya.

Diawal saya mencoba mode Comfort, pada mode ini setiap perpindahan transmisi begitu halus dan lembut. Sedangkan untuk awalan saat menginjak pedal gas ia terasa ada delay waktu untuk memberikan tenaga. Namun hal ini saya yakini karena Audi mengklaim mobil ini irit bahan bakar.

Sedangkan untuk suspensinya ia terasa lebih empuk dan nyaman saat melalui speedbump. Hal ini pun hingga bagian setir. Lingkar kemudi yang dibalut kulit ini sangat ringan bobotnya dan mudah dikendalikan. Setelah itu, mode yang coba lagi adalah mode Dynamic. Biasa dikenal pada beberapa mobil yaitu mode Sport.

Puli-puli transmisi terasa begitu rapat dan putaran mesin menjadi lebih agresif. Suspensi pun mulai menurun mengurangi udara di dalam balon suspensi serta menjadi lebih rigid. So, saya semakin pede untuk menginjak gas secara dalam.

Audi Q7 yang dijual seharga Rp 2,3 miliar (otr) ini memberikan hentakan yang cukup mengejutkan dari mesin 3.0 TFSI Supercharger miliknya. Tenaga sebesar 350Hp langsung mendorong badan saya kebelakang dan spidometer pun cepat sekali naik hingga 100km/jam.

Bahkan bobot setir terasa lebih berat dan menjadikan saya harus lebih fokus untuk mengkontrol setirnya. Oh ya ketika diajak menikung, handlingnya masih stabil dan mantap. Tapi ia tetap tidak melupakan kenyamanan bagi penumpang.

Nah kalau untuk tahu hasil lengkap tes drive Carvaganza, Anda bisa membaca ulasan lengkapnya di majalah Carvaganza edisi mendatang.

VALDO PRAHARA