Beranda Drives Audi Q5 2018, Computer Instinct

Audi Q5 2018, Computer Instinct

Audi Q5 memiliki teknologi canggih yang memastikan kesempurnaan pengemudian, keamanan dan kenyamanan. Tapi apakah itu cukup?

SETELAH hampir satu dekade Audi Q5 muncul untuk pertama kalinya, akhirnya Audi meluncurkan generasi kedua di Paris Motor Show pada akhir 2016. Q5 generasi pertama sempat menjadi best-selling SUV di dunia, maka pabrikan asal Jerman tersebut harus bekerja keras untuk menciptakan generasi kedua yang menggunakan platform sama dengan A4 dan A5 agar sesuai dengan ekspektasi penggunanya.

Audi tetap mempertahankan desain minimalis yang membuatnya terlihat berkelas. Sulit untuk langsung menandai perubahan desain eksteriornya tapi Anda akan mendapat kesan bahwa generasi terbaru terlihat lebih kokoh. Hal ini berkat perubahan-perubahan “kecil” seperti bentuk grille heksagonal dengan frame krom lebih tebal, desain kap yang lebih landai dan garis bahu yang lebih tajam. Lampu depan pun lebih sipit dengan teknologi LED, begitu pula dengan Daytime Running Lights (DRL), yang secara otomatis mampu beradaptasi dengan cahaya luar demi memberikan visibilitas lebih baik.

Desain minimalis juga terasa di bagian interior. Audi menggunakan resep ampuh dengan desain serba horisontal untuk memberikan kesan lapang. Material kulit hitam yang membalut hampir seluruh kabin plus aksen krom dan kayu dengan proporsi yang tepat membuat penumpang akan merasa seperti berada di rumah. Apalagi dengan 19 loudspeaker Bang & Olufsen yang memanjakan telinga kita.

Audi membekali Q5 dengan layar 8,3 inci di bagian tengah dashboard dan instrument cluster serba digital yang lebih besar lagi, 12,3 inci. Layar di belakang setir ini memiliki resolusi tinggi dan bisa diatur tampilannya sesuai selera, termasuk navigasi. Perlu diingat, tak ada touch screen di sini tapi Anda tak akan menyadarinya. Pasalnya, sebagai produsen mobil berteknologi canggih – inilah kekuatan Audi ketimbang saudara senegaranya, BMW dan Mercedes-Benz – tombol-tombol dan touch pad-nya sensitif terhadap sentuhan.

Menariknya, saat terhubung dengan smart phone melalui Audi Connect dan Apple CarPlay/Android Auto, Anda bisa menulis nama di touch pad yang terletak di tengah konsol untuk melakukan telepon. Berhubung posisi setir Indonesia di kanan, tentunya lebih mudah melakukannya jika Anda kidal.

Audi Q5 memiliki posisi duduk rendah seperti di sedan. Saya tak sulit mendapatkan posisi duduk yang sesuai berkat jok dengan pengaturan elektrik dan tilt & telescoping steering wheel. Kursinya memang nyaman tapi kurang ergonomis karena saya (tinggi badan 158 cm) merasa ada ganjalan di punggung. Mungkin jok itu didesain untuk pengemudi yang lebih tinggi dari saya.

Audi melengkapi SUV ini dengan mesin bensin 2.0 L turbocharging yang memiliki tenaga maksimal 252 bhp dan torsi 370 Nm. Torsi besar tersebut bekerja dalam putaran rendah, 1600-4500 rpm, sehingga memberikan dorongan responsif tapi tetap halus saat saya menginjak gas dari posisi diam. Tentu saja hal ini tergantung dari tekanan pada pedal – saya mengaplikasikan sekitar 50% –  dan driving mode.

Tak tanggung-tanggung, Q5 memiliki enam Drive Select: Efficiency, Comfort, Auto, Dynamic, Individual dan Offroad. Tiga mode pertama sering kita temukan di mobil-mobil lain, tapi tidak dua mode terakhir. Pada Drive Select Individual, Anda bisa customized suspensi, setir, dan mesin sesuai selera. Meski ada mode Offroad, bukan berarti Anda bisa melakukan off-road serius. Bagaimana pun, Q5 “hanya” bisa melibas jalur off-road ringan. Mode ini memastikan traksi maksimal di keempat rodanya berkat sistem quattro.

Sistem quattro ini dan suspensi yang firm tapi tidak terlalu keras membuat Q5 tidak limbung saat saya bermanuver sambil melaju kencang di jalan bebas hambatan. Dalam hitungan sepersekian detik, ia dapat membaca kondisi jalan dan melakukan penyesuaian porsi torsi ke roda depan dan belakang sesuai kebutuhan. Menariknya, sistem ini secara otomatis non-aktif jika tak dibutuhkan – penggerak roda AWD tetap tersedia – demi menghemat bahan bakar.

Setirnya begitu presisi dan “bersih”. Setiap millimeter input yang saya berikan, langsung diterjemahkan ke roda. Kesempurnaan itulah yang membuat saya merasa bahwa pengendaliannya terlalu steril, terlalu sopan. Saya tak mendapatkan “feel” darinya sehingga mengurangi excitement. Dengan segala driving aids yang mengandalkan teknologi terkini, sepertinya Q5 memang didesain untuk kenyamanan dan safety, bukan memanjakan adrenalin.

Audi Q5 2018

Layout kendaraan: SUV, mesin depan, 5 pintu, 5 penumpang, AWD quattro permanent
Mesin: 2.0 L turbocharging/252 bhp @ 5000-6000 rpm/370 Nm @ 1600-4500 rpm
Transmisi: 7-kecepatan S tronic
Top Speed: 237 km/jam
P x L x T: 4663 x 1893 x 1659 mm
Wheelbase: 2819 mm
Bobot kosong: 1795 Kg
Kapasitas Tangki: 70 liter
Rekomendasi BBM: Ron 95 Super

MIRAH PERTIWI

Kolom Komentar



latest updates

TEST DRIVE: Peugeot 3008 2018, Young Blood

JUJUR, saya lebih menyukai Peugeot 3008 yang terbaru. Saya pernah mengemudikan Peugeot 3008 generasi pertama dan versi faceliftnya. Kesan saya...

Bocor! Ini Penampakan Toyota Supra Versi Produksi

TOKYO, 14 Desember 2018 – Toyota Supra terbaru sudah pasti akan meluncur versi produksinya pada awal tahun depan, mengakhiri penantian...

Nissan Genjot Terra Saingi Fortuner dan Pajero Sport

JAKARTA, 14 Desember 2018 – Nissan terus menggenjot kehadiran andalannya, Nissan Terra, untuk bertarung di pasar SUV Indonesia. SUV premium...

Daimler Serahkan 200 Unit Truk Mercedes-Benz Axor 4928 T

SEMARANG, 14 Desember 2018 -- PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), agen tunggal penjualan resmi kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia,...

Konsisten Dukung ajang Balap, Honda Raih Penghargaan

JAKARTA, 14 Desember 2018 –  PT Honda Prospect Motor (HPM) meraih penghargaan untuk konsistensinya dalam mendukung ajang balap Indonesia Sentul Series of Motorsport...