Beranda Drives Ain’t Terrain Too Rough for Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4

Ain’t Terrain Too Rough for Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4

Lokasi-lokasi yang sulit untuk dijangkau mobil biasa, biasa kami tempuh dengan mudah berkat kemampuan PAJEOR SPORT Dakar 4x4.

Kami berempat punya kegelisahan yang sama, terjebak dalam zona nyaman. Rutinitas sudah mulai terasa membelenggu, membuat kami sulit bernafas. Dan puncaknya terjadi ketika masing-masing dari kami mulai kehabisan ide dalam kehidupan profesional. Baiklah, ini saatnya untuk melakukan pelarian kecil. Kami memilih kabupaten Wonosobo yang minim macet, minim polusi dan berudara sejuk. Lagi pula, tempat itu menawarkan pemandangan menakjubkan dan medan yang tepat untuk menantang kemampuan Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4 sesungguhnya.

Kami sudah dua hari menikmati indahnya Wonosobo. Tapi tempat-tempat yang kami datangi bisa dilewati oleh mobil mana pun. Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4 lebih dari sekadar mobil biasa. Mesin diesel 2.4 liter, turbocharged dan intercooled tak hanya menyediakan tenaga 181 PS pada 3500 rpm, tapi juga torsi besar dan berisi, 430 Nm yang siap pada putaran rendah 2500 rpm. Tak hanya itu, SUV ini juga memiliki empat pilihan drivetrain: 2H, 4H, 4HLc dan 4LLc yang dapat dioperasikan saat mobil bergerak dalam kecepatan di bawah 100 km/jam (kecuali untuk 4LLc). Maka kami mencari lokasi yang bisa mengoptimalkan kemampuannya.

Meski mesin pencari (search engine) menawarkan begitu banyak informasi, tak ada yang bisa mengalahkan pengetahuan orang lokal. Salah satu dari kami menyebutnya sebagai GPS (ge-pe-es, bukan ji-pi-es seperti pengucapan dalam bahasa Inggris) yang merupakan singkatan dari Guide Penduduk Setempat. Kami menghubungi teman-teman yang berdomisili di Wonosobo dan punya hobi off-road. Untungnya mereka bersedia menjadi “GPS” kami.

Berangkatlah kami ke Bukit Kekep yang terletak di Desa Lengkong. Tempat itu merupakan wisata paralayang. Untuk mencapai lokasi tidaklah mudah. Kami harus melewati jalanan sempit dan terjal dengan jurang di satu sisi dan dinding tanah di sisi lainnya. Teman kami menggunakan kendaraan double cabin penggerak dua roda. Seharusnya mobil itu memiliki penggerak 4×4 tapi mengalami masalah di transfer case.

Saat kami melewati tanjakan terjal yang diikuti dengan tikungan tajam, double cabin itu selip dan menggerus permukaan jalan berbatu. Pemandangan itu cukup membuat ngilu karena adanya jurang di sampingnya. Tapi teman kami sudah biasa melakukan off-road. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya berhasil naik. Kami sempat sedikit khawatir karena off-road bukanlah spesialisasi kami. Dalam kondisi berhenti, kami memutar tombol Super Select-II untuk mengatur penggerak roda di konsol tengah ke 4LLc (4×4 Low range Lock). Fitur Active Stability & Traction Control (ASTC) secara otomatis langsung tidak aktif demi memberikan torsi maksimal pada ban yang mendapat traksi. Dengan sedikit sentuhan pedal gas di awal, Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4 merangkak naik dengan pasti tanpa sekali pun selip.

Menurut artikel yang kami baca, wisata paralayang memiliki pemandangan perkebunan dan kota Wonosobo. Tapi untuk mencapainya, kami harus meneruskan perjalanan ke lokasi dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang menanjak. Dengan bersemangat sambil terengah-engah, kami akhirnya sampai juga. Dan apa yang kami temukan? Kabut, kabut dan kabut. Seperti menggoda kami, kabut terkadang memudar tapi kembali menebal. Setelah berfoto-foto, kami berjalan turun. Tapi saat sudah di tempat parkir, kabut menghilang. Pfftt…

Teman kami mengajak ke kebun teh Tambi yang memiliki trek lebih menantangnya. Setelah membuktikan apa yang sanggup dilakukan Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4, tentu saja kami terima tawaran itu. Demi menghindari kejadian selip seperti sebelumnya, teman kami mengganti kendaraan lain yang memiliki penggerak 4×4. Mobil model itu sudah terkenal akan kemampuannya melibas medan off-road berat. Dengan Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4, kami tak merasa terintimidasi.

Berangkatlah kami ke kebun teh Tambi. Jalanannya sama berat tapi lebih sempit dari sebelumnya. Maka ketika berpapasan dengan kendaraan atau penduduk setempat, kami harus berhenti sebentar. Tapi kami tak khawatir karena Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4 dilengkapi fitur Hill Start Assist (HAS) yang secara otomatis menghentikan kendaraan selama sejenak di saat melepas pedal rem dan sebelum menekan pedal gas. Ditambah dengan Hill Descent Control (HDC), Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4 tak akan merosot saat jalan menukik turun.

Sesampainya di lokasi, mata kami dimanjakan dengan hamparan pohon teh dalam berbagai gradasi warna hijau. Kami membuka jendela dan sunroof. Udara segar menerpa, menenangkan pikiran. Kami bersenang-senang dengan Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4, memasuki jalanan berbatu atau tanah di antara petak-petak kebun teh.

Kami kembali ke Jakarta sore itu dengan hati puas. Dengan Mitsubishi PAJERO SPORT Dakar 4×4, perjalanan kali ini begitu menyegarkan. Kami seperti terlahir kembali.

MIRAH PERTIWI

Kolom Komentar



latest updates

All New Daihatsu Terios, City Busy

HARRY ADALAH adalah seorang konsultan konstruksi yang tinggal di jantung kota Jakarta. Bagi Harry yang berusia 34 tahun, mobilitasnya dalam...

BMW X2 Mengaspal di Indonesia Akhir Bulan ini

JAKARTA, 16 Oktober 2018 – Meski sudah menjelang akhir tahun, BMW Indonesia belum akan berhenti meluncurkan model-model terbarunya di Indonesia....

Rolls-Royce Cullinan, Most Luxurious SUV

DALAM barisan mobil SUV luxury, kendaraan ini mungkin bukan SUV super luxury pertama yang pernah ada. Karena keduluan oleh Urus...

Mitsubishi Pastikan Peluncuran New Triton pada 9 November 2018

TOKYO, 15 Oktober 2018 -- Setelah merilis teaser beberapa waktu lalu, Mitsubishi Motors Corporation kini memastikan peluncuran Mitsubishi New Triton....

Wuling Cortez 1.8L, Unexpected MPV

MENGIKUTI jejak Wuling Confero, kehadiran Wuling Cortez yang menggoda langsung menyengat pasar mobil di Indonesia. Dengan harga mulai dari Rp...