Citroën Hidupkan Kembali Mobil Legendaris 2CV Jadi Mobil Listrik Kompak
Mengusung regulasi M1E Uni Eropa dan bergaya retro, mobil iconic Prancis ini siap meluncur dalam dua tahun mendatang
PARIS, Carvaganza - Citroën menghidupkan kembali 2CV, salah satu ikon otomotif Prancis, melalui konsep yang dipamerkan di Paris Motor Show 2026. Versi produksinya dijanjikan terungkap dalam dua tahun ke depan dengan harga awal yang dibidik sekitar 15.000 euro atau Rp300 jutaan.
KEY TAKEAWAYS
Syarat apa saja yang harus dipenuhi kendaraan agar masuk dalam kategori regulasi M1E Uni Eropa?
Harus bertenaga listrik penuh (BEV), dirakit di Uni Eropa, memiliki panjang di bawah 4,2 meter, serta memenuhi fitur keselamatan standar utamaApa arti dari stiker angka 48/90/26 yang terpasang pada bodi mobil konsep Citroën 2CV ini?
Angka tersebut merujuk pada perjalanan sejarah 2CV, yakni 1948 (tahun debut perdana), 1990 (tahun terakhir produksi), dan 2026 (tahun kebangkitan konsep listrik)Citroën menyebut 2CV versi produksi akan mengikuti regulasi mobil listrik kompak yang tengah diusulkan Uni Eropa dengan kategori resmi M1E. Mobil yang ingin masuk kategori ini harus bertenaga listrik penuh (full electric) dan dirakit di Uni Eropa. Panjangnya juga harus di bawah 4,2 meter, serta memenuhi syarat keselamatan tertentu, termasuk sistem bantuan pengemudi advanced driver-assistance systems.
Source: Citroën
Belum ada harga yang ditetapkan, tetapi Citroën dan induk usahanya, Stellantis, menilai 15.000 euro (Rp300 jutaan) sebagai target komersial yang menarik. Ada insentif tambahan bagi pabrikan: setiap mobil M1E yang terjual dihitung sebagai 1,3 kendaraan dalam perhitungan rata-rata emisi armada.
Memilih 2CV untuk misi ini terbilang masuk akal. Mobil aslinya, yang debut hampir delapan dekade lalu, memang dirancang sebagai mobil kompak murah. Menurut Citroën, versi baru mengusung semangat keterjangkauan itu beserta banyak ciri khas yang membuat namanya legendaris.
Source: Citroën
Dalam rilisnya, Citroën menjabarkan filosofinya: "Pendekatan yang melawan arus pasar, di mana mobil menjadi makin besar, makin berat, makin canggih, dan makin mahal: sederhana dan cerdas, lebih ringan dan lebih efisien. Tujuannya adalah menawarkan mobil yang praktis, diinginkan, dan terjangkau."
Sentuhan Retro untuk Menekan Biaya
Panjang konsep 2CV ini 3,76 meter, sekitar 100 mm lebih pendek dari 2CV asli. Bobotnya ditargetkan sekitar satu ton, tergolong ringan untuk mobil listrik, tetapi jauh di atas 600 kg milik versi klasik. Untuk mencapainya, Citroën mengatur kompromi pada interior, pemilihan material, pengelolaan konsumsi energi, serta ukuran, kapasitas, dan biaya baterai.
Source: Citroën
Citroën mengadopsi dan menafsir ulang sejumlah elemen desain dari model asli. Rangka kaca depan dibuat datar dan tegang sebagai penghormatan sekaligus penyederhanaan produksi dan perbaikan. Saluran udara dipasang langsung di dasar kaca depan seperti mobil klasiknya, dan karena merupakan mobil listrik, grille konvensional tidak ada. Bumper yang menonjol juga lebih murah dibuat dan diganti.
Lampu depan sengaja dipisahkan dari bodi untuk melengkapi siluet khas, begitu pula kap mesin berpahat dengan rusuk khas. Kenangan masa lalu lain terlihat pada lekukan di belakang lampu depan, kaca samping vertikal, fender membulat, dan gagang pintu yang ditafsir ulang. Lampu sein menyatu di pilar C, sedangkan bagian belakang melengkung dengan gagang pintu bagasi terbuka. Sentuhan modernnya berupa lampu belakang tipis, material hitam injeksi di pintu bagasi, dan tiga garis horizontal di apron bawah. Ban Michelin di pelek 18 inci memakai pola chevron eksklusif yang mengingatkan pada simbol sejarah Citroën.
Kabin Nostalgia dengan Layar Karya Komikus
Di dalam, fokusnya membebaskan ruang dan memudahkan penggunaan. Sehingga dasbor tampak “melayang” dan panel pintu berpahat. Setir dua palang, tuas transmisi bergagang payung, dan jok depan model bangku yang bisa dilepas terinspirasi dari mobil aslinya. Keranjang penyimpanan yang bisa dilepas menggantikan konsol tengah konvensional.
Source: Citroën
Teknologi mutakhir tetap ada. Layar persegi delapan inci memuat grafis garapan Jean-Luc Delvaux, komikus asal Belgia sekaligus penggemar berat 2CV. Informasi berkendara utama ditampilkan lewat head-up display bernama Smart Vision.
Atap kain gulung manual melengkapi karakter, dan bisa dipasangi lampu yang menurut Citroën merujuk kafe terbuka. Suara klakson dan bunyi motor listrik saat dinyalakan diambil langsung dari 2CV asli. Ada juga stiker 48/90/26 yang menunjuk tahun 1948 (debut model asli), 1990 (2CV terakhir keluar pabrik), dan 2026 (tahun kebangkitan). Pedalnya dihiasi gambar kura-kura untuk rem dan kelinci untuk gas.
Source: Citroën
Citroën menutup rilisnya dengan pernyataan sikap: "Dengan konsep 2CV, Citroën tidak sekadar menengok kaca spion untuk menghidupkan masa lalu: ia menemukan kembali gagasan yang tidak kehilangan relevansinya. Mobil listrik yang lebih terjangkau, lebih ringan, dan lebih esensial yang mengembalikan kebebasan dan kegembiraan ke inti mobilitas. 2CV baru yang setia pada semangat aslinya, tetapi tegas berfokus pada kebutuhan dan tantangan masa depan. Karena sebuah ikon tidak ditiru. Ia ditemukan kembali." (ANINDIYO PRADHONO)
Baca Juga: Kenali Keunggulan Citroen C3 Aircross, Low SUV dengan Kenyamanan Khas Eropa
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Citroen Pilihan
- Popular