Beranda Updates BMW Belum Mengutamakan Sistem Autonomous di Indonesia

BMW Belum Mengutamakan Sistem Autonomous di Indonesia

JAKARTA, 15 Juni 2017 — Saat ini teknologi otonomos menjadi tren industri otomotif di dunia. Otonomos diartikan yaitu mobil berjalan sendiri dalam tingkat atau kondisi tertentu. Agar dapat berkendara mandiri seperti itu, mobil dilengkapi dengan sensor atau radar. Sensor ini yang bakal mengidentifikasi beragam objek yang ada di sekitar kendaraan termasuk “membaca” marka jalan, rambu dan dikirim kembali ke “otak” mobil.

Tepat di titik inilah pengembangan mobil otonomos di Indonesia mandek. Sebagaimana diketahui bersama, infrastruktur seperti itu masih jauh dari sempurna di sini. Jadi, meskipun teknologinya sudah tersedia, belum tentu ia bisa operatif di sini. Hal seperti itu juga yang mengganjal BMW Indonesia dalam mengadopsi teknologi ini. Meski secara global bisa dibilang mereka salah satu yang paling depan.

“Di Indonesia untuk menuju ke arah sana tergantung dengan infrastruktur. Jadi dari BMW Group akan sangat diterima apabila infrastruktur jelas,” ujar Jodie O’ Tania, Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia.

Meski sulit, Jodie mengatakan kalau dalam waktu dekat BMW Indonesia bakal menjadi pelopor penerapan teknologi nirawak, tetapi baru sebatas fitur semi otonomos, yang tetap butuh manusia sebagai pihak yang sentral dalam mengontrol kendaraan.

“Kami akan menghadirkan beberapa fitur semi otonomos driving dalam waktu dekat,” tambah Jodie. Sayangnya ia tidak menyebut model baru apa yang bakal tersemat teknologi ini.

VALDO PRAHARA

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto