Beranda Drives TEST DRIVE: Driving Experience Porsche Cayenne 2018 di Fujairah dan Oman

TEST DRIVE: Driving Experience Porsche Cayenne 2018 di Fujairah dan Oman

BERBAGI

OMAN, 31 Januari 2018 – Meskipun pengetesan Porsche Cayenne 2018 di Oman tidak dilakukan secara bebas seperti ketika mencoba mobil Porsche lainnya di kawasan Eropa,  kilometer yang dicapai cukup jauh lebih dari 150 km dan medan yang dilewati untuk mengetahui kapabilitas sebuah mobil SUV sudah mewakili.

Saya telah mengisahkan medan jalan yang dilalui oleh Porsche Cayenne 2018 pada tulisan saya sebelumnya di web ini dan driving experience itu dilakukan selama setengah harian. Dimulai dari pukul 9.00 pagi waktu Fujairah sampai pukul 17.30 petang waktu setempat.

Porsche AG sebagai pabrikan merilis Porsche Cayenne 2018 dalam tiga varian yakni Porsche Cayenne standar sebagai varian terbawah dengan mesin V6 single turbo 3.0 liter yang menghasilkan tenaga 340 hp dan torsi maksimal 550 Nm, naik 40 hp dan 50 Nm dibandingkan versi sebelumnya dengan mesin V6 naturally aspirated 3.6 liter. Varian kedua Porsche Cayenne S dengan mesin V6 twin-turbo 2.9 liter yang menghasilkan tenaga 440 hp dan 550 Nm dan mesin ini orisinilnya dikembangkan oleh Audi. Power-nya naik 20 hp dibandingkan versi sebelumnya bermesin V6 twin-turbo 3.6 liter dan torsi puncaknya tetap sama.

Varian ketiga adalah Porsche Cayenne Turbo dengan mesin V8 twin-turbo 4.0 liter dengan tenaga 550 hp dan torsi 770 Nm. Mengalami kenaikan 30 hp dalam hal tenaga dan 20 Nm dalam hal torsi dibandingkan Cayenne Turbo versi sebelumnya dengan mesin V8 twin-turbo 4.8 liter. Mesin pada Cayenne Turbo 2018 ini adalah mesin terbaru yang memulai debut tahun lalu di Porsche Panamera.

Pada hari Kamis pagi (25/1), 10 unit Porsche Cayenne 2018 sudah berbaris di depan lobi hotel Fairmont Fujairah Resort di Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA) tempat kami menginap. Mobil yang disediakan hanya dua varian Porsche Cayenne dan Porsche Cayenne S, sedangkan versi Cayenne Turbo tidak dikeluarkan. Sebanyak 20 jurnalis yang ikut dibagi ke dalam dua grup, dan setiap mobil terdiri dari dua jurnalis.

Saya bersama seorang rekan jurnalis Indonesia lainnya, Hariawan Arif, mengawali sesi pertama dengan Cayenne S warna hitam dari Fairmont Fujairah menuju Pos Perbatasan (checkpoint) Dibba Al Hisn di Oman yang letaknya hanya 20 km dari tempat start.

Baca Juga:  VIDEO : Menikmati Maserati Levante S GranLusso ke Gunung Pancar

Pabrikan mengklaim bahwa ini adalah kenaikan tenaga dan torsi terbesar yang pernah dilakukan pabrikan terhadap Cayenne. V6 twin-turbo, 440 hp terasa begitu renyah di putaran rendah dan ketika dibejek langsung melesat ke 6.600 rpm. Geraman mesinnya terdengar lebih keras dibandingkan dengan V6 versi standar dengan sesekali terdengar letupan-letupan kecil saat mode pengendaraan dipindahkan ke Sport Plus. Pabrikan mengklaim bahwa kemampuan akselerasi Cayenne S sedetik lebih kencang dibandingkan tipe paling bawah (4,9 detik vs 5,9 detik). Mesinnya halus dan cukup impresif.

Jok yang terbuat dari kulit yang nyaman dan posisi duduk yang dapat diatur secara elektrik memudahkan saya dengan postur tubuh 167 cm untuk mengeksplor dengan jelas pandangan ke depan. Pengendaraannya stabil sehingga mobil mudah ditekuk tajam di tikungan-tikungan medium pada kecepatan tinggi. Mode pengendaraannya dapat diatur lewat display yang ada di dashboard sesuai dengan medan yang dilewati. Ketika di Onroad, Anda bisa memilih Normal, Sport, Sport Plus dan Individual di mana keempat mode memberikan rasa pengendaraan dan pengemudian yang berbeda-beda. Ketika berpindah pada mode yang lebih tinggi, setir menjadi lebih berat dan chassis menjadi lebih stiff.

Tergantung pada mode yang pilih, komputer akan mengatur setingan mesin, sistem chassis termasuk sistem transmisi teranyar begitu juga dengan sistem AWD Porsche Traction Management (PTM) dan Porsche Stability Management (PSM). Komputer juga mengatur air suspension, sistem damper PASM, Porsche Dynamic Chassis Control (PDCC) dan steering as roda belakang.

Perpindahan transmisi otomatis 8 kecepatan PDK terasa pendek-pendek, cepat serta halus sehingga membantu meningkatkan sensasi berkendara ditambah dengan kemudi electric power steering yang terasa ringan dan langsung. Respon kemudinya cepat dan positif sehingga Anda tidak akan merasa seperti membawa mobil dengan bobot dua ton dan panjang hampir 5 meter. Suara mesinnya pun terasa lebih halus dan kalem, ditambah kabin yang juga kedap.

Baca Juga:  VIDEO : Menikmati Maserati Levante S GranLusso ke Gunung Pancar

Masuk tikungan tajam dalam kecepatan tinggi, ban depan dengan tenang mengarahkan bagian moncong sehingga Anda merasa objektif saat membelok. Varian Cayenne standard dan S memakai ban depan 255/55R-19, sedangkan belakang 275/50R-19. Sedangkan yang turbo memakai ban yang tapaknya lebih lebar 1 inci yaitu 285/40R-21 di depan dan di belakang memakai 315/35R-21.

Harus diakui Cayenne terasa sangat nyaman, mirip mengemudikan mobil sedan namun dengan posisi duduk commanding dan ground clearance tinggi. Sepertinya pabrikan telah sukses mengawinkan kenyamanan Panamera dengan ketangguhan SUV Cayenne. Tak heran pula jika pabrikan mengklaim bahwa Cayenne yang terbaru akan terasa lebih seperti sportscar dibandingkan Cayenne-Cayenne sebelumnya.

Pada Cayenne generasi ketiga ini, Porsche memperkenalkan tungsten-coated iron brake rotor alias rotor pengereman dari baja yang di-coating oleh tungsten. Porsche memberi nama dengan Porsche Surface Coated Brake (PSCB) di mana pengereman menjadi lebih kuat, 30 persen lebih tahan lama daripada rem konvensional dan lebih meminimalisir debu rem.

Perlu diketahui, Cayenne teranyar ini berbagi struktur dasar, layout drivetrain dan peranti keras suspensinya dengan Audi dan Bentley, termasuk suspensi udara tiga chamber dan active stabilizer bar serta sistem steering roda belakangnya. Meskipun Audi Q7 dan Bentley Bentayga memakai wheelbase 2995 mm, Cayenne gen ketiga ini tetap mempertahankan dimensi wheelbase gen kedua yaitu 2895 mm meskipun panjangnya melar 76 mm dan melebar 43 mm.

Dalam hal interior, fitur dan layout dashboard Cayenne banyak mengadopsi dari Panamera seperti layar sentuh infotainment HD 12,3 inci, haptic switch di konsol tengah dan panel instrument dengan analog pada display HD 7,0 inci. Kabinnya terasa lapang baik di barisan pengemudi maupun belakang dengan hiasan panoramic roof yang begitu lebar yang memakan nyaris seluruh bagian atap mobil. Ragam material interior terasa sangat berkualitas dan layoutnya membuat hati lebih adem ketika kami melewati medan yang gersang.

Pada saat memasuki medan off-road di Wadibih, Oman dan Wadi Wurayah, Fujairah di Uni Emirate Arab (UEA) kami memakai mode pengendaraan off-road gravel dengan setingan chassis Terrain. Medan yang kami lewati adalah jalanan tanah berbatu dengan permukaan jalan tinggi. Suspensi Cayenne S maupun Cayenne standar menjadi lebih tinggi sehingga lebih leluasa mengarungi medan. SUV dengan santai melewati medan tersebut tanpa usaha yang terlalu keras, bahkan saya sebagai pengemudi tak perlu terlalu banyak effort.

Bahkan ketika melewati jalur menurun yang sangat sempit di mana di bagian kiri adalah jurang yang cukup dalam dan bagian kanan bongkahan batu besar atau pun gunung batu, saya tinggal mengaktifkan kamera 360 derajat (eye bird) yang memperlihatkan kondisi di sekeliling mobil, ditambah kondisi jalur gravel depan yang bakal dilewati. Tak perlu banyak menengok ke kiri bawah atau meminta bantuan penumpang samping untuk melihat kondisi di depan. Kecepatan pada saat itu kisaran 25 – 35 km/jam.

Baca Juga:  VIDEO : Menikmati Maserati Levante S GranLusso ke Gunung Pancar

Pada saat menaiki jalan tanjakan curam, mode pengendaraan tetap di Gravel dengan chassis Terrain. Torsi padat di putaran mesin mendorong mobil dengan santai menaiki tanjakan yang keterjalannya sekitar 30 – 36 derajat. Saya cukup duduk manis di kursi pengemudi dengan rileks, kaki kanan menginjak throttle dengan kecepatan konsisten mengikuti mobil di depan. Pada saat turun, saya coba dengan Hill Descent Control. Semua fitur-fitur tersebut membuat saya merasa expert dalam pengendaraan di off-road. Teknologi telah mempermudah segalanya.

SPESIFIKASI PORSCHE CAYENNE 2018

Layout kendaraan: SUV, mesin depan, 5 pintu, 5 penumpang, AWD
Mesin: V6 single turbo 3.0L, 340 hp @ 1340 – 5300 rpm, 450 Nm @ 5300 – 6400 rpm | V6 twin-turbo 2.9L, 440 hp @ 1800 – 5500 rpm, 550 Nm @ 5700 – 6600 rpm | V8 twin-turbo 4.0L, 550 hp @ 1960 – 4500 rpm, 770 Nm @ 5,750 – 6,000 rpm.
Transmisi: A/T 8-kecepatan Tiptronic S
0 – 100 km/jam: 6,2 detik (Cayenne); 5,2 detik (Cayenne S); 4,1 detik (Cayenne Turbo S).
Top speed: 245 km/jam (Cayenne); 265 km/jam (Cayenne S); 286 km/jam (Cayenne Turbo S).
PxLxT: 4918 x 1983 x 1696 mm
Wheelbase: 2895 mm
Ground clearance:
Bobot kosong:
Kapasitas tangki: 100 liter

EKA ZULKARNAIN (UEA, OMAN)

BERBAGI

Last Update

Akhir Pekan Minggu Pertama, IIMS 2018 Dipadati Pengunjung

JAKARTA, 22 April 2018 – Perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 sudah memasuki hari ke-4. Pengunjung semakin ramai memadati...

Beli Glory 580 di IIMS 2018, DP Rp 5 Juta Dapat Cash Back Rp...

JAKARTA, 22 April 2018  -- DFSK Indonesia memberikan penawaran menarik bagi konsumen yang ingin membeli City SUV Glory 580 selama...

Suzuki Mulai Produksi New Ertiga di Cikarang

JAKARTA, 22 April 2018 – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara resmi meluncurkan produk terbarunya, All New Ertiga di ajang...

Weekend Seru dengan Beragam Aktifitas di IIMS 2018

JAKARTA, 21 April 2018 – Berbagai acara seru disiapkan selama gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. Terpusat di Center...

Ganti 370 Aki Mobil, Shop&Drive Pecahkan Rekor Muri

TANGERANG, 21 April 2018 – Shop&Drive menggelar acara Pemecahan Rekor Muri: Penggantian Terbanyak untuk Perempuan Indonesia yang bertajuk “Kartini On...