Beranda Community Deteksi Kerusakan Transmisi Otomatis Sejak Dini

Deteksi Kerusakan Transmisi Otomatis Sejak Dini

BERBAGI

JAKARTA, 30 Januari 2017 — Belbagai pengembangan dilakukan oleh para pelaku otomotif untuk memanjakan sang pengguna. Salah satunya adalah teknologi untuk menunjang kenyamanan berkendara yang saat ini terus dikembangkan para produsen mobil. Automatic Transmission (AT) biasa dikenal dalam bahasa Indonesia yaitu transmisi otomatis.

Sistem transmisi otomatis sudah hadir sejak 1904 dibuat oleh Sturtevant bersaudara. Ia membuat mobil bernama Horseless Carriage yang memiliki transmisi otomatis dua percepatan. Seiring berjalannya waktu, teknologi transmisi otomatis pun berkembang mengarah ke yang lebih baik. Salah satunya yang saat ini banyak digunakan oleh pabrikan mobil adalah transmisi CVT (Continous Variable Transmission).

Kelebihan dari transmisi CVT ini seperti hentakan pada saat akselerasi menjadi hilang tidak seperti pada transmisi metik konvensional yang menggunakan planetary gear. Konsumsi BBM juga menjadi lebih hemat. Selain lebih irit, transmisi CVT juga lebih nyaman digunakan saat ini. Hanya saja, perawatan ataupun penggantian transmisi CVT saat terjadi kerusakan lebih mahal dibandingkan transmisi konvensional.

“Satu set transmisi CVT kondisi baru jelas mahal harganya. Tapi sekarang konsumen diuntungkan dengan adanya barang copotan atau bekas pakai mobil dari negara tetangga yang kondisinya masih baik dan harganya lebih bersahabat,” ujar Boby dari Specialis Matik, bengkel spesialis transmisi otomatis di Simatupang, Jakarta Selatan, kepada Carvaganza.

Artinya, bagi Anda yang hendak melakukan pembelian mobkas dengan transmisi CVT tak perlu khawatir. Pasalnya Anda diuntungkan dengan banyaknya pilihan kondisi komponen transmisi. Meski begitu, Anda juga perlu melakukan pengecekan sebelum meminang mobil tersebut.

“Umur komponen transmisi CVT jika dirawat dengan baik hanya memiliki umur hingga 10 tahun. Jika Anda hendak membeli Honda Jazz tahun 2006 dan sampai sekarang belum pernah melakukan penggantian transmisi, perlu Anda estimasikan pengeluaran untuk penggantian transmisi itu,” tukas Boby.

Selain itu Anda juga bisa mendeteksi kerusakan transmisi CVT melalui entakan saat tuas transmisi berpindah posisi dari N ke D, R ke N atau sebaliknya. “Hal ini bisa disebabkan tekanan oli di dalam transmisi CVT berkurang, oleh sebab itu timbul indikasi entakan,” jelas Boby.

Indikasi lainnya yang bisa Anda jumpai adalah adanya getaran yang berlebih saat mobil bergerak dari posisi diam. Untuk masalah ini disebabkan oleh rantai baja CVT yang sudah meruncing, sehingga tidak melekat dengan sempurna ke puli.

Dari semua indikasi yang ada, bisa saja disebabkan oleh umur atau perawatan yang salah. “Tranmisi CVT harus menggunakan oli khusus, jika tidak umur CVT akan kurang dari 10 tahun,” tutup Boby.

VALDO PRAHARA

BERBAGI

Last Update

Komunitas Mitsubishi Xpander Angkat Rifat Sungkar Jadi Anggota Kehormatan

JAKARTA, 22 April 2018 – Komunitas Xpander Mitsubishi Owners Community (XMOC) mengangkat product ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkat, sebagai...

Mercy Rasa Kabin First Class Pesawat Terbang

JAKARTA, 20 April 2018 – Kalau lagi jalan-jalan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 jangan lupa mampir ke booth...

Mitsubishi Beri Kesempatan Komunitas Jajal Plug-in Hybrid Outlander PHEV

JAKARTA, 22 April 2018 – Komunitas menjadi salah satu bagian penting yang diperhatikan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia...

Akhir Pekan Minggu Pertama, IIMS 2018 Dipadati Pengunjung

JAKARTA, 22 April 2018 – Perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 sudah memasuki hari ke-4. Pengunjung semakin ramai memadati...

Beli Glory 580 di IIMS 2018, DP Rp 5 Juta Dapat Cash Back Rp...

JAKARTA, 22 April 2018  -- DFSK Indonesia memberikan penawaran menarik bagi konsumen yang ingin membeli City SUV Glory 580 selama...