Beranda Autology TWTW: The Evolution of F1 car steering wheels

TWTW: The Evolution of F1 car steering wheels

Dari lingkaran kayu sederhana sampai ‘ladang’ tombol, setir mobil Formula 1 telah mengalami evolusi pesat.

BERBAGI

SETIAP tes awal musim kejuaraan Formula 1, para tim menguji mobil baru hasil pengembangan mereka. Tentu saja penggemarnya sibuk ‘mengintip’ apa saja perubahannya seperti mesin yang digunakan, livery dan – yang paling banyak dibahas – bodi mobil termasuk aero kit. Tapi ada satu bagian yang memegang peranan penting namun kerap dilupakan: setir.

Setir mobil Formula 1 saat ini begitu rumit, terdapat sekitar 50 tombol dan mode penyesuaian. Mungkin sama rumitnya dengan kokpit sebuah pesawat. Tapi beberapa dekade lalu, setir tidaklah sekompleks itu. Seperti namanya, steering wheel, fungsi dasar benda ini adalah untuk steering the wheels.

Kembali ke era 1960-an ketika Formula 1 baru berusia sekitar satu dekade, setir masih sangat sederhana. Ukurannya besar dan biasanya terbuat dari kayu dengan logo tim di tengah. Lupakan faktor ergonomis dan performa, karena setir itu didesain hanya untuk belok ke kiri dan kanan.

Baca Juga:  Alfa Romeo Come Back ke Formula 1 Bersama Sauber

Maju ke periode 1970-an, tak banyak perubahan. Ukurannya sedikit lebih kecil dengan lapisan kulit di sekujur lingkarnya. Tapi kali ini para tim menyematkan satu tombol, emergency ignition-kill switch. Pasalnya, mesin mobil F1 saat itu dilengkapi alat untuk membuka throttle (throttle slider) yang bisa macet jika ada kotoran yang menahannya. Tombol ini memungkinkan pembalap untuk mematikan mesin jika hal itu terjadi saat balapan.

Pada 1980-an, perubahan setir terlihat drastis. Meski begitu, pembalap belum dipusingkan dengan puluhan tombol. Para tim baru melengkapinya dengan mekanisme quick-release sehingga setir mudah dilepas. Hasilnya, kokpit bisa dibuat lebih ramping dan ergonomis. Selain itu, tersedia pula tombol radio untuk berkomunikasi dengan pit dan tombol booster yang tekanannya dibatasi sampai 2,5-bar sesuai regulasi 1988.

Baca Juga:  Alfa Romeo Come Back ke Formula 1 Bersama Sauber

Pada era 1990-an, tombol mulai bertebaran. Pasalnya inilah periode ketika Formula 1 mulai memberlakukan suspensi aktif dan transmisi semi-otomatis. Selain itu, setir juga sudah dilapisi suede yang menambah grip dan feel di tangan pembalap. Bagian atas setir dipotong untuk mengurangi bobot. Tak lama kemudian, bagian bawah setir juga ikut dipotong karena alasan ergonomis.

Di era modern, setir mobil Formula 1 sudah dilengkapi LCD besar. Layar ini memungkinkan pembalap mengakses data, mengatur setingan mobil, komunikasi dengan tim dan banyak lainnya melalui tombol-tombol yang tersebar di permukaan dan di belakang setir. Dengan kemampuan multitasking seperti itu, pantas saja pembalap F1 disebut sebagai orang-orang terpilih.

Baca Juga:  Alfa Romeo Come Back ke Formula 1 Bersama Sauber

MIRAH PERTIWI

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



Tak Menarik, Mazda Enggan Bangun Mesin Turbo Kecil dan Transmisi CVT

TOKYO, 11 Desember 2017 – Di saat pabrikan lain berlomba-lomba membuat mesin berkapaistas kecil dan turbo serta transmisi CVT, tidak...

Pembalap Toyota Team Indonesia Siap Beradu Cepat di Fuji Speed Way

TOYOTA, 10 Desember 2017 – Dua pembalap Toyota Team Indonesia (TTI), Alinka Hardianti dan Haridarma Manoppo, tampil menawan dan berhasil...

BMW Siapkan 11 M Series dan 15 M Performance Hingga 2020

STUTTGART, 9 Desember 2017 -- BMW M memiliki empat angka penting dalam beberapa tahun ke depan: 11, 15, 2020 dan...

Honda Gelar Tantangan Hemat BBM Komunitas Mobilio

BOGOR, 10 Desember 2017 – PT Honda Prospect Motor kembali menggelar lomba hemat bahan bakar untuk pengguna Honda Mobilio melalui acara Honda Mobilio...

Aplikasi My Mitsubishi Motors ID Hadir untuk Memudahkan Konsumen

JAKARTA, 9 Desember 2017 -- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) telah meraih peringkat utama atas survey Sales...