Beranda EDITOR'S PICKS Mike Horn, Versi Nyata Indiana Jones

Mike Horn, Versi Nyata Indiana Jones

BERBAGI

KUALA LUMPUR, 28 November 2017 – Jika Anda tidak tahu, bukan berarti itu tidak ada. Lihatlah Mike Horn. Tak banyak orang yang tahu, apalagi kenal dengan pria ini. Tapi di beberapa negeri francophone, nama Mike Horn sudah lama harum sebagai penjelajah dunia.

Dia kerap disejajarkan dengan Jacques Costeau atau Roald Amundsen, atau bahkan versi nyata dari Indiana Jones. Pantas, karena dalam kurun 20 tahun terakhir, pria berusia 51 tahun ini telah berkeliling dunia sebanyak 13 kali!

Petualangannya menjelajah permukaan bumi sebagian besar dilakukan seorang diri. Lelaki kelahiran Afrika Selatan yang kini bermukim di Swiss itu tercatat telah menuntaskan perjalanan mengelilingi garis khatulistiwa pada 2001. Perjalanan itu ia mulai dari Gabon, Afrika, melayari Samudra Atlantik menuju Amerika Selatan dengan kapal layar trimaran.

Ia kemudian menjelajah garis khatulistiwa di Amerika Selatan dengan mengayuh kano di Amazon hingga bersepeda ke Peru, sebelum akhirnya kembali berlayar menembus Samudra Pasifik dan Lautan Hindia menuju Asia. Selama perjalanan itu, ia sempat singgah di Sumatra dan Kalimantan. “Saya juga sudah melewati Halmahera dan Sulawesi dengan berjalan kaki. Saya ingat, saat itu di Maluku sedang terjadi konflik yang merenggut banyak nyawa,” kenangnya.

Baca Juga:  Mercedes-Benz Dukung Mike Horn Jelajah Dunia

Perjalanan yang menghabiskan waktu selama 18 bulan itu akhirnya tuntas setelah ia sukses berjalan kaki menyusuri garis khatulistiwa yang membelah benua Afrika. Untuk aksi heroik itu, Mike Horn pun mendapat penghargaan “Laureus World Alternative Sportsperson of the Year Award”.

Petualangan Horn yang juga tercatat spektakuler adalah saat ia dan seorang petualang asal Norwegia, Børge Ousland, mengunjungi Kutub Utara pada 2006. Betul, sebelum ini, sudah ada beberapa penjelajah yang sukses menginjakkkan kaki di benua beku itu.

Bedanya, Horn dan Ousland melakukannya dengan berjalan kaki, di tengah kegelapan musim dingin yang panjang. Perjalanan ini bertujuan mengulang perjalanan serupa yang ia lakukan seorang diri pada 2002. Saat itu, ia harus menghentikan petualangannya karena terserang radang dingin yang sangat parah. Serangan frostbite itu memaksanya mengamputasi beberapa ujung jari kaki dan tangannya untuk bertahan hidup di tengah suhu udara minus 60 derajat Celcius.

Baca Juga:  Menjajal Kapal The Pangea, 4x4 Versi Laut

Pada 2004, Horn kembali menguji nyalinya. Kali ini, lelaki yang beberapa kali menjadi instruktur pemberi motivasi bagi tim-tim olahraga kriket Afrika Selatan dan India, serta tim nasional Jerman di Piala Dunia 2014 tersebut menempuh perjalanan seorang diri mengelilingi Lingkar Arktik. Jarak  sejauh 19 ribu kilometer ia tempuh dengan berjalan kaki, perahu kayak dan ski layar, sambil menarik perbekalan seberat 180 kg. Petualangan ke medan terberat di permukaan Bumi itu ia tuntaskan dalam waktu dua tahun.

Seolah belum cukup, Mike Horn juga tercatat sebagai penjelajah yang sudah mendaki 4 gunung yang berketinggian di atas 8000 m dari permukaan laut. Namun, bukan berarti ia tak pernah gagal. Pada 2012, ia terpaksa putar balik dari puncak K2 di Himalaya, karena kondisi cuaca yang sangat berbahaya. Padahal, ia hanya berada 1500 m lagi dari puncak gunung tertinggi kedua di dunia tersebut.

Baca Juga:  Mercedes-Benz Dukung Mike Horn Jelajah Dunia

Keputusan yang berat itu belakangan ternyata menyimpan hikmah tersebunyi bagi Horn. Beberapa jam setelah ia memutuskan kembali ke base camp, bencana salju longsor terjadi dan menewaskan beberapa pendaki yang ngotot tetap naik ke puncak di tengah cuaca sangat buruk. Setelah peristiwa ini, Mike Horn pun dikenal dengan kata-katanya yang sangat bijak: “Turning around might be seen as a failure by others, but true failure is dying.”

MUNAWAR CHALIL (KUALA LUMPUR)

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



Tak Menarik, Mazda Enggan Bangun Mesin Turbo Kecil dan Transmisi CVT

TOKYO, 11 Desember 2017 – Di saat pabrikan lain berlomba-lomba membuat mesin berkapaistas kecil dan turbo serta transmisi CVT, tidak...

Pembalap Toyota Team Indonesia Siap Beradu Cepat di Fuji Speed Way

TOYOTA, 10 Desember 2017 – Dua pembalap Toyota Team Indonesia (TTI), Alinka Hardianti dan Haridarma Manoppo, tampil menawan dan berhasil...

BMW Siapkan 11 M Series dan 15 M Performance Hingga 2020

STUTTGART, 9 Desember 2017 -- BMW M memiliki empat angka penting dalam beberapa tahun ke depan: 11, 15, 2020 dan...

Honda Gelar Tantangan Hemat BBM Komunitas Mobilio

BOGOR, 10 Desember 2017 – PT Honda Prospect Motor kembali menggelar lomba hemat bahan bakar untuk pengguna Honda Mobilio melalui acara Honda Mobilio...

Aplikasi My Mitsubishi Motors ID Hadir untuk Memudahkan Konsumen

JAKARTA, 9 Desember 2017 -- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) telah meraih peringkat utama atas survey Sales...