Beranda EDITOR'S PICKS Menjajal Kapal The Pangea, 4×4 Versi Laut

Menjajal Kapal The Pangea, 4×4 Versi Laut

BERBAGI
POLE2POLE expedition. Pangaea sailing in Antarctica

KUALA LUMPUR, 28 November 2017 — Saya beruntung bertemu dengan lelaki hebat ini di Port Dickson, Malaysia, Kamis 23 November lalu. Ia terlihat sangat fit, dengan kulit yang kecoklatan karena lama terpapar sinar matahari. Hari itu, saya diajak Mercedes-Benz Indonesia untuk bertemu dengan Mike “the modern day explorer” Horn, untuk melihat dan merasakan secara langsung berlayar dengan perahu layar The Pangaea yang ia gunakan menjelajah setiap jengkal permukaan laut, dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan.

Mercedes-Benz menjadikan pria kelahiran Afrika Selatan yang sekarang berdomisili di Swiss itu sebagai ambassador sejak 2008 silam. Saat itu, Mike sedang menyiapkan sebuah proyek global yang akan melibatkan 144 remaja dari seluruh dunia untuk menjelajah dunia dengan misi utama mengenal dan mempelajari berbagai isu lingkungan dan sosial di berbagai negara.

Untuk keperluan itu, dengan dukungan Mercedes-Benz sebagai investor sekaligus sponsor utama, Mike Horn membangun sebuah kapal layar sepanjang 35 meter dengan lebar 10 meter. Karena akan dipakai untuk mengarungi seluruh lautan –  juga beberapa sungai besar – di muka Bumi, maka kapal itu haruslah tangguh dan lincah, tahan segala cuaca, baik di perairan tropis maupun untuk membelah es di kutub.

Baca Juga:  Mercedes AMG GLC 43 Coupe, Bold Move

Untuk itu, seluruh bagian luar kapal dibuat dari aluminium. Proses pembuatan kapal berkapasitas 30 orang itu cukup rumit dan mahal. Total, dibutuhkan 3,5 juta Euro hanya untuk kapal saja, di luar peranti-peranti navigasi, radar, alat komunikasi serta aneka pendukung lain yang super canggih.

Kapal yang dibangun di Brazil ini dilengkapi dengan dua unit mesin diesel 6 silinder yang masing-masing berkapasitas 3000 cc. Uniknya, demi mengantisipasi segala kesulitan yang dapat ditemui selama periode eksplorasi, mesin berteknologi “BlueTec” bikinan Mercedes-Benz ini juga dapat bekerja dengan segala macam jenis bahan bakar, dari bensin hingga hidrogen.Untuk sekali perjalanan, Pangaea dapat mengangkut 40 ribu liter solar guna bertahan selama 3 bulan tanpa berlabuh.

Baca Juga:  Mercedes-Benz CLS 2019 Alami Perubahan Radikal

Di atas kapal, terdapat 6 kabin tidur serta ruang konferensi yang mampu menampung 16 orang. Dari luar, kapal ini terlihat ‘lelah’ meski tetap anggun dan perkasa. Sosoknya mengingatkan kita kepada sebuah kendaraan 4×4 yang sudah sering diajak menaklukkan segala medan. Lambung kapal yang terbuat dari aluminium tidak dilabur cat agar mengurangi polusi di lautan. Kontras dengan suasana kabin yang sangat modern, penuh dengan aneka peranti canggih khas kapal ekspedisi.

Kedua tiang layar yang terbuat dari bahan karbon yang sangat kuat dan ringan mampu menaikkan layar selebar 600 M2. Karena itu, kapal ini dapat melaju dengan mudah hingga pada kecepatan 20 knot.

Debut Pangaea berawal dari pelabuhan Punta Arenas di Chili. Dari sini, kapal yang dinakhodai Mike Horn ini berlayar menuju Antartika di kutub Selatan. Lalu kapal kembali berlayar menuju Australia, China, Rusia, Islandia, Kutub Utara, dan finis kembali di Punta Arenas Chili dalam waktu 4 tahun.

Baca Juga:  Mike Horn, Versi Nyata Indiana Jones

Selama empat tahun itu, 144 pelajar dari seluruh dunia ikut secara bergantian dalam misi agung tersebut. Salah satu pengalaman menarik yang dialami Mike Horn selama 10 kali berkeliling dunia dengan kapal ini adalah saat ia mampir di “Benua Plastik”, yakni tumpukan sampah plastic setebal 6 meter dalam wilayah hampir seluas Negara Meksiko di utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. “Kecuali negara China, tak ada yang tertarik untuk membersihkan dan mendaur-ulang benua plastik itu,” kata Mike Horn.

Kini, Pangaea sedang melakukan misi berikutnya bersama Mercedes-Benz melalui program “Pole2Pole”, yakni menjelajah permukaan lautan Bumi secara vertikal dari Kutub Utara ke Kutub Selatan selama 2 tahun.

MUNAWAR CHALIL (KUALA LUMPUR)

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



Tak Menarik, Mazda Enggan Bangun Mesin Turbo Kecil dan Transmisi CVT

TOKYO, 11 Desember 2017 – Di saat pabrikan lain berlomba-lomba membuat mesin berkapaistas kecil dan turbo serta transmisi CVT, tidak...

Pembalap Toyota Team Indonesia Siap Beradu Cepat di Fuji Speed Way

TOYOTA, 10 Desember 2017 – Dua pembalap Toyota Team Indonesia (TTI), Alinka Hardianti dan Haridarma Manoppo, tampil menawan dan berhasil...

BMW Siapkan 11 M Series dan 15 M Performance Hingga 2020

STUTTGART, 9 Desember 2017 -- BMW M memiliki empat angka penting dalam beberapa tahun ke depan: 11, 15, 2020 dan...

Honda Gelar Tantangan Hemat BBM Komunitas Mobilio

BOGOR, 10 Desember 2017 – PT Honda Prospect Motor kembali menggelar lomba hemat bahan bakar untuk pengguna Honda Mobilio melalui acara Honda Mobilio...

Aplikasi My Mitsubishi Motors ID Hadir untuk Memudahkan Konsumen

JAKARTA, 9 Desember 2017 -- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) telah meraih peringkat utama atas survey Sales...