Beranda Drives EKSKLUSIF TEST DRIVE: Menantang Lamborghini Aventador S (Bagian 3)

EKSKLUSIF TEST DRIVE: Menantang Lamborghini Aventador S (Bagian 3)

BERBAGI

JAKARTA, 28 Januari 2017Lamborghini memberikan kesempatan luar biasa saat menjajal kemampuan Lamborghini Aventador S di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Jika biasanya test drive hanya mendapat 3 atau 4 lap, wartawan Carvaganza, Eka Zulkarnain, dibuat klimaks menggeber mobil baru ini sebanyak 16 lap.

Subscribe Now!

Setelah menyelesaikan Stint 1, kami memasuki Stint (sesi) 2. Sebelum sesi di mulai, Peter bilang kepada semua anggota grup bahwa sekarang kecepatan harus ditambah. Namun Ia mengingatkan agar berhati-hati karena trek masih basah karena pada malam dan paginya diguyur hujan.

“Jika kecepatan saya terlalu pelan, Anda tempel saja mobil saya, kayak disundul-sundul, bayangin terus itu tandanya yang di belakang saya ingin menambah kecepatan.” Di stint ini saya dengan mobil merah dan mode pengendaraan dipindahkan ke Corsa. Caranya mudah, sambil membejek gas, tinggal pencet tombol saja mode pengendaraan yang diinginkan di konsol tengah. Transmisi tetap memakai manual.

Lamborghini mulai bertingkah dengan liar, sedikit saja diberi input langsung merespon dengan cepat. Handling dan steering sangat berbeda dengan Sport, terasa seperti mobil balap karena memang setingan Corsa untuk bermain di trek. Suspensi dan bantingan menjadi keras, setir pun demikian.

Mobil menjadi lebih berani, gesit tetapi jinak. Ketika dipacu di trek lurus seperti menempel ke aspal, dan itu dirasakan ketika  saya memacunya di trek lurus sejauh 650 meter di depan pitlane kemudian hard braking ketika memasuki Tikungan 1 lamban ke kiri. Di sini kerja penggerak AWD membuat mobil stabil ketika memasuki slow left hander (tikungan pelan ke kiri) dari kecepatan tinggi di trek lurus.

Baca Juga:  Mercedes-Benz SLC 200, Goin’ Wild

Melewati trek lurus, kami seperti saling kejar-kejaran dengan mobil depan, apalagi pace car memang memberikan kesempatan itu. Ketika melakukan hard braking saat memasuki Turn 1, saya pikir saya akan melintir pada saat exit tikungan, ternyata berkat AWD, hanya sliding sedikit dan sedikit input mobil tetap di jalur.

Saya tak tahu kalau saya melakukan ini dengan mobil  berpenggerak roda belakang. Setelah keluar tikungan pertama, saya tambah kecepatan ke gigi tiga untuk memasuki tikungan lamban Turn 2 dan memberikan input pada setir sesuai dengan racing line pace car di depan yang saya ‘sundul-sundul’ agar lebih kencang. Aventador S betul-betul stabil.

Baca juga: EKSKLUSIF TEST DRIVE: Menantang Lamborghini Aventador S (Bagian 1)
Baca juga: EKSKLUSIF TEST DRIVE: Menantang Lamborghini Aventador S (Bagian 2)

Hmm… tak heran. Chassis Aventador S ini masih tetap mempertahankan tradisi Aventador sebelumnya, yakni monokok serat karbon yang sangat ringan yang ditempelkan dengan rangka alumunium sehingga berat kosongnya (dry weight) hanya 1.575 kg. Aventador S juga mengembangkan apa yang disebut ‘total control concept” agar pengemudian, pengendaraan dan performa mobil di setiap layout jalan terasa sangat spesial. Pengembangan juga merambah pada setiap aspek suspensi dan sistem elektronika mobil dengan tujuan agar mobil tambah stabil dan menambah sensasi dalam mengemudi.

Baca Juga:  Mercedes-Benz SLC 200, Goin’ Wild

Lateral control (pengendalian terhadap gerakan mobil ke samping kanan dan kiri yang dirasakan ketika mobil menikung) juga berasal dari pengembangan teranyar pada sistem penggerak empat roda yang untuk pertama kalinya dipakai di dalam produk Lamborghini. Sistem ini membuat mobil semakin gesit di kecepatan rendah dan medium dan juga membuat mobil semakin stabil pada kecepatan tinggi.

Pada as roda depannya dikombinasikan dengan Lamborghini Dynamic Steering (LDS) yang diseting agar feeling mobil terasa lebih natural dan responsif ketika masuk tikungan secara tajam. Selain itu secara khusus juga diseting ulang agar bisa bekerja secara terintegrasi dengan Lamborghini Rear-Wheel (LRS) aktif di as roda depan: di mana dua actuator yang terpisah akan bereaksi dalam waktu lima mili detik dengan input gerakan yang diberikan oleh pengemudi ke kemudi sehingga angle mobil pada saat menikung real-time dan tingkat kekakuannya menyesuaikan dengan tikungan tersebut.

Baca Juga:  Mercedes-Benz SLC 200, Goin’ Wild

Kestabilan mobil juga berasal dari pengembangan pada pushrod dan Lamborghini Magnetorheological Suspension (LMS) dengan kinematic terbaru yang diadaptasikan dengan penggerak empat roda. Geometri suspensi terbaru dioptimalkan demi pengemudian roda belakang, termasuk arm atas dan bawah dan wheel carrier.

Kestabilan Aventador S juga diperoleh dari desain eksterior terbaru yang diterapkan dengan tujuan meningkatkan efisiensi aerodinamika, meningkatkan pendinginan mesin dan pendinginan pada radiator. Bagian depan dan belakang dibuat lebih kekar dan dinamis misalnya dengan mengintegrasikan elemen-elemen ikonik Lambo masa lalu, seperti garis pada bumper yang mirip dengan Countach. Nose dibuat lebih agresif dan splitter depan dibuat lebih panjang untuk memuluskan aliran udara. Dua lubang udara di bagian samping bumper depan berfungsi mengurangi gangguan terhadap aerodinamika dari bagian ban depan dan mengoptimalkan aliran angin ke radiator belakang.

Pantas saja jika Aventador S begitu menyenangkan untuk dinikmati. Dari Tikungan 2 (Curva Doohan), saya dengan rasa percaya diri menginjak gas lebih dalam untuk menyambut tikungan cepat ke kanan (Tikungan 3) dan hanya angkat sedikit gas kemudian menambah kecepatan kembali di trek lurus pendek yang diakhiri dengan tikungan pelan ke kiri (Tikungan 3).

EKA ZULKARNAIN (VALENCIA)

BERBAGI



Land Rover Pusing dengan Mobil Tiruan Asal Cina

BEIJING, 20 Oktober 2017 – Ada yang mengatakan imitasi adalah bentuk sanjungan yang paling tulus. Tentunya tidak semua setuju dengan...

Tiga Unit Toyota Concept-i Series untuk TMS 2017

TOKYO, 20 Oktober 2017 – Bagi Toyota, masa depan sangat penting bagi manusia dan perkembangan industri otomotif. Pada setiap pameran,...

Ini Langkah-Langkah Verifikasi Memastikan Keaslian Oli Anda

JAKARTA, 20 Oktober 2017 - Shell Indonesia baru saja meluncurkan sebuah teknologi terbaru yaitu Jam Jar untuk menjamin keaslian dari pelumas Shell. Ada 2...

Daihatsu Gelar Pelatihan Otomotif untuk Guru SMK

BANTEN, 20 Oktober 2017 -- Daihatsu menyelenggarakan Program Technical Training for SMK Teacher. Program pendidikan yang berada dalam payung Program...

Perkuat Jaringan, Mitsubishi Motors Resmikan BOM di Semarang

SEMARANG, 19 Oktober 2017 -- Meningkatnya permintaan kendaraan penumpang Mitsubishi membuat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) terus...