Beranda Updates HPM: Mobil Berbahan Bakar Alternatif Masih Sulit Masuk Indonesia

HPM: Mobil Berbahan Bakar Alternatif Masih Sulit Masuk Indonesia

BERBAGI

MOTEGI, 25 Oktober 2017Honda Prospect Motor (HPM), agen pemegang merek Honda di Indonesia, mengatakan masih sulit untuk memboyong mobil berbahan bakar alternatif ke Indonesia. Selain infrastruktur yang masih belum siap, harga yang cukup tinggi menjadi masalahnya.

President Director PT HPM Takehiro Watanabe mengatakan pihaknya tidak bisa memperkirakan kapan bisa menjual mobil berbahan bakar alternatif di Indonesia. Padahal Honda memiliki Clarity yang memiliki tiga varian Clarity yaitu Plug-in Hybrid, Fuel Cell dan Electric.

Ketiga varian ini merupakan bagian dari konsep Electrification Technologies milik Honda yang meliputi FCV (Fuel Cell Vehicle), EV (Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Honda menargetkan pada 2030, sebagian besar kendaraannya akan dijual dalam model bahan bakar alternatif.

Baca Juga:  Rio SB Belum Terkalahkan di Honda Jazz Speed Challenge

Meski secara global, Honda memiliki rencana besar, namun hal itu akan sulit terlaksana di Indonesia dalam waktu dekat. “Masih sulit, saya sulit membayangkan kapan waktunya. Kita belum siap,” kata Watanabe kepada wartawan Carvaganza, Raju Febrian, di sela-sela test drive Honda Clarity Fuel Cell di Sirkuit Motegi, Jepang, Selasa (24/10) kemarin.

Carvaganza sempat mencoba dua model yaitu Plug-in Hybrid dan Fuel Cell. Secara performa maupun pengendalian keduanya tidak berbeda dengan mobil bermesin konvensional dengan transmisi otomatis. Namun sama sekali tidak ada suara yang dihasilkan sehingga sangat tenang.

Sebagai informasi singkat, Honda Clarity Fuel Cell adalah mobil Honda berbahan bakar hidrogen. Sedan berkapasitas lima penumpang ini memiliki jarak tempuh terjauh yaitu 750 kilometer dalam kondisi tangki penuh. Sementara waktu pengisian tangki hanya membutuhkan tiga menit hingga penuh.

Baca Juga:  Honda Gelar Tantangan Hemat BBM Komunitas Mobilio

Sebagai penggerak mobil ini menggunakan motor berkekuatan 130 kW dan torsi 300 Nm. Hebatnya, karena menggunakan bahan bakar hidrogen, sedan ini tidak menghasilkan emisi karbondioksida (CO2) sama sekali. Hasil pembuangan di knalpot berbentuk air.

Sementara Clarity Plug-in Hybrid menggunakan kombinasi mesin 1.5 liter Atkinson cycle engine dengan i-MMD 2 motor hybrid system dan IPU (Built-in Li-ion battery. Kombinasinya bisa menghasilkan torsi 315 Nm. Adapun kemampuan jelajahnya dengan menggunakan baterai lebih dari 100 km.

Selain infrastruktur, Watanabe mengatakan harga jual mobil jenis ini di Indonesia akan sangat tinggi. Pemerintah belum membantu APM yang berniat membawa mobil berbahan bakar alternatif seperti hybrid. “Di Amerika pemerintah memberikan insentif hingga US$ 700 jika ada konsumen yang ingin membeli mobil hybrid,” katanya.

Baca Juga:  Paling Laris, Honda Brio Satya Kini Jadi Andalan Honda

RAJU FEBRIAN (MOTEGI)

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



Tak Menarik, Mazda Enggan Bangun Mesin Turbo Kecil dan Transmisi CVT

TOKYO, 11 Desember 2017 – Di saat pabrikan lain berlomba-lomba membuat mesin berkapaistas kecil dan turbo serta transmisi CVT, tidak...

Pembalap Toyota Team Indonesia Siap Beradu Cepat di Fuji Speed Way

TOYOTA, 10 Desember 2017 – Dua pembalap Toyota Team Indonesia (TTI), Alinka Hardianti dan Haridarma Manoppo, tampil menawan dan berhasil...

BMW Siapkan 11 M Series dan 15 M Performance Hingga 2020

STUTTGART, 9 Desember 2017 -- BMW M memiliki empat angka penting dalam beberapa tahun ke depan: 11, 15, 2020 dan...

Honda Gelar Tantangan Hemat BBM Komunitas Mobilio

BOGOR, 10 Desember 2017 – PT Honda Prospect Motor kembali menggelar lomba hemat bahan bakar untuk pengguna Honda Mobilio melalui acara Honda Mobilio...

Aplikasi My Mitsubishi Motors ID Hadir untuk Memudahkan Konsumen

JAKARTA, 9 Desember 2017 -- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) telah meraih peringkat utama atas survey Sales...