BERBAGI

JAKARTA, 24 Februari 2016 — Salah satu faktor yang membuat biaya balapan di Formula One begitu tinggi adalah faktor teknologi. Bagi pabrikan mobil, F1 merupakan laboratorium otomotif untuk menguji segala perangkat yang digunakan oleh mobil jalan raya. Misalnya seperti pelumasan, mesin, pengereman, keselamatan, material kendaraan dan lain-lain.

Makanya engineer, pakar aerodinamika, pakar mesin dan lain-lain yang bekerja di F1 adalah yang terbaik di bidangnya. Mereka berlomba-lomba menciptakan mobil terkencang, menggembleng pembalap-pembalap terbaik, melakukan terobosan-terobosan teknologi dan di F1 arti lap time sepersekian detik sangatlah penting. Teknologi di F1 sendiri merupakan penyerapan dari teknologi pesawat terbang, khususnya pesawat tempur, sehingga banyak orang yang bilang mobil F1 adalah ‘pesawat jet’ versi darat.

Lantas apa saja teknologi F1 yang diwariskan ke mobil jalan raya?

Mesin

24022016-Car-F1_05

Tak perlu jauh-jauh ke masa lalu. Pada musim 2015 kemarin, pabrikan Honda masuk kembali ke F1 karena The Pinnacle of Motorsport ini mengenalkan mesin hybrid yang kapasitasnya lebih kecil untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Nah Honda bermaksud menjadikan F1 sebagai laboratorium pengembangan mesin hybrid yang efisien bahan bakar bagi mobil-mobil road carnya nanti. Pabrikan Honda pernah turun di F1 sampai tahun 2008 dengan mengoleksi 72 kali juara grand prix. Teknologi monokok G-Con yang dimiliki Honda sekarang ini, pengembangannya pun dilakukan dengan melibatkan mobil F1.

Disc Brake

24022016-Car-F1_07

Memang cakram rem sudah ada di mobil jalan raya tahun 1949 ketika Chrysler Crown Imperial menawarkannya sebagai barang opsional. Namun adalah Dunlop yang pertama kali mengembangkan disc brake dengan kaliper untuk mobil balap Jaguar C-Type 1953. Dan teknologi itu dipakai oleh road car sampai sekarang dengan sejumlah penyempurnaan.

Serat Karbon

24022016-Car-F1_06

Mobil F1 yang mempelopori pemakaian chassis serat karbon adalah McLaren MP4/1 tahun 1981. Material tersebut sangat ringan dan lima kali lebih kuat daripada baja. Sudah banyak mobil-mobil jalan raya performa tinggi yang memakai konstruksi serat karbon.

Ban

24022016-Car-F1_09

Anda mungkin bertanya-tanya apa hubungannya ban yang dipakai oleh mobil jalan raya dengan ban yang dipakai McLaren Lewis Hamilton. Soalnya yang punya Lewis adalah ban slick, soft, hanya bekerja pada temperatur tertentu dan hanya tahan selama satu jam. Namun, karena pengujian di F1-lah, ban mobi jalan raya bisa begitu canggih, memiliki daya tahan tinggi dan mampu memberikan kenyamanan dan keselamatan di jalan raya. Karena laboratorium di F1, ban bisa mencengkeram kuat ke aspal meski direm keras pada aspal basah maupun dikala hujan deras.

Kontrol Traksi

24022016-Car-F1_08

Sistem kontrol traksi memang pertama kali dikembangkan oleh General Motors awal 1970-an, tapi saat itu sistemnya masih berantakan. Sistem elektronik yang sangat kompleks ini dikembangkan oleh mobil-mobil F1 tahun 1980-an dan digunakan oleh mobil-mobil jalan raya sampai sekarang.

Paddle-Shift

24022016-Car-F1_03

Transmisi paddle-shift yang dipakai di road car sekarang ini, dulunya dikembangkan di F1. Mobil F1 pertama yang menggunakan teknologi ini adalah Ferrari 640 tahun 1989. Lantas tahun 1995, transmisi manual konvensional sudah tak lagi dipakai di F1.

Setir dengan Tombol Multi-Fungsi

24022016-Car-F1_04

Setir pada mobil F1 sangat rumit. Karena kokpit mobil F1 sangat sempit, maka semua tombol ditempatkan pada setir. Makanya setir sekarang ini bukan sekadar tempat airbag dan klakson. Melainkan sudah menjadi tempat bagi sejumlah tombol pengaturan dari mulai audio, koneksi telepon dan lain-lain.

KERS

24022016-Car-F1_02

Kinetic Energy Recovery System (KERS) adalah sebuah sistem yang memanfaatkan energi yang terbuang dari pengereman untuk digunakan menjadi tenaga dorong bagi mobil. Teknologi ini di antaranya diterapkan di Porsche 918 RSR dan mobil balap Porsche 911 GT3 R Hybrid.

EKA ZULKARNAIN

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI