Beranda EDITOR'S PICKS LaFerrari Aperta, 70 Years Legacy

LaFerrari Aperta, 70 Years Legacy

LaFerrari Aperta menjadi supercar terkencang di keluarga Maranello.

BERBAGI
Foto-Foto: Ferrari Jakarta

SEBELUM kami mengupas tentang LaFerrari Aperta, kami ingin mengajak pembaca mengingat kembali tentang kehadiran Ferrari LaFerrari yang ada kaitannya dengan Aperta. Salah satu alasannya adalah karena keduanya sama-sama memakai mesin hybrid, yang mengombinasikan mesin konvensional dengan motor listrik.

Ferrari LaFerrari adalah mobil pertama Ferrari yang mengadopsi powertrain hybrid dan dikembangkan menjadi pengganti Ferrari Enzo dan F50. Supercar yang legal yang untuk dipacu di jalan raya ini adalah Ferrari pertama yang bukan didesain oleh Pininfarina sejak 1973. Kendaraan ini hanya diproduksi 499 unit dengan harga mulai dari US$ 1,7 juta dan kini sudah habis terjual.

Melanjutkan kesuksesan LaFerrari, Maranello melanjutkannya dengan versi drop-top alias atap terbuka model tahun 2017. Dia adalah LaFerrari Aperta. Rumor tentang kehadiran LaFerrari convertible ini sudah berhembus kisaran 2014. Baru pada 2016 CEO Ferrari Sergio Marchionne mengonfirmasikan bahwa model atap terbuka dalam proses produksi. Nah, pada Juli 2017, pabrikan Maranello merilis foto resmi pertama LaFerrari Aperta, sedangkan Paris Motor Show menjadi debut supercar tersebut.

Hypercar ini memang sengaja dirilis untuk memperingati 70th Anniversary of Ferrari, di mana 70 tahun lalu tepatnya tahun 1947, Ferrari memproduksi dan membangun mobil pertamanya Ferrari 125 S. Jadi LaFerrari Aperta adalah mobil yang dirancang secara khusus untuk perayaan 70 tahun Ferrari memproduksi mobil.

Baca Juga:  Wuih, Ford Ranger Raptor Pakai Transmisi Otomatis 10 Kecepatan

Aperta memiliki garis desain yang identik dengan LaFerrari dan bukan saja sebagai supercar yang unik dan modern di keluarga Ferrari sendiri, melainkan juga dalam keluarga supercar modern. Fitur style yang paling menonjol di supercar ini adalah modifikasi atap yang telah didesain ulang agar bisa dibentuk soft-top atau hard-top terbuat dari serat karbon.

Dengan bagian atas ditutup, Aperta sangat identik dengan LaFerrari jika dilihat dari samping. Namun versi Aperta sudah mendapatkan sejumlah perubahan agar lebih aerodinamis salah satunya adalah bertujuan agar level drag mobil ketika atapnya dibuka tetap sama dengan versi coupenya.

Modifikasi yang paling signifikan lainnya adalah dam bagian depan dibuat lebih panjang dan permukaan underbody (kolong mobil) dibuat lebih rendah di seputaran generator vortex. Elemen-elemen baru ini bertujuan untuk menambah ground effect dan menghasilkan downforce yang efisien. Aero kit yang baru tersebut dilengkapi dengan dua bilah kecil berbentuk L di bagian sudut atas kaca depan sehingga jika atapnya terbuka dapat mengalirkan angin dengan baik ke bagian belakang dengan tujuan mengurangi tekanan di bagian belakang pula.

Baca Juga:  Teaser Ferrari 488 GTO Baru

Dengan atap terbuka maka sistem rotasi pintu juga harus direkonfigurasi. Aperta memiliki pintu model butterfly yang sama dengan LaFerrari, tetapi jika membuka penuh, sudutnya akan sedikit berbeda. Hal ini juga mendorong tim desainer untuk mengubah geometri fender dan flank serta penambahan serat karbon sehingga pintu bisa berotasi dengan baik.

Pada bagian kabin, mobil dua penumpang ini mengombinasikan kemewahan ala Ferrari dengan unsur-unsur bernuansa balap. Desain dan fitur-fitur di interior Aperta juga identik dengan kakaknya. Setirnya memiliki desain flat top dan flat bottom berhiaskan instrument cluster custom three-piece. Konsol tengah pun mirip. Seluruh interior dilapis dengan kulit lembut atau Alcantara, terutama pada bagian dashboard, panel pintu dan jok.

Semua itu dikombinasikan dengan pemakaian serat karbon sehingga membuat aura sporty begitu kuat. Material ini terpasang di konsol tengah, setir, panel pintu dan floor. Ferrari juga mengaplikasi serat karbon pada jok agar mobil lebih enteng.

Pada supercar mesin adalah faktor utama. Aperta diperkuat oleh mesin konvensional V12 6.3 liter yang mampu menyemburkan tenaga 789 hp dan torsi maksimal 700 Nm, sedangkan hybridnya datang dari motor listrik + KERS yang menghasilkan tenaga 161 hp dan 201 Nm. Total output yang dihasilkan adalah 950 hp dan torsi 901 Nm. Dari tenaga yang dihasilkan itu, Aperta mampu sprint dari 0 – 100 km/jam dalam waktu 2,8 detik saja dan dari 0 – 200 km/jam dalam waktu 7,1 detik. Kecepatan maksimalnya mencapai 350 km/jam, sama dengan versi coupe (LaFerrari).

Baca Juga:  BMW M5 2018, The Sharpest Sword

Dengan jumlah produksi lebih sedikit dari LaFerrari (yang diproduksi 499 unit), supercar terkencang di keluarga Maranello tersebut dibanderol dengan harga US$ 1,7 juta dan jika konsumen ingin melakukan personalisasi masih bisa. Di kelasnya, Aperta bersaing dengan Bugatti Veyron Grand Sport, Koenigsegg Agera RS, dan Pagani Huayra Roadster.

Spesifikasi LaFerrari Aperta

Layout kendaraan: Hypercar, mesin tengah, 2 pintu, 2 penumpang,
Mesin: V12 6.3L; 789 hp @ 9000 rpm; 700 Nm @ 6750 rpm + motor listrik 161 hp; 201 Nm (total 950 hp + 901 Nm)
Transmisi: A/T 7-speed dual-clutch.
PxLxT: 4702 x 1992 x 1116 mm
Wheelbase: 2650 mm
Top speed: 350 km/jam
0 – 100 km/jam: 2,8 detik
0 – 200 km/jam: 7,1 detik

EKA ZULKARNAIN

BERBAGI

Last Update

Kenapa Warna Ikon Model Yaris Terbaru Kuning?

JAKARTA, 21 Februari 2018 – Pada peluncuran Toyota New Yaris hari Selasa kemarin (20/2) ada dua warna mobil Yaris teranyar...

Cuma Kosmetik Doang? Begini Penyempurnaan di Toyota New Yaris

JAKARTA, 21 Februari 2017 – Persaingan segmen hatchback memang tidak sepanas multi purpose vehicle (MPV) atau sport utility vehicle (SUV)....

Honda Civic Nouva Community Selenggarakan Gathnas ke-5 di Semarang

JAKARTA, 21 Februari 2018 – Honda Nouva Community Indonesia (HNCI), salah satu komunitas mobil senior dengan member yang cukup banyak,...

Mazda CX-5 TOURING Harganya Tak Sampai Rp 500 Juta

JAKARTA, 21 Februari 2018 – Mazda CX-5 menjadi satu dari tiga andalan utama penjualan Mazda di Indonesia. Dua lainnya adalah...

TAC Jakarta dan TAC Tangerang Raya Gelar Kopdargab Perkuat Silaturrahmi

TANGERANG, 18 Februari 2018 – Setelah sekian lama tidak menggelar kopi darat (kopdar) gabungan, Toyota Agya Club (TAC) Jakarta dan...