Beranda Drives Lamborghini Huracan Performante, Nurburgring Killer

Lamborghini Huracan Performante, Nurburgring Killer

Nilai magisnya terletak pada bagian depan dan belakang dari elemen yang kelihatannya sederhana.

BERBAGI
Foto-foto: Tom Salt, Ingo Barenschee, Wolfango Sparcarelli, Charlie McGee

SEBELUM saya menjajal Lamborghini Huracan Performante di Sirkuit Imola, Italia, saya sempat menonton video Huracan Performante yang tak hanya mengalahkan Aventador SV, tetapi mengalahkan Porsche 918 dengan lap time di Sirkuit Nurburgring 6 menit, 52,6 detik. Banyak yang tak percaya Performante mampu memperbaiki catatan waktu 30 detik dari Huracan biasa karena biasanya selisih waktu antara mobil baru dengan yang sebelumnya hanya beberapa detik saja.

Jadi pada waktu saya dan beberapa media mendapatkan kesempatan mengemudikan Performante di trek yang tak jauh dari kota Bologna, Italia, ini saya sudah punya gambaran. Imola dikenal sebagai trek balap yang cepat dengan mengombinasikan tikungan cepat dan medium serta memiliki tingkat kesulitan tinggi, cocok untuk mengetahui kehandalan Performante.

Nilai magis dari supercar ini adalah teknologi aerodinamika aktif yang disebut Aerodinamica Lamborghini Attiva (ALA). Kalau diihat sepintas mungkin dianggap hanya elemen biasa dalam bentuk splitter depan dan sayap belakang (rear wing). Namun kalau dianalisa lebih dalam, pada spoiler depan dan sayap belakang terdapat sejumlah slit (irisan). Ketika spoiler dan sayapnya melengkung, aliran angin sekencang 300 km/jam yang mereka hasilkan bisa menghasilkan level aerodinamika 350 kg, tapi kalau kedua elemen itu netral untuk mendapatkan drag yang lebih baik lagi maka mobil kehilangan sekitar setengah dari jumlah total downforce-nya.

Baca Juga:  Kencan Singkat dengan Suzuki Jimny

Sayap belakang terbuat dari forged carbon fibre (serat karbon tempa) yang terlihat seperti lempengan batu black opal. Total bobot kedua elemen ini kurang dari 40 kg dibandingkan sistem aerodinamika aktif elektrik dan tidak terlihat ada elemen yang bergerak.

Selain meningkatkan downforce, teknologi ini membuat drag bisa diminimalisir sehingga mobil bisa melaju lebih kencang.  Mekanisme itu diatur oleh sistem Lamborghini Piattaforma Inerziale (LPI) yang berfungsi menambah atau mengurangi drag depan dan belakang secara proporsional agar downforce mobil bagian belakang tidak berlebihan pada kecepatan tinggi karena kalau berlebihan hidung mobil bisa mengangkat.

Tim engineer juga mengurangi bobot chassis 40 kg dibandingkan Huracan biasa dengan mengganti komponen body depan dan belakang dengan forged carbon fibre. Bobot saluran gas buang juga berkurang 10 kg karena memakai titanium alloy. Sedangkan tenaga dari mesin V10 meningkat 30 hp dengan cara mengoptimalkan aliran bensin dan pemakaian katup dari titanium yang mempercepat buka dan tutup katup. Meskipun kecepatan maksimalnya (top speed) tetap di angka 325 km/jam, Performante mampu sprint 0 – 100 km/jam dalam waktu 2,9 detik, sedangkan Huracan standar 3,2 detik saja.

Baca Juga:  Hennessey Venom F5, Top Speednya 484 Km/Jam

Lantas bagaimana pengemudi biasa bisa mendapatkan sejumlah kelebihan dari teknologi canggih tersebut? Makanya kami hadir di sini di trek Imola pagi-pagi pada hari Minggu sebelum perut kami sempat mencerna makanan hasil sarapan pagi.

Tak seperti Gallardo Super Trofeo Stradale (STS), pada mobil ini tidak ada seatbelt lima titik sehingga masuknya gampang seperti Huracan biasa. Jok sport yang dapat diatur secara elektrik yang terpasang di Performante sudah cukup enak dan jauh lebih nyaman, tak perlu jok bucket dari serat karbon yang keras.

Ketika mesin menyala, mengeluarkan suara menyalak yang menurut saya temponya lebih halus. Hal ini disebabkan sistem saluran pembuangan yang baru lebih enteng sehingga seolah-olah meredam gelombang kejut yang keluar dari setiap katup buangnya yang berjumlah 20 buah. Selain itu, pemakaian material titanium membuat warna nada knalpot menjadi lebih khas.

Imola adalah sirkuit cepat di mana hampir di semua tikungan terdapat perubahan elevasi sehingga mobil gampang menjadi korban, kecuali pembalap ingat setiap tikungan yang dilewati. Tikungan-tikungan cepatnya membuat ngeri pengemudi biasa seperti saya karena instruktur meminta kami agar membejek mobil semaksimal mungkin, tetapi dengan cara yang terukur.

Baca Juga:  VIDEO: Lamborghini Lansir Teaser Uji Coba SUV Urus

Tapi setelah beberapa lap, pengemudi sudah agak familiar dengan trek sehingga bisa mengerem lebih ujung di tikungan dan merasakan bagaimana ALA bekerja. Pengemudi harus berani mengadaptasikan gaya mengemudinya untuk menyesuaikan dengan kerja aerodinamika mobil.

Dari hasil pengetesan di Imola, rata-rata kecepatan mobil tidak hanya tinggi pada saat sedang melesat kencang, tetapi juga pada kecepatan rendah sekalipun. Di trek ini, Huracan Performante terbukti bisa mencatat waktu lebih kencang di tikungan jenis apapun karena membuat pengemudi merasa percaya diri dan stabil. Mobil pun mampu menyesuaikan diri dengan adaptasi mengemudi yang dilakukan pengemudinya.

Spesifikasi Lamborghini Huracan Performante

Layout kendaraan: Supercar, mesin tengah, 2 pintu, 2 penumpang, RWD
Mesin: Naturally-aspirated V10 40 valve 5.2L/ 640 hp @8000 rpm/ 600 Nm @ 6500 rpm.
Transmisi: Otomatis 7-kecepatan LDF
0 – 100 km/jam: 2,9 detik
0 – 200 km/jam: 8,9 detik
Top speed: 325 km/jam
PxLxT: 4506 x 1924 x 1165 mm
Wheelbase: 2620 mm
Kapasitas tangki BBM: 83 liter

ANDRE LAM

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



Volkswagen Virtus, Polo Versi Sedan

JAKARTA, 17 November 2017 -- Setelah hatchback Volkswagen Polo generasi baru (Mk6), kini hadir Polo versi sedan. Model yang diberi...

Mitsubishi Fuso Gelar Konser Bersama Iwan Fals di 10 Kota

JAKARTA, 17 November 2017 -- PT Mitsubishi Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia, menggelar...

Daihatsu Lansir Teaser All New Terios 2018, Meluncur 23 November

JAKARTA, 17 November 2017 – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga telah memulai kegiatan promosi mereka untuk All New Terios...

Toyota Rush Baru Meluncur Kamis Depan, Jadi baby Fortuner?

JAKARTA, 17 November 2017 – Toyota Rush baru dipastikan akan meluncur di Indonesia. Kepastian ini didapatkan setelah undangan resmi PT...

Pecinta Mitsubishi Mirage Peduli Kasih

JAKARTA, 17 november 2017 -- Komunitas pecinta Mitsubishi Mirage yang tergabung dalam Indonesia Mirage Club (IMEC) mengisi akhir pekannya dengan...