Beranda Updates Apakah Toyota Sienta Hybrid Bakal Diproduksi di Indonesia ?

Apakah Toyota Sienta Hybrid Bakal Diproduksi di Indonesia ?

BERBAGI

Subscribe Now!

JAKARTA, 22 Juni 2016 — Toyota Indonesia menjadi negara pertama di luar Jepang yang memproduksi dan melansir Toyota Sienta. Di Indonesia, Sienta hanya dijual dengan mesin 1.5L, sementara di Jepang juga memiliki mesin hybrid. Apakah Sienta bermesin hybrid nantinya juga akan diproduksi di Indonesia?

Ditodong pertanyaan tersebut Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono mengatakan hal tersebut bisa saja. Jawaban optimis ini ternyata bukan tanpa alasan karena menurutnya TMMIN memiliki fasilitas yang mampu mewujudkan hal tersebut.

Untuk diketahui, saat ini TMMIN memiliki tiga pabrik dengan kemampuan produksi yang sangat produktif. Terutama adalah pabrik ketiga TMMIN di Kawasan Jabar Industrial Estate (KJIE) yang memang mengkhususkan diri pada produksi mesin (Engine Plant).

Saat TMMIN siap, kendala belum diproduksinya Sienta Hybrid sampai saat ini adalah karena belum populernya penggunaan mesin dengan orientasi masa depan itu di Indonesia. Salah satunya sampai saat ini tidak ada dukungan dari pemerintah Indonesia seperti di negara-negara maju.

Jika di Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara maju memberikan subsidi untuk mobil-mobil hybrid. Ini dikarenakan aplikasi teknologi ini memberikan dampak positif pada dampak lingkungan atau dapat menekan angka polusi. Sementara di Indonesia sebaliknya. Para pemilik mobil hybrid malah dibebankan oleh nilai pajak ganda karena dianggap memiliki mesin ganda maka diberikan beban pajak per mesinnya.

“Berdirinya pabrik di suatu negara tentunya bertujuan untuk memenuhi permintaan domestik negara tersebut. Akan menjadi tidak produktif jika apa yang kita produksi tidak diserap di negara sendiri,” jelas Warih.

Memang masih ada jalan lain yakni melakukan ekspor Sienta Hybrid, namun secara keseluruhan hal ini masih dalam tahap pengkajian. Asal tahu saja, TMMIN merupakan pabrik pertama di luar Jepang yang memproduksi Sienta jadi sejatinya peluang tersebut sangat besar untuk dapat terwujud.

Selain itu, jika produksi Sienta Hybrid benar terwujud, akan terjadi pengurangan kandungan lokal dalam produksi jika dibandingkan dengan Sienta versi regular. “Jadi jika produksi Sienta hybrid di Indonesia maka komponen lokal turun hanya 50 persen karena ada ubahan struktur mesin. Turun sekitar 30% dari kandungan lokal versi mesin biasa yang kini sudah mencapai 80%,” jelas Warih.

Tantangan lain yang juga TMMIN hadapi saat ini adalah menyediakan baterai untuk Sienta hybrid, berikut cara untuk mendaur ulang dari baterai mobil hybrid agar tidak mencemari lingkungan. Warih mengatakan kondisi itu akan terselesaikan jika pemerintah dan principal (Toyota) duduk bersama-sama membahas soal kelanjutan dari mobil hybrid.

ARIE PRASTZ

BERBAGI



Nissan Siapkan SUV Listrik untuk Tokyo Motor Show 2017

TOKYO, 19 Oktober 2017 – Selain new Nissan LEAF, pabrikan asal Jepang Nissan juga bersiap melansir satu model baru mobil...

Hankook Jadi Ban Resmi Toyota Camry 2018

SEOUL, 19 Oktober 2017 - Salah satu produk dari Hankook yaitu ban Kinergy GT akan menjadi ban Original Equipment (OE)...

Goodyear Indonesia Pamer Keunggulan Ban Khusus SUV Terbaru

BOGOR, 19 Oktober 2017 -- Goodyear Indonesia memperkenalkan keunggulan ban Efficient Grip Performance SUV. Kemampuan ban ini diperkenalkan dan diuji awak...

SPK Xpander Disebut Tidak Valid, Ini Klarifikasi Mitsubishi

JAKARTA, 18 Oktober 2017 – Sejak diperkenalkan di GIIAS 2017 hingga minggu kedua Oktober lalu, surat pemesanan kendaraan Mitsubishi Xpander...

Ini Cara Memastikan Keaslian Oli Shell

BEKASI, 18 Oktober 2017 - Pemalsuan terhadap sebuah produk sudah sangat banyak dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Perusahaan pemilik...