Beranda Drives Instinct of the Machine

Instinct of the Machine

Bagaimana jika reaksi terhadap ranngsangan tertentu bernama instring dan feeling diambil alih oleh mesin.

BERBAGI
(Foto: Guntur Panji Relawan/Carvaganza)

Jujur saja, saya sudah beberapa kali mengendarai Mazda CX-5. Dan sejauh ini tidak ada komplain berarti terhadap SUV Mazda ini. Malah saya puas dengan unjuk kerja teknologi SkyActiv yang terpasang pada mobil yang juga mengaplikasi bahasa desain Mazda, new KODO-Soul of Motion.

Misalnya performa kolaborasi mesin SkyActiv-G berkapasitas 2.5 L dengan transmisi SkyActiv-Drive 6-kecepatan. Derasnya aliran tenaga 184 hp dan torsi 250 Nm menyenangkan untuk dinikmati dalam ragam kondisi perjalanan. Begitu pula dengan perpaduan harmonis antara SkyActiv-Body dengan SkyActiv-Chassis di mana keduanya bersinergi dalam memberikan kenikmatan berkendara sekaligus memberi proteksi terbaik kepada seluruh penumpangnya.

Kesempatan untuk menguji CX-5 pun datang lagi. Kali ini saya menguji versi Grand Touring. Perhatian langsung tertuju pada teknologi i-Activsense yang hanya terdapat pada varian tertinggi dari CX-5 ini. Sejatinya saya pernah mencoba teknologi ini pada Mazda6 sebelumnya namun penasaran bagaimana jika teknologi ini diaplikasikan pada sebuah SUV?

Baca Juga:  Menikmati Kenyamanan Kabin Xpander Menuju Bukittinggi dan Padang

Untuk diketahui, otak dari i-Activsense adalah sebuah komputer super dengan sistem kompleks yang cekatan mengenali potensi bahaya saat Anda berkendara. Terbagi dalan dua sistem utama yakni Active Safety Technology yang bertugas mencegah terjadinya potensi tabrakan dan Pre-Crash Safety Technology yang berperan meminimalir risiko saat terjadi tabrakan.

Teknologi ini akan memanjakan pengemudi. Tapi di sisi lain, ini menimbulkan ragam komentar, bagaimana bisa sebuah mesin melakukan intervensi dengan mengambil keputusan sendiri? Meski masih dalam skala kecil, namun i-Activsense sudah masuk dalam golongan mobil kemudi otomatis atau otonom.  Dan pertanyaan akhirnya akankah ini menumpulkan insting manusia untuk mengenali potensi bahaya? Mari kita jawab kontroversi itu dengan langsung mencobanya.

Baca Juga:  Lexus LS 500h Melantai di Indonesia Awal 2018

Seperti apa keunggulan teknologi ini? Bagaimana pengalaman Carvaganza menjajal Mazda CX-5 GT? Baca Majalah Carvaganza edisi Oktober 2015 atau bisa diunduh lewat Scoop

Mazda CX-5 GT
Layout kendaraan: SUV, 4 pintu, 5 penumpang, FWD; Mesin: Skyactiv-G 2.5L/184 hp/ 250 Nm; Transmisi: Otomatis SkyActiv-D 6-speed dengan Active Adaptive Speed; P x L x T: 4500 x 1850 x 1710 mm; Wheelbase: 2700 mm; Bobot kosong: 1568 kg; Kapasitas tangki BBM: 56 liter

ARIE PRASETYA

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



BMW X3 Dapat Tampilan Baru

BANGKOK, 11 Desember 2017 – Tingginya permintaan crossover SUV terus disikapi BMW. Mereka meluncurkan 2018 BMW X3 yang sudah mendapat...

Mitsubishi Motors dan Pemerintah Indonesia Menyepakati Rencana Terkait Kendaraan Listrik

TOKYO, 11 Desember 2017 - Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan Pemerintah Indonesia hari ini mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan...

Toyota Terbaik dalam Layanan Purna Jual versi JD Power

JAKARTA, 11 Desember 2017 -- Toyota Indonesia kembali dinilai sebagai perusahaan otomotif kendaraan roda empat di Tanah Air dengan pelayanan...

Toyota Avalon 2019 Lakukan Debut di Detroit Auto Show 2018

DETROIT, 11 Desember 2017 – Mobil-mobil bergenre sedan tengah menurun penjualannya tergerus meningkatnya pemintaan akan SUV crossover. Meski demikian sedan...

Ikuti Tren, Jeep Cherokee 2019 akan Gunakan Mesin Hybrid 2.0L

DETROIT, 11 Desember 2017 -- Jeep Cherokee KL, yang pertama kali melakukan debutnya di New York Auto Show 2013, tengah...