Beranda EDITOR'S PICKS New Mazda CX-4, The Latest Venture

New Mazda CX-4, The Latest Venture

Mazda dengan cerdik bermain-main dengan bahasa desain yang membuatnya memiliki ciri khas.

BERBAGI
New Mazda CX-4

Perdebatan menarik sempat kami lakukan sebelum memutuskan untuk menurunkan New Mazda CX-4 sebagai tulisan on the cover majalah Carvaganza edisi bulan Juni. Beberapa rekan bertanya, kenapa harus CX-4? Bukankah mobil ini – setidaknya untuk saat ini – hanya dijual untuk pasar Cina? Bukankah mirip dengan CX-3, CX-5, atau CX-9 yang sudah beredar?

Subscribe Now!

Yang lain punya pendapat berbeda. Mazda CX-4 yang diperkenalkan Mazda Motor Corporation di ajang Beijing Motor Show pada akhir April lalu pantas dibahas. Model ini memiliki beberapa kategori yang kami tetapkan. Saya termasuk yang setuju. Selain itu, ada hal menarik lainnya. Saya melihat kehadiran CX-4 menjadi bukti terkini jika Mazda sukses membuat “satu aura” yang sama bagi produk-produknya. Satu ciri khas yang membuat orang akan dengan gampang mengenali Mazda meski hanya sekelebat.

Mazda CX-4 melengkapi keluarga CX setelah Mazda CX-7 (2007-2012), Mazda CX-9 (sejak 2007), Mazda CX-5 (sejak 2012), dan Mazda CX-3 (sejak 2015). Dari penampilannya, semua akan merujuk jika CX-4 adalah versi produksi dari mobil konsep Koeru yang ditampilkan di Frankfurt Motor Show 2015 lalu. Saat itu, Mazda menyebut Koeru sebagai “langkah terbaru dalam menyambut pesatnya pertumbuhan segmen SUV crossover.”

Kita akan familiar dengan garis desain CX-4 yang terinspirasi dari Koeru. Bahkan bisa dikatakan KODO-style Koeru adalah yang diaplikasikan pada Mazda CX-4. Memang terdapat beberapa perbedaan seperti atap yang lebih tinggi, pintu dengan desain standar, dan desain roda yang tidak semewah konsep. Tapi desain coupe-like dan pilar B dan C yang dihitamkan tetap dipertahankan. Good job, Mazda!

Baca Juga:  Mazda CX-4 Terlihat di Australia, Indonesia Juga?

Kemiripan model konsep yang terlihat pada model produksi sudah beberapa kali dilakukan Mazda. Jika Mazda CX-4 mirip dengan Koeru, kita bisa melihat kemiripan antara Mazda2 dengan Hazumi, Mazda CX-5 dengan Minagi, dan Mazda6 dengan Takeri.

Seperti sudah disinggung di atas, Mazda memiliki bahasa desain yang senada sehingga model-modelnya memiliki kemiripan yang menghasilkan ciri khas. Itu juga yang terjadi pada CX-4. Meski merupakan adik Mazda CX-5, namun secara dimensi Mazda CX-4 lebih panjang 78 mm menjadi 4.633 mm. Sedangkan overhang lebih panjang 93 mm dan atap lebih rendah 175 mm menjadi 1.535 mm. Hal itu yang menegaskan bahwa ini adalah model crossover-coupe.

Dari sisi lebar, CX-4 sama dengan CX-5 yaitu 1.840 mm demikian juga jarak sumbu roda (wheelbase) yang memiliki panjang 2.700 mm. Jika boleh membandingkan dengan brand lain, CX-4 dan CX-5 ini ibarat BMW X5 dan X6.

Lantas bagaimana dengan desain? Tampilan depan CX-4 bisa dikatakan mirip CX-3, sang adik yang diperkenalkan tahun lalu, daripada CX-5. Meski ada juga yang menilai CX-4 punya unsur depan seperti sedan Mazda6. Hal ini bisa dilihat dari lampu depan sipit, desain foglamp yang agak miring, dan grille depan besar khas Mazda. Bingkai grille sport dibuat memanjang hingga lampu depan. Lampu depan dan belakang sudah dilengkapi LED yang membuat pencahayaan malam lebih terang.

Dari samping, garnish chrome, menjadikan tampilan CX-4 lebih manis. Bagian belakang, Mazda CX-4 menerima sebagian besar fitur milik Koeru dengan sedikit racikan ulang. Lampu belakang lebih besar, dan strip chrome tebal di antara keduanya. Pipa knalpot tidak lagi terintegrasi ke bumper dan diletakkan lebih rendah. Di bagian lain, tailgate dengan desain halus dibuat lebih rendah, kaca depan lebih tinggi, dan bumper dengan tampilan yang lebih utilitarian.

Baca Juga:  Range Rover Sport Facelift, Ada Versi Hybrid

Sama seperti eksterior, di bagian interior Mazda juga menerapkan bahasa desain yang hampir sama di semua modelnya. CX-4 memiliki kemiripan dengan sedan CX-3, CX-5, sedan Mazda6, bahkan hatchback Mazda2. Tata letak juga hampir sama, dengan layar infotainment di atas ventilasi AC berbentuk persegi panjang dan semua tombol berada di bawah.

Bedanya, layar sentuh di CX-4 adalah unit terpisah berbeda dengan CX-5 yang terintegrasi dalam center stack. Lebih mirip seperti milik Mazda6. Jika dibandingkan dengan CX-3, CX-4 tidak lagi menggunakan handbrake konvensional tapi sudah electronic handbrake seperti yang terpasang pada CX-5.

Di balik kap, Mazda menyediakan dua pilihan mesin bensin empat silinder segaris. Mesin ini memiliki kapasitas 2.0-liter dengan tenaga 156 hp. Mesin lainnya berkapasitas 2.5-liter seperti yang digunakan pada Mazda3, Mazda6 dan CX-5 yang mampu menghasilkan 184 hp. Keduanya sudah mengadopsi teknologi SKYACTIV-G.

Mesin 2.0L dipadupadankan dengan transmisi manual dan otomatis 6-kecepatan serta pilihan drive system all (AWD) atau front wheel drive (FWD). Sedangkan mesin 2.5-liter khusus disematkan transmisi otomatis 6-kecepatan dan all-wheel drive. Untuk membedakan keduanya bisa dilihat dari velg yang digunakan. Mazda CX-4 tipe 2.0L menggunakan ban 225/65 R17 inci dan 2.5L lebih besar 225/55 R19.

Baca Juga:  BMW M240i, The Sportiest in Two

Untuk konsumsi bahan bakar, pabrikan asal Jepang itu mengatakan mesin 2.0-liter dengan transmisi manual membutuhkan 6,4 liter bahan bakar untuk 100 km atau sekitar 15,6 km/liter. Unit yang sama dengan transmisi otomatis meminum 6,3 liter per 100 km. Mesin 2.5-liter dengan 6-kecepatan otomatis memiliki konsumsi bahan bakar 7,2 liter untuk setiap 100 km atau sekitar 13.8 km/liter.

Rincian lainnya masih terbatas, Mazda mengatakan CX-4 dilengkapi dengan suspensi MacPherson struts di depan dan multi-link ke belakang, rak dan pinion steering, dan cakram berventilasi depan dan cakram belakang yang solid. Fitur keamanan Mazda CX-4 sudah dilengkapi 6 airbags (front, side dan curtain) dan Mazda’s i-Activsense safety technologies, Advanced Blind Spot Monitoring (ABSM) system dengan Rear Cross Traffic Alert (RCTA) dan Smart City Brake Support (SCBS).

Dengan segala spesifikasi yang dimilikinya, Mazda CX-4 cukup potensial bertarung di segmen crossover yang tengah booming. Sayangnya, untuk saat ini Mazda hanya dijual eksklusif untuk pasar Cina. Padahal, pasar crossover SUV atau SUV compact di Eropa maupun Asia cukup besar. Pemilihan Cina sebagai pasar pertama bukannya tanpa maksud. Cina merupakan pasar terbesar karena memiliki penduduk 1,35 miliar jiwa. Nah, jika sudah diluncurkan, kehadirannya di belahan dunia lain rasanya hanya tinggal menunggu waktu.

BERBAGI



Hankook Tire Rambah Amerika, Buka Pabrik Pertama

SEOUL, 19 Oktober 2017 -- Hankook Tire, perusahaan ban terkemuka dengan pertumbuhan tercepat di dunia, mulai merambah Amerika Serikat. Pabrikan...

Auto2000 Octofest, Dari Cicilan Tanpa Bunga Sampai Tenor 8 Tahun

JAKARTA, 19 Oktober 2017 – Bagi Anda yang ingin memiliki mobil Toyota, kini saatnya. Auto2000 selaku dealer terbesar Toyota sekaligus...

Dorong Pembangunan Sirkuit Berskala Internasional, IMI Undang Tilke

JAKARTA, 19 Oktober 2017 – Guna mengembangkan sarana dan prasarana dari sirkuit-sirkuit yang ada di Indonesia, Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku induk organisasi...

Servis Avanza di Bengkel Auto2000 Gratis Oli

JAKARTA, 19 Oktober 2017 -- Auto2000 selaku dealer terbesar Toyota menghadirkan program layanan purna jual “Avanzaganza”. Program ini sengaja dibuat...

Ini 7 Pemenang SATU Indonesia Award 2017

JAKARTA, 19 Oktober 2017 – Sebanyak 7 pemenang dinobatkan dalam penghargaan Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia (SATU Indonesia) Award 2017....