Beranda EDITOR'S PICKS INTERVIEW: Biswadev Sengupta, Step By Step

INTERVIEW: Biswadev Sengupta, Step By Step

Sekarang Tata hanya fokus menjual kendaraan niaga, tapi dengan kekuatan yang dimiliki Ia berpotensi memberikan ancaman.

BERBAGI
Biswadev Sengupta, President Director PT Tata Motors Indonesia (Foto: Syaiful Achmad)

Kehadiran mobil Tata di Indonesia tergolong sangat baru. Baru tiga tahun, namun sudah mencatat total angka penjualan lebih dari 3000 unit selama periode tersebut. Dari jumlah tersebut, sekitar 2200 unit di antaranya adalah kendaraan komersial, bukan passenger car karena pabrikan India ini memang sengaja memokuskan diri di pasar kendaraan komersial.

Subscribe Now!

Pabrikan mobil asal India ini  pada saat sekarang menempati urutan keenam perusahaan kendaraan komersial terbesar di dunia, namun Ia juga menjadi pemilik pabrikan kendaraan premium Jaguar dan Land Rover asal Inggris. Tata di India juga memiliki ragam pilihan passenger car di sejumlah segmen yang siap-siap masuk ke pasar Indonesia suatu saat nanti.

“Kami memang tidak memasarkan passenger car di Indonesia sekarang ini. Kami hanya memasarkan mobil niaga dan yang menjadi backbone penjualan kami adalah mobil pick-up. Kami sebelumnya memang memasarkan juga passenger car seperti Tata Storme dan Aria, tapi sekarang kami tidak jual lagi di sini,” ujar Biswadev Sengupta, President Director PT Tata Motors Indonesia kepada Eka Zulkarnain dan fotografet Syaiful Achmad dari Carvaganza.

“Keputusan kami untuk memokuskan diri hanya menjual mobil niaga diambil sekitar 2,5 tahun lalu. Kami merasa bahwa commercial vehicle kami memang cocok untuk Indonesia dan mendapat sambutan baik dari konsumen di sini. Salah satu yang menjadi menjadi keunggulan mobil niaga kami adalah kami menyediakan mobil berbahan bakar diesel,” tambahnya.

Mobil niaga yang dipasarkan oleh Tata Motors Indonesia pada saat ini mulai dari mobil pickup Ace EX2 dan SuperAce, truk ukuran kecil LPT913, double cabin Tata Xenon sampai truk besar (Tata Prima) dan bus (LP 713). Kehadiran Tata dengan mobil niaganya mengingatkan kita pada kiprah pabrikan Jepang pertama kali di negeri ini lebih dari 30 tahun lalu. Mereka dulu pertama kali bermain di kendaraan niaga, dan lihat saja sekarang mereka menjadi raja bukan?

Membeli kendaraan adalah persoalan trust. Ketika konsumen sudah memiliki kepercayaan pada kehandalan sebuah merek, Ia akan mengulanginya dan bisa menjadi loyal terhadap merek tersebut. Sepertinya, Tata sedang memotori hal itu. Menanamkan sebuah kepercayaan.

“Yang terpenting kami menjaga dan mengembangkan pasar secara serius dan fokus serta secara bertahap. Kami harus menjaga pasar dengan cara-cara yang tepat. Kalau kami sudah bisa menjaga dan menumbuhkan pasar komersial dan menanamkan kepercayaan konsumen terhadap produk kami, setelah itu baru kami memasarkan passenger car di sini,” ujar pria yang mulai bergabung dengan Tata tahun 1992 ini.

“Kami masih sangat muda di pasar mobil yang besar dan kompleks seperti Indonesia dan saya rasa kami perlu mengenal pasar dan memperkenalkan produk-produk kami terlebih dulu.”

Ia menambahkan bahwa kehadiran Tata mendapat sambutan baik dari dari konsumen di Indonesia karena Tata menawarkan kendaraan yang memiliki daya tahan tinggi dan biaya operasional yang rendah dibandingkan dengan mobil sejenis. “Dalam kondisi ekonomi yang cukup ketat seperti sekarang, efisiensi sangat penting dan kendaraan operasional dalam kondisi apapun harus memberikan nilai lebih kepada pemiliknya. Kami mampu memberikan hal itu,” kata pria yang pernah bertugas di Sri Lanka dan Myanmar ini.

Menurutnya, kondisi infrastruktur dan perniagaan di Indonesia sangat mirip di India sehingga produk Tata sangat cocok untuk di negara ini. “Jadi, dari pembuktian langsung dari kalangan konsumen yang menggunakan produk Tata, mereka akan mempromosikan kendaraan ini kepada sesama konsumen yang umumnya dari kalangan pengusaha. Marketing dari mulut ke mulut.”

Ia mengatakan, selain dari sisi produk, Tata juga sangat memprioritaskan pelayanan purna-jual untuk mendukung kekuatan penjualan yang dimilikinya. “Bahkan sebelum kami menjual produk, kami terlebih dulu mempersiapkan pelayanan purna jual. Sekarang kami memiliki lebih dari 100 outlet penjualan spare-parts di berbagai wilayah Indonesia. Kami memiliki lebih dari 70 certified workshop, memiliki lebih dari 20 dealer dan kami juga memberikan pelatihan kepada mekanik-mekanik Tata.”

Hmm, jika melihat perjalanan Tata di Indonesia, rasanya mengingatkan kita pada kiprah brand Jepang seperti Suzuki dan Toyota di negeri ini. Mereka juga berawal dari kendaraan niaga, dan kini merajai pasar.

EKA ZULKARNAIN

BERBAGI



Land Rover Pusing dengan Mobil Tiruan Asal Cina

BEIJING, 20 Oktober 2017 – Ada yang mengatakan imitasi adalah bentuk sanjungan yang paling tulus. Tentunya tidak semua setuju dengan...

Tiga Unit Toyota Concept-i Series untuk TMS 2017

TOKYO, 20 Oktober 2017 – Bagi Toyota, masa depan sangat penting bagi manusia dan perkembangan industri otomotif. Pada setiap pameran,...

Ini Langkah-Langkah Verifikasi Memastikan Keaslian Oli Anda

JAKARTA, 20 Oktober 2017 - Shell Indonesia baru saja meluncurkan sebuah teknologi terbaru yaitu Jam Jar untuk menjamin keaslian dari pelumas Shell. Ada 2...

Daihatsu Gelar Pelatihan Otomotif untuk Guru SMK

BANTEN, 20 Oktober 2017 -- Daihatsu menyelenggarakan Program Technical Training for SMK Teacher. Program pendidikan yang berada dalam payung Program...

Perkuat Jaringan, Mitsubishi Motors Resmikan BOM di Semarang

SEMARANG, 19 Oktober 2017 -- Meningkatnya permintaan kendaraan penumpang Mitsubishi membuat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) terus...