Beranda EDITOR'S PICKS Mengenal Sean Gelael, Pembalap Indonesia yang ‘Menembus’ ke F1

Mengenal Sean Gelael, Pembalap Indonesia yang ‘Menembus’ ke F1

BERBAGI
Foto: www.fiaformula2.com

JAKARTA, 16 April 2017 – Sehabis gelaran Grand Prix Formula 1 putaran tiga di Bahrain akhir pekan ini, dunia motorsport Indonesia bakal mengukir sejarah baru kembali. Satu pembalap Indonesia lagi bakal menembus Formula 1, kali ini adalah Sean Gelael, pembalap muda yang sekarang berkiprah di Formula 2 (nama baru untuk GP2 Series).

Sean Gelael pada hari Selasa (18/4) akan menjalani uji coba dengan tim Toro Rosso di Sakhir International Circuit, Bahrain, sebagai bagian dari perannya sebagai Official Young Test Driver Toro Rosso sekaligus untuk meraih jam terbang di F1. Kesempatan itu juga bakal menjadi debut Sean Gelael di Pinnacle of Motorsport tersebut.

Sean sendiri pada hari ini, Minggu (16/4) sedang menjalani balapan di Formula 2 di GP Bahrain, sebagai balapan pembuka F2 musim 2017. Pemuda kelahiran Jakarta tahun 1996 tersebut bergabung dengan tim Pertamina Arden dan tahun 2017 bakal menjadi musim ketiganya setelah musim 2016 lalu ia tampil selama semusim penuh. Pada musim 2015 ia juga tampil di GP2 namun tidak semusim penuh. Pada musim 2015, ia bergabung dengan tim Carlin dan musim 2016 dengan tim Pertamina Jagonya Ayam Campos Racing.

Baca Juga:  Motul Dukung United Autosports dan Bintang F1 di Daytona

Sean adalah pembalap Indonesia kedua yang sukses menembus F1 setelah Rio Haryanto, yang menembus F1 musim 2016 bersama tim Manor Racing dengan dukungan sponsorship utama Pertamina. Memang Sean belum menjadi pembalap utama tim F1, namun kehadirannya bersama tim Toro Rosso sebagai pembalap penguji (test driver) merupakan sebuah langkah awal menuju ke arah sana.

Foto: twitter sean gelael

Sean mengawali karier balap sejak kecil di mulai dari reli. Kebetulan ayahnya, Ricardo Gelael, adalah pereli nasional dan pengusaha yang sukses dengan bisnis jaringan waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia. Sean mulai mengikuti reli pada tahun 2004 sebagai navigator ayahnya. Sejak itu Ia kerap turun di kejurnas reli dan bahkan mendapat bimbingan khusus dari instruktur luar negeri.

Pada tahun 2009, Ia mulai mengawali kariernya di dunia balap single seater di gokart dan mengikuti sejumlah kejuraan gokart di dalam maupun luar negeri. Sejak itu, Ia meretas kariernya di single seater setahap demi setahap ke jenjang yang lebih tinggi misalnya mengikuti Formula Pilota di Cina tahun 2012 di mana pada musim pertamanya Ia sukses meraih posisi keempat di klasemen umum dan posisi kedua di klasemen “Best Asian Trophy.” Di musim yang sama Ia juga mengikuti Formula Abarth 2012 di Italia.

Baca Juga:  Motul Dukung United Autosports dan Bintang F1 di Daytona
Sean Gelael (INA), Jagonya Ayam with Carlin

Pada tahun 2013, Ia turun di Formula 3 Eropa dengan tim Double R Racing dan musim berikutnya pindah ke tim Carlin di grand prix yang sama. Setelah itu, putra pasangan Ricardo Gelael dan Rini S. Bono ini mengikuti balapan F3 Inggris yang terkenal sangat ketat dan kompetitif, disusul Masters of Formula 3 dan Formula Renault 3.5 Series. Sejak 2016 lalu, Ia naik jenjang menjadi pembalap GP2 Series dengan turun semusim penuh, sama dengan rencananya pada musim 2017 ini.

Karier Sean di balapan bukanlah karena faktor luck atau finansial semata, namun juga karena perjuangan dan kerja keras yang telah Ia lakukan selama lebih dari 12 tahun terakhir. Jika kita melihat kariernya yang begitu panjang, dengan dukungan passion yang begitu tinggi, Sean memang telah dipersiapkan berkarier di dunia balap.

Baca Juga:  Motul Dukung United Autosports dan Bintang F1 di Daytona
Sean Gelael saat Free Practice F2 di GP Bahrain 2017. Foto: www.fiaformula2.com

“Sean menjadi pembalap seperti sekarang ini, karena Ia sangat passionate dengan dunia balap. Ia mencintai balapan dan dunia motorsport,” ujar Ricardo Gelael kepada Carvaganza tahun 2016 lalu ketika Sean memasuki tahun kedua di GP2 Series (sekarang Formula 2). “Karena ia senang motorsport dan balapan, mudah untuk membentuk dan mengarahkannya.”

Menurut sang ayah, sejak meniti karier menjadi pembalap profesional di F3, Sean dibimbing oleh instruktur profesional untuk membentuk kemampuan balap dan kekuatan mentalnya. Ia wajib mengikuti seluruh rangkaian program latihan fisik yang telah disiapkan yang membutuhkan disiplin tinggi. Bahkan agar tidak menjadi pembalap yang manja, selama tinggal di Inggris Ia harus naik transportasi umum dan harus menerima uang saku yang jumlahnya sangat terbatas.

EKA ZULKARNAIN

BERBAGI



Mitsubishi FUSO Kuasai 45% Pasar Niaga Tahun 2017

JAKARTA, 19 Januari 2018 -- Status PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai pimpinan kendaraan niaga belum tergoyahkan. Sepanjang...

Honda Accord 2018 Mobil Terbaik Amerika

TORRANCE, 19 Januari 2018 - Honda Accord 2018, generasi ke-10 sedan yang paling populer di Amerika, meraih penghargaan 2018 North...

Inilah Wajah Hyundai Veloster 2019 di Film Ant-Man

JAKARTA, 19 Januari 2018 – Hyundai All New 2019 Veloster bakal tampil di film garapan Marvel Studio terbaru. Coupe-sport milik...

VIDEO : Launching Datsun Cross di Indonesia

Jakarta-Datsun resmi memperkenalkan model crossover miliknya di Indonesia pertama kali. Model ini adalah Datsun Cross yang juga menjadi model ketiga dari Datsun. Produk ini...

Bongkar Jantung Pacu Datsun Cross

Jakarta-Datsun Cross yang baru saja hadir di Indonesia hadir dengan mesin HR12DE berkapasitas 1.2 liter dengan konfigurasi 3 silinder. Mesin ini sebenarnya sama seperti...