Beranda Community TWTW: Peking to Paris, Mission Impossible

TWTW: Peking to Paris, Mission Impossible

BERBAGI

SALAH satu ajang promosi bagi produsen mobil untuk menunjukkan kehebatan durabilitas dan teknologi produk mereka adalah dengan mengikuti endurance race. Semakin jauh jaraknya, semakin kuat pula branding yang dihasilkan. Maka beberapa balapan klasik seperti Dakar, Carrera Panamericana atau Mile Miglia masih populer meski beberapa sudah dihentikan pelaksanaannya.

Tapi lebih dari seabad lalu, balapan dengan ribuan kilometer terjadi hanya karena provokasi dalam tulisan di sebuah surat kabar Prancis, Le Martin, pada Januari 1907. Disebutkan, “…Kami menujukan pertanyaan ini kepada para pengguna mobil di Prancis dan negara lain: Apakah ada yang mau melakukan perjalanan dari Peking ke Paris dengan mobil? Siapa pun manusia perkasa dan pemberani itu, yang perjalanannya dengan mobil akan disaksikan selusin negara, namanya pantas untuk dibicarakan oleh seperempat bagian bumi…”

Peking-Paris (kini bernama Beijing) berjarak hampir 15.000 km dan start dari kedutaan besar Prancis di Peking. Tapi jarak bukanlah masalah utama. Pada 1907, mobil baru ada sekitar dua puluh tahun sehingga masih belum bisa diandalkan dan sangat tidak bertenaga. Bahkan tak sedikit yang berpikir mesin tersebut tak akan bisa menggantikan kuda. Mobil di era itu hanyalah sekadar mainan bagi orang-orang berkantung tebal.

Tak hanya itu, medan pun jauh dari standar layak untuk kendaraan. Apalagi perjalanan dari Peking ke Paris harus melewati gurun dan rawa. Jadi bisa dibilang tantangan ini merupakan misi yang hampir mustahil. Meski berat, toh 40 orang pemberani mendaftar juga ke Le Martin untuk berpartisipasi dalam tantangan melintasi dua benua tersebut. Tapi yang benar-benar ikut berpartisipasi dan mengirimkan mobil ke Peking hanya lima tim.

Tak ada peraturan di balapan ini. Tujuannya hanya satu, mobil pertama yang tiba di Paris akan memenangkan sebuah botol Mumms champagne. Tak ada bantuan maupun peta. Setiap tim harus berjuang sendiri. Rute balapan melewati jalur telegraf sehingga para jurnalis yang ikut di dalam mobil peserta bisa mengirimkan berita sepanjang perjalanan.

Balapan Peking-Paris dimenangkan oleh Pangeran Italia, Scipione Borghese yang ditemani oleh mekaniknya, Ettore Guizzardi dan seorang jurnalis, Luigi Barzini Sr. Mereka menggunakan mobil Itala bertenaga 40 hp. Sementara itu, di posisi kedua dipegang oleh Charles Goddard dengan jurnalis Le Martin, Jean du Tailis. Uniknya, Goddard tak punya uang. Ia harus meminta bahan bakar ke peserta lain dan meminjam mobil (Spyker bertenaga 15 hp). Di akhir balapan, ia ditangkap karena penipuan.

Balapan ini kemudian diabadikan oleh Barzini dalam sebuah buku berjudul Peking to Paris yang dilengkapi ratusan foto. Buku tersebut dipublikasikan pada 1908.

MIRAH PERTIWI

BERBAGI

Last Update

GALERI FOTO: Menikmati Lekukan Porsche 718 Cayman GTS

JAKARTA, 25 Mei 2018 - Porsche Indonesia resmi meluncurkan Porsche 718 Cayman GTS untuk menggoda para pecinta kecepatan di Indonesia,...

Punya Model Baru, Honda Siapkan World Premiere di GIIAS 2018

JAKARTA, 25 Mei 2018 – PT Honda Prospect Motor (HPM) mengaku tengah menyiapkan kejutan untuk ajang Gaikindo Indonesia International Auto...

Porsche 718 Cayman GTS Resmi Goda “Speed Freak” di Indonesia

JAKARTA, 25 Mei 2018 – Porsche Indonesia akhirnya resmi meluncurkan Porsche 718 Cayman GTS ke pasar Indonesia, hari Kamis (24/5/2018)...

Bottas Pakai Helm Mika Hakkinen di F1 GP Monako 2018

MONTE CARLO, 25 Mei 2018 – Pada seri Formula 1 GP Monako 2018, akhir pekan ini, pembalap Mercedes Valtteri Bottas...

Honda Siapkan Peta Interaktif Bengkel Siaga Selama Lebaran

JAKARTA, 25 Mei 2018 – Berbagai peningkatan terus dilakukan PT Honda Prospect Motor (HPM) dalam melayani konsumennya termasuk program Honda...